“Kamu mau ke Jakarta, ya? Oleh-oleh ya, jangan lupa!!”

“Oleh-oleh apaan? Kerak telor?”

Kira-kira begitulah percakapan yang sering terjadi kalau kamu atau teman-temanmu akan pergi ke ibukota. Entah untuk kunjungan kerja, liburan, pulang kampung, atau mencari pekerjaan, teman-teman dan keluarga sudah sigap meminta oleh-oleh. Sayangnya, banyak yang tidak tahu apa saja yang bisa dioleh-olehkan dari Jakarta. Semua barang yang ada di daerah dijual di ibukota. Sebaliknya, apa yang sering kamu temui di toko oleh-oleh Jakarta merupakan camilan-camilan yang umum ditemui di tempat lain. Masak iya ke Jakarta terus pulangnya bawa bakpia?

Lalu, kira-kira apa yang bisa kita berikan pada mereka? Bagaimana caranya bercerita kepada mereka kalau perjalanan di Jakarta begitu aman dan menyenangkan? Sebelum kamu ketakutan terus-terusan ditagih oleh kawan atau keluargamu, yuk simak daftar oleh-oleh yang bisa kamu bawa pulang ke kota asal atau domisilimu!

1. Hal yang paling standar ketika mencari oleh-oleh adalah makanan. Supaya awet, pilih jajanan khas Betawi yang berupa makanan kering.

Kue kembang goyang masih banyak yang jual via 4.bp.blogspot.com

Makanan dari Jakarta atau Betawi gak cuma kerak telor, lho! Sayang banget kalau kamu cuma mencicipi kerak telor saat di Jakarta. Ada makanan lainnya yang dijamin jauh lebih awet untuk dijadikan oleh-oleh. Coba saja dodol betawi. Meski sudah agak langka, dodol betawi bisa kamu dapatkan di daerah Condet. Warnanya hitam kecoklatan dengan rasa ketan putih, ketan hitam, dan durian. Dodol ini bisa bertahan setidaknya selama satu bulan. Ada juga emping jakarta, kue biji ketapang, rengginang, kue akar kelapa, dan kue kembang goyang. Mereka bisa ditemukan juga di pasar-pasar tradisional di Jakarta.

2. Souvenir khas Betawi gak kalah serunya dengan souvenir khas daerah lain. Mereka hadir dalam bentuk gantungan kunci, boneka, magnet kulkas, dan masih banyak lagi.

Advertisement

Magnet abang none Jakarta via khasjakarta.com

Bicara Jakarta, apa yang akan kamu pikirkan selain kerak telor? Jakarta punya ondel-ondel, abang none, Monas, dan juga bajaj. Ikon-ikon yang cuma bisa ditemui di Jakarta tersebut, kini juga hadir dalam aneka macam souvenir lo! Sebut saja mug, gantungan kunci, boneka, magnet kulkas, hingga kaus. Harganya beragam dan kamu bisa mendapatkannya di pusat oleh-oleh dan kerajinan khas Betawi. Keren, bukan?

3. Busana di ITC dijual kembali ke luar Jakarta dengan harga lebih mahal. Mengapa tidak coba membeli beberapa untuk orang-orang terkasih?

Pusat baju murah biasanya ada di ITC via tokobajupriaonline.files.wordpress.com

Jakarta punya banyak pusat grosir dan perbelanjaan bernama ITC (International Trade Centre). Sebutlah ITC Cempaka Emas, ITC Cempaka Mangga Dua, ITC Fatmawati, ITC Kuningan, ITC Permata Hijau, dan ITC Roxy Mas. Berkunjung ke nama-nama tersebut, niscaya kamu akan dibuat lapar mata. Selain banyak busana-busana bagus dengan model terkini, harganya pun bersahabat. ITC memang sering dijadikan rujukan bagi orang-orang yang ingin berbelanja pakaian untuk dijual kembali, tentunya dengan harga yang lebih tinggi. Kenapa tidak kamu sempatkan membeli pakaian untuk ayah, ibu, atau pacar? Mumpung bagus dan murah!

3. Oleh-oleh bukan cuma barang saja. Abadikan dirimu dengan selfie di berbagai landmark khas Jakarta

Bule pun selfie di transjakarta via leaveyourdailyhell.com

Mulai sekarang, coba kamu pikirkan apa saja yang cuma ada di Jakarta! Mulai dari landmark-nya seperti Monas, Patung Selamat Datang di Bundaran HI, hingga Patung Pancoran. Dari gedungnya seperti Masjid Istiqlal, Gedung DPR MPR, Istana Negara, sampai Gelora Bung Karno. Gak usah susah-susah, kamu juga bisa ambil selfiemu di pinggir jalan ketika Jakarta sedang macet. Atau selfie di antara para pekerja yang berdesakan di dalam busway atau kereta komuter pun terasa sangat Jakarta sekali. Dijamin kawan dan kolegamu tak segan memberi like atau love di sosial mediamu.

4. Slip tiket taksi yang mahal dengan kilometer yang sedikit, karcis tol, sampai bukti pembayaran kereta komuter. Bukankah semuanya unik?

