Sebagai Candi Hindu terbesar di dunia, Candi Prambanan amat masyhur di kalangan para wisatawan dunia. Tentu hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Bangunan ibadah agama Hindu ini telah berusia hampir 1200 tahun dan tetap kokoh berdiri. Keindahan arsitektur Candi Prambanan ini memang sudah tak perlu diragukan lagi.

Banyak yang mengatakan kompleks Candi Prambanan berjumlah seribu candi sesuai legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Tapi kenyataannya hanya beberapa ratus candi saja.

Tapi, tahukah kamu bahwa Candi Prambanan pernah hilang selama beberapa ratus tahun. Tepatnya ketika terjadi eksodus besar-besaran kerajaan di kawasan Jogja dan Jawa Tengah yang berpindah ke Jawa Timur, ke daerah Surabaya dan Kediri. Nah, proses penemuan kembali candi ini pasti menarik untuk disimak. Bagaimana bentuk Prambanan waktu diketemukan kembali? Yuk, kita belajar sejarah bersama-sama!

Sejarah Prambanan sebenarnya nggak ada hubungannya sama legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Ia dibangun murni untuk bangunan peribadatan Wangsa Sanjaya

prambanan via tour.hoshi-zora.org

Candi Prambanan dibangun pada abad ke 9, tepatnya pada tahun 850 Masehi, oleh Raja Rakai Pikatan dari Mataram Kuno. Candi ini tidak dibangun semalam jadi dan dibangun oleh bangsa jin ala legenda Roro Jonggrang, melainkan butuh puluhan tahun untuk menyelesaikannya. Dan tentu oleh manusia biasa penduduk Prambanan kala itu. Candi ini bercorak Hindu dan diduga untuk menyaingi Candi Borobudur yang sudah dibangun sebelumnya. Proyek pembangunan Candi Prambanan bukan proyek sembarangan. Saking besarnya, Kali Opak saja sampai diubah aliran sungainya agar tidak mengganggu pembangunan candi.

Advertisement

Teknologi macam apa ya saat itu bisa bangun candi setinggi ini?

Gempa bumi dan letusan Merapi disinyalir jadi akhir dari sejarah Prambanan masa itu. Pusat peradaban Mataram pun boyongan ke Jawa Timur oleh Wangsa Isyana

Dari berbagai prasasti, diketahui bahwa pusat peradaban Mataram Kuno di Prambanan berpindah ke Jawa Timur pada 950 Masehi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, entah Gunung Merapi meletus, gempa bumi besar, hingga pemberontakan. Semenjak itulah kisah Candi Prambanan sudah tidak terdengar gaungnya sama sekali.

Hingga akhirnya, 8 abad kemudian, orang berkebangsaan Inggris yang menemukan Prambanan kembali dengan kondisi yang luluh lantak!

Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Hindia Belanda yang baru setelah merebutnya dari tangan Belanda. Belanda diusir sementara ia ingin menaklukkan Jawa. Satu hal yang paling kurang ajar yang Raffles lakukan dan belum berani Belanda lakukan sebelumnya adalah, menghancurkan Kraton Yogyakarta. Yogyakarta sebagai pusat kekuasaan di Jawa ia hancurkan berkeping-keping. Dan akhirnya, Yogyakarta harus tunduk di bawah Inggris saat itu, tepatnya pada tahun 1812.

Di kala ia berkuasa, Raffles menugaskan salah satu asistennya, Colin Mackenzie untuk menyurvei bangunan peninggalan purbakala di Pulau Jawa. Nah, salah satu penemuan Mackenzie adalah Prambanan yang sudah porak poranda. Tampak bahwa Candi Prambanan sudah tidak tersentuh peradaban selama ratusan tahun.

Proses penemuan itu membuat Prambanan menjadi dikenal dunia. Ya meskipun akhirnya Belanda-lah yang merestorasinya di kemudian hari

Reruntuhan Tjandi Prambanan, 1890. via www.seribukata.com

Penemuan Mackenzie adalah salah satu keberhasilan pemerintah kolonial Inggris di bawah Raffles yang memang hobi urusan barang antik. Mackenzie menemukan Prambanan berbalut pepohonan, akar-akar, dan juga batuan yang sudah nggak karuan. Ada yang dijadikan parit di sawah, dijejer-jejer di pinggir jalan, sampai patung-patungnya yang dicuri.

candi prambanan sebelum renovasi via i.ytimg.com

Sayangnya, pemerintahan Inggris yang singkat membuat negara ini harus angkat kaki dari Jawa karena Belanda telah merebutnya kembali.  Belanda yang kembali datang, mulai merestorasi Candi Prambanan beberapa puluh tahun kemudian.

Ternyata nggak cuma Prambanan, Mackenzie juga menemukan candi yang relatif kerusakannya tidak terlalu parah di dekat Prambanan, yakni Candi Sewu!

Colin Mackenzie menemukan Candi Sewu, 2 kilometer di utara Prambanan. Ada dua patung dwarapala yang menjaga candi ini. Uniknya, Candi Sewu bercorak agama Buddha. Padahal Prambanan bercorak Hindu. Nah, ternyata Candi Sewu ini dibangun untuk perdamaian dua umat yang berdampingan kala itu. Indahnya kedamaian waktu itu ya!

reruntuhan candi sewu via fotoindonesiatempodoeloe.blogspot.co.id

Sekarang, Candi Sewu berada 1 kompleks dalam Taman Wisata Candi Prambanan. Yuk ke sana!

Candi Prambanan adalah salah satu World Heritage Site atau warisan dunia UNESCO. Artinya, situs ini sudah jadi milik dunia dan kebanggaan peradaban nusantara dahulu kala. Darinya, kita bisa belajar tentang sejarah, arsitektur, kebencanaan, arkeologi, hingga nilai bangsa yang luhur. Tugas kita selanjutnya adalah melestarikan kebudayaan yang kita punya. Yuk ah, jalan-jalan ke sana!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya