Kamu : “Hey, kapan balik dari Jakarta? Gimana kabarmu?”

Teman : “Baru aja tadi pagi. Kabar baik dong, hehe. Btw si Icha nggak ikut kita kumpul ya?”

Kamu : “Iya nih. Mungkin dia sibuk…”

Teman: “Ah, sibuk gimana? Emang dia udah kerja? Dia tuh sekarang punya cowok baru. Bule! Ih, tauk tuh udah ngapain aja…”

Kesibukan yang baru bikin kamu sudah tak lagi rutin bertemu teman-teman satu geng waktu kuliah dulu. Sekalinya ngumpul, eh, yang dibahas gosip lagi gosip lagi. Bahkan ada juga teman yang ngajakin kamu ngumpul dengan kalimat: “Gosip yuk!” Seolah-olah, waktu yang kalian habiskan bersama memang sengaja ditujukan untuk menggosipkan orang.

Memang sih, dengan menggosipkan orang lain pembicaraan kita jadi terasa lebih cair dan akrab. Tapi kalau ternyata teman kita juga ngegosipin kita di belakang — saat kita lagi nggak ngumpul bareng mereka — gimana dong?

Nah, sebelum kamu juga ikut-ikutan dijadikan bahan pembicaraan, hilangkanlah kebiasaan bergosip saat sedang kumpul dengan teman-teman. Daripada membicarakan teman yang absen dari pertemuan kalian, manfaatkan saja kesempatan reunimu untuk mengetahui kabar paling update dari masing-masing orang yang ikut kumpul bareng. Karena teman sejati adalah mereka yang membicarakan satu sama lain di depan, bukannya di belakang. Sepakat?

1. Cek dulu Path/Facebook temanmu untuk tahu kegiatan seru apa yang ia lakukan akhir-akhir ini. Yang kalian share online, bisa jadi topik obrolan offline.

Yang kalian share online, bisa buat bahan mengobrol offline via youqueen.com

Advertisement

“Kemarin kamu abis jadi pembicara ya? Aku lihat fotonya di Instagram, hehe. Kok keren sih?”

Dengan banyaknya jejaring sosial, kamu bisa lebih mudah mengetahui kehidupan pribadi teman-teman kamu. Apa saja yang dia makan, ke mana saja dia pergi traveling, event apa saja yang baru dia sambangi akhir-akhir ini, film yang baru dia tonton, bahkan usahanya mewujudkan passion. Jadi cobalah mengecek dulu akun Path, Instagram, Twitter, atau Facebook mereka sebelum kalian bertemu. Dari apa yang mereka share di situ, pilihlah yang paling menarik untuk kamu gunakan jadi bahan obrolan.

Orang menge-share sesuatu di akun media sosialnya karena itu membuat mereka bangga. Jadi pilihlah momen apa yang dia share dan menurut kamu layak untuk dia banggakan. Misalnya ketika dia posting fotonya di salah satu seminar, fotonya traveling di suatu tempat yang cantik, atau bahkan fotonya dengan pacar. Dengan begitu, obrolan kalian akan berpusat pada cerita-cerita yang memang menyenangkan.

2. Ceritakan juga hobi dan kesibukanmu saat ini, siapa tahu kalian bisa merancang proyek bersama. Sementara kalau cuma gosipin orang, dapat apa?

Bisa bikin proyek bareng apa, nih? via charismata.tv

Setelah mendengarkan ceritanya, tentu dia tidak keberatan mendengarkan ceritamu. Jadi berceritalah tentang apa saja hal menyenangkan yang sedang kamu alami. Bahkan kamu juga bisa menceritakan kejadian tak enak dan menggelikan akhir-akhir ini, sebagai bahan tertawa bersama. Dengan bertukar cerita, kalian dapat kembali akrab.

Dengan bertukar cerita, kamu dan dia jadi bisa belajar banyak tentang hobi dan kesibukan satu sama lain akhir-akhir ini. Kalau apa yang kalian kerjakan atau minati saling berhubungan, terbuka juga ‘kan kesempatan untuk membuat suatu proyek bersama. Entah itu proyek bisnis kecil-kecilan, sampai proyek menabung bersama untuk traveling ke Jepang dalam dua tahun lagi. Lebih bermanfaat dari pada sekadar bergosip, ‘kan?

3. Saat pembicaraan mulai mengarah jadi tentang pihak-ketiga-yang-tak-ikut-kumpul, menghindarlah dengan tersenyum simpul.

Batasai reuni untuk membicarakan hal menyenangkan! via blog.myfitnesspal.com

“Eh, kamu masih ingat sama si ini nggak? Aku kemarin ketemu dia lho, sama cowok yang agak tua. Ih, itu siapanya ya?”

Bukan tidak mungkin temanmu masih belum bisa move on dari bergosip. Jika ini yang terjadi, balas saja dengan tersenyum dan mengangkat bahu tanda kamu tidak tahu. Tak perlu juga kamu sok bijak dengan menasihati bahwa bergosip itu bukan hal yang baik.

Kamu juga bisa mengalihkan pembicaraan ke topik yang lainnya. Misalnya saja kebaikan orang yang sedang jadi bahan gosip di mejamu:

“Aku inget dong sama dia. Masa’ lupa? ‘Kan dia dulu yang selalu baik dan ngebukain gerbang kost kalau kita pulangnya kemaleman. Hehehe.”

Kemudian, segeralah menghubungkannya dengan kisah yang menyenangkan. Cerita nakal-nakalan waktu kalian ngekost bareng, misalnya. Obrolan pun bisa membuat kalian terbahak-bahak tanpa harus bergosip.

4. Waktu bisa mengubah teman lama jadi orang yang jauh berbeda. Maka coba saja tanyakan padanya, apakah hobinya masih sama?

apakah hobimu masih sama? via www.huffingtonpost.com

“Kamu masih suka baca novel? Lagi ada novel bagus apa nih?”

Tentu kamu masih ingat hobi teman kamu di masa lalu. Coba tanyakan apakah dia masih menekuni hobi itu atau mungkin punya hobi baru yang lebih menarik. Jika kebetulan hobi yang kalian tekuni sama, kalian bisa ‘kan bertukar cerita tentang hobi tersebut. Jika kamu tidak mengerti sama sekali, dengarkan saja celotehnya sebagai pengetahuan baru.

“Udah males, nggak ada yang bagus. Aku lebih suka nonton film sekarang.”

“Wah, aku juga lagi suka nonton nih. Kamu udah nonton Birdman belum? Nonton bareng yuk, ada di laptopku!”

5. Pertemuan langsung tak akan membuat kalian bisa lepas dari telepon genggam. Jadi, manfaatkan saja candaan di Twitter sebagai bahan percakapan!

Candaan di medsos bisa kalian jadikan bahan obrolan via www.huffingtonpost.com

“Eh, liat ini nggak hashtag #savehajilulung sampai dibahas di Hipwee. Kocak-kocak banget!”

Netizen kita nggak kalah kreatif lho dalam menciptakan obrolan publik. Topik yang lagi hits di jejaring sosial ini juga bisa kok kamu bawa dalam obrolan nyata bareng teman. Makanya, kamu harus sering-sering update tentang obrolan terbaru ya!

5. Dagelan politik Indonesia, kayak rasa humor warganya, juga nggak ada habisnya. Kalau kalian suka politik, ini bisa jadi topik yang menarik!

Bicarain politik juga bisa menarik! via medan.tribunnews.com

Banyak hal sebenarnya yang bisa kamu jadikan bahan perbincangan. Mulai drama Korea, drama India, sampai drama politik Indonesia juga bisa bikin pembicaraan kalian tidak membosankan lho! Mungkin kamu dan temanmu punya pandangan politik yang berbeda. Kalian bisa saling mendiskusikannya dengan cara yang baik tentunya. Mengetahui beragam sudut pandang politik setiap orang, bisa membuat kamu menghargai berbagai perbedaan pendapat lho.

“Gila, gimana nih? Masa’ petinggi KPK ditangkap semua?”

“Perombakan KPK emang perlu kalik. Selama ini ‘kan KPK kan cuma nangkep bawahan-bawahan aja, siapa tahu petinggi KPK yang baru bisa jauh lebih kompeten.”

6. Atau komentari saja foto tunangan, resepsi, dan bayi bahagia yang sudah pasti tersebar di mana-mana di media sosial kita

Membicarakan orang juga boleh kalau positif! via showbiz.liputan6.com

“Liat Instagramnya si Dina deh, anaknya udah lahir! Senengnya ya, karir oke, keluarga oke. Kagum deh!”

Sebetulnya nggak ada salahnya kok ngomongin kehidupan orang lain. Ngomongin orang lain itu tandanya kamu masih ingat atau perhatian dengan orang tersebut. Tapi, perlu diingat, ngomonginnya yang bagus-bagus saja ya. Misalkan, menceritakan teman yang baru saja melahirkan atau mungkin yang sekarang sudah bekerja di luar negeri. Cerita-cerita orang lain yang positif ini mungkin bisa memicu kamu dan teman kamu untuk ikut jadi semengagumkan mereka.

7. Dengan menghindari gosip, hidupmu jauh lebih tenang karena teman-teman akan segan bergosip tentang kamu.

teman sejati membicarakan satu sama lain di depan via elitedaily.com

Tentu saja, kamu tidak ingin kamu menjadi bahan pembicaraan yang buruk di antara teman-temanmu. Siapa sih yang pingin jadi bahan gosip? Makanya, mulai sekarang sebisa mungkin hindari obrolan yang mengarah pada gosip ya!

Ingat, teman sejati itu membicarakan satu sama lain blak-blakan di depan.

Bukan takut-takut seperti pengecut di belakang.