Slip kereta komuter via kehendakbaru.files.wordpress.com

Pernah merasakan argometer taksi yang sangat amat mahal, padahal kamu belum menempuh jarak satu kilometer? Pasti mengesalkan, ya! Maklum saja karena macet adalah wajah sehari-hari kota Jakarta. Karena itu, jangan buru-buru buang slip atau bukti pembayarannya ya.

Kamu bisa jadikan ini sebagai oleh-oleh atau bahan perbincanganmu dengan kawan-kawan. Bukan bermaksud pamer dengan nominal pembayaran yang tinggi, lho! Tapi beberapa temanmu yang ingin mengadu nasib di Jakarta pasti ingin mendapatkan bayangan lebih mengenai kehidupan di sana.Percayalah, teman-temanmu akan berterima kasih padamu. Kumpulkan juga aneka slip transportasi atau biaya makan di sana dan mulailah membuat perhitungan pengeluaran harian di Jakarta. Lumayan lah gak perlu repot-repot beli oleh-oleh!

5. Tak semua gerai makanan ternama Jakarta ada di kota asal. Mencomot alat makan gratisan dari mereka membuat urusan oleh-oleh jadi lebih sederhana

Sumpit dari resto Jepang yang gak ada di kota asal via i01.i.aliimg.com

Pernah makan di restoran masakan China, Jepang, atau yang menjual menu berupa mie? Kalau pernah, barangkali kamu akan menemui beberapa peralatan makan yang dikemas dengan nama restoran tersebut. Alat makan itu antara lain sumpit, sedotan, serta tusuk gigi. Biasanya ketiganya dikemas dalam kertas dan ditaruh di meja. Oleh karenanya, kamu bisa mengambilnya dalam jumlah banyak dan gratis! Bukankah ini adalah kemasan yang unik untuk dijadikan oleh-oleh?

6. Yang cewek gak bakalan nolak sama oleh-oleh unik satu ini. Sample size kosmetik merk dunia yang tersedia cuma di Jakarta!

Sampel kosmetik via 3.bp.blogspot.com

Jakarta memang dipenuhi sama ratusan mall. Tak bisa dipungkiri, mall sudah jadi alternatif pengisi akhir pekan dan tempat menunggu kemacetan reda. Ketika mall di kotamu relatif bisa didatangi oleh semua kalangan, Jakarta justru punya mall dengan segmen tertentu. Sebut saja Grand Indonesia dan Plaza Indonesia untuk kalangan menengah ke atas.

Gak ada salahnya sih kamu mencoba berkunjung ke sana dan memberanikan diri masuk ke gerai-gerai kosmetik kenamaan dunia. Biasanya, mereka menyediakan sample yang bisa dipakai sebelum pelanggan membeli produk dalam ukuran besar. Meski ukuran setiap samplenya tidak seberapa, namun cewek-cewek yang kamu oleh-olehi niscaya tak akan menolak. Selain unik, ia juga tak akan pernah menemuinya di kota asalmu. Harganya pun terbilang mahal apabila kamu menjualnya.

7. Beruntung adalah ketika kamu dibiayai kantor menginap di hotel berbintang. Selain nyaman, pernak-pernik hotel bisa kamu bawa pulang.

Dijamin gak nolak dikasih beginian via image1.indotrading.com

Hayoo, ngaku! Siapa yang tidak pernah membawa fasilitas yang disediakan oleh hotel? Sebut saja sandal, shampo, kondisioner rambut, sabun batang, sabun cair, odol, sikat gigi, shower cap, hingga sikat sepatu? Terkadang ada pula hotel yang menyediakan catatan kecil, beserta alat tulis dan amplop di dekat meja televisi. Kalau beruntung, ada juga teh, kopi, dan gula pasir. Biasanya semua akan dikemas dalam kotak atau botol berlabel nama hotel tersebut. Gak kalah gengsi gengsi, barang-barang yang memang jadi hakmu itu amat sayang tidak terpakai. Bawa pulang saja untuk dipakai sendiri atau oleh-oleh di rumah. Lumayan kan buat menghemat pengeluaran bulanan? Hehehe…

8. Kalau kamu bertandang ke Jakarta karena diharuskan mengikuti seminar atau penataran, boleh juga seminar kit-nya buat oleh-oleh. Ada aja lo temanmu yang koleksi barang-barang seperti itu.

Seminar kita juga bermanfaat loh via 202.67.224.132

Kalau mengikuti seminar, biasanya kamu akan difasilitasi buku catatan, pena atau pensil, map, tas, mug, hingga kaus peserta. Meski kelihatannya remeh, adikmu yang masih menuntut ilmu perlu itu. Tak terkecuali, teman kuliahmu. Ayah ibumu bahkan juga perlu untuk mencatat tugas kantor atau pengeluaran bulanan. Nah, kenapa disia-siakan? Toh lambang penyelenggara acara pada seminar kit juga cukup gengsi dan memberi nilai lebih lho!

Urusan di Jakarta selesai. Oleh-oleh pun sudah dapat. Ternyata tidak sulit mencari oleh-oleh yang “khas Jakarta”. Sekarang tinggal pulang dan menikmati perjalanan dengan pikiran tenang. Pasti kawan-kawan dan keluarga akan tersenyum senang!

Hati-hati di jalan!