Nganjuk adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Madiun di barat, Kediri dan Ponorogo di Selatan, serta Kabupaten Jombang di timur. Karena wilayahnya yang terletak di dataran rendah dan pegunungan, membuat Kabupaten ini memiliki struktur tanah yang subur sehingga cocok sebagai lahan untuk bercocok tanam.

Terkenal dengan sebutan Kota Angin, karena daerah ini diapit diantara dua gunung, yaitu Gunung Wilis dan pegunungan Kendeng yang membuat kota ini memiliki hembusan angin yang kuat. Nganjuk juga menyimpan sejuta daya tarik wisata yang pasti akan dapat menjadi pilihan tujuan vakansimu di lain kesempatan. Selain wisata alam, wilayah ini juga terdapat wisata sejarah dan kuliner tentunya.

Apa saja sih, wisata yang ada di Nganjuk? Mari kita cek beberapa keistimewaannya berikut ini.

1. Anggunnya Air terjun merambat di Roro Kuning

Anggunnya air terjun Rorokuning via tatikmentik.blogspot.com

Air terjun yang merambat pada dinding bebatuan kapur membuat pemandangannya menjadi anggun. Berjarak sekitar 17km dari pusat kota Nganjuk, tempat ini adalah salah satu tujuan wisata bagi warga Nganjuk. Fasilitasnyapun sudah banyak diperbaiki seperti adanya tempat parkir, jalan yang sudah diaspal halus, fasilitas outbound, bahkan sampai kolam renang.

2. Nikmati tinggi dan megahnya Air terjun Sedudo di Gunung Wilis

Advertisement

Tinggi banget via dzofar.com

Kawasan air terjun Sedudo terletak pada ketinggian 1.438 meter dari permukaan laut. Jangan heran jika ketika mandi disana, maka kamu akan merasakan air segar yang amat sangat dingin seakan merembes masuk kedalam tulang-belulangmu. Apalagi air terjun ini memiliki ketinggian 105 meter, yang seakan terjun merambat, mengalir di celah-celah tebing batu yang curam.

Terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, air terjun ini dapat ditempuh dengan jarak sekitar 30km dari pusat kota Nganjuk. Konon menurut cerita, jika kamu berkunjung dan mandi di air terjun ini pada bulan Sura, maka wajahmu akan menjadi awet muda. Cerita ini diwariskan secara turun menurun dari jaman Majapahit. Pemerintah Nganjukpun seakan ingin memanfaatkan momen ini dengan rutin mengadakan ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro. Kalo beneran seperti itu pasti bakalan menghemat uang karena kita nggak perlu pakai produk perawatan ini itu untuk membuat wajahmu awet muda. Hehe

3. Derasnya Air terjun juga bisa kamu nikmati di air terjun Singokoromo

Air terjun ini juga terletak di Gunung Wilis seperti air terjun Sedudo, tepatnya berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan kota Nganjuk. Meski tak setinggi air terjun Sedudo, namun air terjun ini layak dikunjungi karena pemandangan alam dan aliran airnya yang cukup deras meski hanya memiliki ketinggian sekitar 20m. Untuk mencapai ke kawasan air terjun, kita harus berjalan kaki melewati jalan setapak di tengah hutan. Seperti halnya mitos yang berkembang di air terjun Sedudo, air terjun Singokoromo juga memiliki mitosnya sendiri. Sehingga banyak orang yang melakukan ritual di hari-hari tertentu, seperti 15 setiap bulannya.

4. Jika kamu suka hal-hal berbau klenik, kunjungi saja Gua Margo Tresno

Wisata mistis via MargoTresno

Terletak di daerah pegunungan yang memiliki panorama alam yang cukup indah, membuat candi ini menjadi tujuan favorit para turis domestik. Kamu akan disambut dengan udara lembab dan cicitan kelelawar ketika sudah sampai di mulut gua.

Gua ini terletak Pegunungan Kendeng, Dusun Cabean, Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Gua Margo Trisno terkenal sebagai tempat untuk ngalap berkah bagi warga sekitar. Jadi, jangan heran jika gua ini kuat akan nuansa mistiknya.

5. Jangan lupa kunjungi makam Hayam Wuruk di Candi Ngetos

Candi yang diperkirakan merupakan Makam Hayam Wuruk

Candi ini terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, atau sekitar 17 kilometer ke arah selatan Kota Nganjuk. Menurut para ahli, dari bentuk yang terlihat candi ini dibuat pada abad kelimabelas, dan diperkirakan sebagai tempat pemakaman Hayam Wuruk dari kerajaan Majapahit. Dalam candi ini terdapat arca Siwa dan Wisnu, yang semakin menguatkan bahwa candi ini memang peninggalan Hayam Wuruk yang menganut agama Siwa-Wisnu.

