Kejadian tidak mengenakkan terjadi lagi dalam dunia penerbangan Indonesia. Beberapa bulan lalu mungkin kamu masih ingat tentang ibu-ibu dari Manado yang menampar petugas bandara. Waktu itu, si ibu nggak terima ketika petugas memintanya untuk melepas jam tangan. Saking kesalnya ia sampai hati menampar petugas yang juga perempuan. Kali ini kejadiannya tak jauh berbeda, namun pramugari Citilink yang jadi korban dari arogansi penumpang.

Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 0837 dari Kualanamu, Deli Serdang tujuan Soekarno Hatta terhambat untuk lepas landas pada hari Senin, pukul 09.35 kemarin. Pasalnya, ada penumpang yang bikin gara-gara di dalam kabin pesawat. Pasangan suami istri bersikap tak terpuji dengan mendorong pramugari. Bagaimana sih kronologisnya? Yuk simak ulasannya.

Kejadian ini bikin heboh penumpang seisi pesawat karena ada pasangan suami istri yang mendorong petugas kabin. Mereka pun akhirnya diturunkan sebelum pesawat lepas landas

Pasangan suami istri Rimon Sianipar dan Nursydha Sihombing dari Medan diturunkan dari pesawat milik maskapai Citilink penerbangan QG 0837 tujuan Bandara Soekarno Hatta pada Senin (4/9/2017) siang. Hal ini dilakukan karena mereka melakukan sesuatu yang tidak terpuji kepada awak kabin Citilink yang bertugas. Karena satu hal, pasangan ini mendorong pramugari Citilink. Akhirnya mereka pun diturunkan secara paksa dan penerbangan segera dilakukan karena penumpang yang lain ingin segera terbang. Penerbangan pun mundur sekitar satu jam karena keributan ini.

Dalam rilisnya, pihak Citilink menyampaikan bahwa penumpang tersebut tidak terima dengan pemberitahuan dari pramugari bahwa barangnya melebihi ketentuan penerbangan

“Berdasarkan laporan yang kami terima, penurunan penumpang terjadi saat proses boarding ke dalam pesawat. Insiden berawal dari cekcok mulut antara penumpang pria yang duduk di barisan kursi depan, dengan pramugari Citilink Indonesia terkait barang bawaan penumpang yang diketahui melebihi ketentuan penerbangan. Tidak terima atas pemberitahuan dari awak kabin, penumpang tersebut tiba-tiba saja mendorong pramugari,” kata VP Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar dalam rilisnya, Senin (4/9).

Advertisement

Awalnya pramugari mengingatkan kepada penumpang bernomor kursi 1E dan 1F bahwa bagasinya telah melebihi ketentuan alias terlalu besar/ banyak. Tapi mereka tidak terima dan ribut dengan pramugari. Penumpang suami istri yang tersinggung itu kemudian mendorong pramugari Citilink. Pramugari yang merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari penumpang, segera melaporkan kejadian tersebut kepada kapten pilot. Sesuai dengan ketentuan Standar Operating Procedure (SOP), penumpang yang tidak mengikuti aturan yang berlaku di pesawat maka akan diturunkan karena akan merugikan penumpang lainnya. Mereka pun berhasil diturunkan dengan paksa walaupun awalnya menolak beserta barang bawaannya. Kabarnya pihak Citilink memasukkan nama mereka ke dalam daftar blacklist, yang artinya dilarang naik pesawat Citilink lagi.

Sikap arogansi seperti ini sangat jamak terjadi di Indonesia. Dengan dalih jabatan, kekuasaan, atau bahkan kekayaan, orang bisa seenaknya melanggar peraturan

menampar petugas via www.grid.id

Membawa barang bawaan di kabin memang ada aturannya demi keselamatan penumpang juga tentunya. Membawa tas yang terlampau besar dan banyak akan membahayakan penumpang pesawat ketika terjadi turbulensi dan tas atau koper di kabin terjatuh ke bawah. Bahaya banget ‘kan kalau kena penumpang?

Memang, beberapa oknum menganggap aturan bisa seenaknya dilanggar karena merasa punya uang maupun jabatan. Sayangnya, melanggar hal seperti ini seakan bukan sebuah kesalahan bagi mereka. Padahal ada unsur keselamatan yang mendasari aturan tersebut. Belum lupa ingatan kita tentang ibu-ibu dari Manado yang menampar petugas AVSEC hanya karena nggak mau melepas jam tangan. Selang beberapa bulan, kejadian yang hampir sama terjadi. Sebagai kalangan yang mampu naik pesawat, hal-hal sepele seperti ini seharusnya tak boleh terjadi. Selain malu, sikap seenaknya seperti ini ditakutkan bisa memberi contoh buruk bagi generasi muda.

Semoga kejadian memalukan ini tak terulang lagi ya. Nggak enak ‘kan dimasukkan daftar blacklist dan nggak boleh lagi naik Citilink?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya