Pesta pembukaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang dibuka pada Sabtu, 6 Agustus kemarin terasa berbeda. Kompetisi yang mempertandingkan 28 cabang olahraga dan diikuti 206 negara ini emang digadang-gadangkan sebagai pembukaan paling keren sepanjang sejarah olimpiade. Tapi yang lebih ngebanggain adalah kontingen Indonesia yang didapuk sebagai pengguna kostum terbaik dalam pembukaan yang diadakan di Stadion Maracana, kota Rio! Wah salut deh!

Kostum yang digunakan oleh kontingen Indonesia ini emang gabungan dari adat berbagai suku bangsa beberapa daerah. Sekalian, buat promosi budaya Indonesia! Sebagai bukti bahwa negara ini, meskipun terdiri dari bermacam ragam suku bangsa, namun tetap satu sebagai Indonesia. Wajar aja, jika mereka berhasil mendapatkan sorotan dunia. Emang kayak gimana sih kostumnya?

Dengan Kebaya Putih nan Menawan, Maria Londa membawa bendera kebanggaan

Maria Londa via ichef.bbci.co.uk

Kebaya emang identik sama budaya jawa. Pakaian tradisional ini awalnya hanya dipakai oleh keluarga kerajaan saja. Namun seiring waktu, kebaya digunakan oleh sebagian besar perempuan Jawa. Atasan kebaya biasa dipadukan dengan jaritan atau bawahan batik. Kebaya memiliki makna memikat, menarik hati, indah, dan memesona. Jadi wajar aja kalau salah satu warisan budaya ini dilestarikan dan dikenalkan pada dunia, salah satunya dalam olimpiade ini. Selain itu sanggul ala Bali juga digunakan oleh Maria Londa. Pulau Dewata ini emang udah terkenal di mata dunia akan pesona alam dan budayanya. Jadi paduan antara kebaya putih dan sanggul Bali ini bikin Maria semakin menawan!

Kostum yang menarik perhatian dunia, sepasang Baju Adat Lampung punya!

Memesona! via www.instagram.com

Advertisement

Ini nih yang paling menarik di rombongan kontingen Indonesia. Sepasang baju adat yang bikin dunia terkesima. Didominasi warna emas, sepasang atlit ini menjadi daya tarik yang begitu memesona. Pada kesempatan kali ini, baju adat Lampung yang disebut dengan Tapis dan Siger terpilih sebagai ikon kontingen Indonesia di upacara pembukaan Olimpiade Rio 2016. Pantas jika Indonesia jadi salah satu pemegang kostum terbaik di ajang tersebut. Kamu pasti bangga!

Adat Papua juga ikut serta. Keunikan suku bangsa Indonesia emang nggak ada duanya!

Baju Khas Papua juga ada via www.klikbontang.com

Satu lagi nih, pakaian khas yang diusung kontingen Indonesia. Papua, sebagai suku paling timur Indonesia juga terpilih sebagai salah satu kostum yang digunakan oleh rombongan asal Indonesia. Dengan hiasan kepala yang khas dan aksesoris yang papua banget membuat salah satu atlit menjadi bagian dari keanekaragaman kultural yang diusung kontingen Indonesia.

Ikat Kepala yang membuat bangga para pemakainya. Nunjukin Indonesia emang kaya budaya.

Parade kontingen Indonesia via i.dailymail.co.uk

Meskipun seragam yang dikenakan atlit-atlit ini terbilang formal, tapi kamu masih bisa ngerasain budaya Indonesia. Para atlit menggunakan Ikat kepala atau udeng biasa digunakan oleh lelaki Bali dan Jawa. Warna putih dengan paduan merah yang cerah, bikin rombongan ini eyecatching banget!

Paduan jas dan batik bergambar garuda, juga turut mengantarkan para kontingen ke persaingan kancah internasional. Indonesia banget!

Seragam yang dikenakan atlit lain di upacara pembukaan olimpiade Rio 2016 emang Indonesia banget. Batik dengan motif garuda disandingkan dengan jas dan warna merah putih membuat rombongan ini benar-benar mewakili ibu pertiwi. Meskipun terkesan biasa bagi beberapa kalangan, para atlit ini tetap mendapatkan tempat di hati penonton yang melihatnya.

Tapi sayangnya apresiasi justru diterima dari warga dunia. Banyak netizen Indonesia yang justru menghina dan membully kostum kontingen negeri sendiri. Miris sih. Ada yang bilang kaya anak SD lah, aneh lah, dan ungkapan yang tidak selayaknya dialamatkan untuk para pejuang yang bertujuan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Di dunia dipuja-puja, di negeri sendiri dihina-hina.

Semoga berkat iringan-iringan kontingen ini, membuat kunjungan ke Indonesia juga bertambah ya! Masa di mata dunia dipuji, tapi diejek di negara sendiri. Tanya kenapa?