6. Nikmati sensasi seperti di Angkor Wat Kamboja di Candi Lor

Mirip Angkor Wat via wacananusantara.org

Mungkin kalian sudah sering melihat panorama Angkor Wat di Kamboja, maka kamu akan melihat sensasi yang sama ketika melihat Candi Lor ini. Tak seperti kebanyakan candi di Indonesia yang terbuat dari batu kali, Candi Lor ini justru terbuat dari batu bata merah. Sayangnya, candi ini sudah tak terawat, sampai-sampai ada pohon yang berdiri diatasnya seperti pada candi Angor Wat di Kamboja.

7. Melihat kentalnya budaya Tiongkok di Klenteng Hok Yoe Kiong

Kental Nuansa Tionghoa via adakitanews.com

Terleteak di Desa Sukomoro, yang merupakan jalur yang menghubungkan antara Surabaya dan Madiun. Klentheng ini merupakan Klentheng yang digunakan sebagai tempat beribadat umat Tridharma. Jika ingin melihat ritual-ritual tata cara beribadah umat Konghucu, datang saja pada perayaan-perayaan Cap Go Meh atau pada hari raya Imlek.

8. Mengunjungi salah satu masjid tertua di Nganjuk, Masjid Yoni Al Mubarok

Salah satu Masjid tertua di Nganjuk via afrikenz.blogspot.com

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Nganjuk. Pasalnya, masjid ini dibangun pada tahun 1745 Masehi. Masjid ini terletak di barat Lapangan Berbek kota Nganjuk. Pada waktu itu, masjid ini masih menggunakan atap berupa ijuk dan lantainya berupa adukan tanah liat dan kapur. Meski telah beberapa kali mengalami pemugaran, namun beberapa bagian masjid ini masih terjaga keasliannya seperti mimbar, bedug, serta beberapa ornamen seperti kerangka-kerangka yang terbuat dari kayu jati.

9. Nikmatnya potongan daging kambing di dalam olahan Nasi Becek Nganjuk

Nasi becek dengan daging kambing via gastronomy-aficionado.com

Nasi becek ini mirip dengan soto. Namun kuah yang digunakan lebih kental daripada soto, sehingga mirip gulai atau kari. Jika soto biasanya menggunakan irisan daging sapi atau suiran daging ayam, maka Nasi Becek Nganjuk ini dilengkapi dengan sate kambing yang telah dilucuti dari tusuk satenya.

10. Cicipi legitnya dodol khas Nganjuk yang bernama Dumbleg

Dodol yang dibalut dengan daun kelapa via risamasy04.wordpress.com

Dumbleg adalah makanan mirip dodol, yang memiliki cita rasa manis serta legit yang terbuat dari adonan tepung beras, gula merah, serta santan, dan dibungkus menggunakan balutan pelepah pohon pinang. Meski sudah jarang yang menjualnya, namun kamu masih bisa mencicipi jajanan satu ini di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Gondang dan Pasar Rejoso.

11. Jika kita mengenal onde-onde kacang hijau, Nganjuk punya onde-ondenya sendiri yaitu onde-onde Njeblos

Onde-onde yang bisa ketawa via www.timnhanhanh.com

Kalau kita mengenal onde-onde sebagai makanan bulat berisi tumbukan kacang hijau yang dibalur dengan wijen, onde-onde diNganjuk justru tak memiliki isian, sehingga dinamakan onde-onde Njeblos atau onde-onde ketawa, karena bentuknya yang pecah seperti kue bolu kukus, sehingga mirip orang ketawa.

12. Meski namanya Krupuk Upil, tapi makanan satu ini enak dan tak mengandung upil kok!

Krupuk upil yang digoreng pakai pasir via doyokalhaidar.blogspot.com

Jangan merasa jijik dulu ketika mendengar nama krupuk upil. Karena bahan baku krupuk ini sama sekali tak mengandung upil kok! Dinamakan krupuk upil karena memang bentuknya yang tak terlalu besar, tipis, dan alih-alih digoreng menggunakan minyak, krupuk ini justru digoreng menggunakan pasir. Karena Nganjuk dekat dengan Kabupaten Kediri, jadi jangan heran jika oleh-oleh dari dua daerah ini juga sama.

Jadi kapan nih kamu mau bervakansi ke Nganjuk? Untuk para arek Nganjuk, jika ada beberapa tempat wisata yang belum tercantum, silakan tambahkan di kolom komentar ya.