Maraknya kejahatan pada anak akhir-akhir ini cukup meresahkan banyak orang. Bayangkan saja, dari penculikan sampai pelecehan seksual lewat tangan para paedofil terjadi pada waktu yang berdekatan. Hal ini tentunya memunculkan rasa khawatir yang berlebih khususnya pada orang tua. Meski mungkin kamu belum jadi orang tua, nggak ada salahnya untuk belajar bagaimana pentingnya menjaga privasi seorang anak.

Walau bagaimanapun juga mereka butuh rasa aman dari bahaya yang mengintai di sekitarnya. Karena umurnya yang masih kecil membuat anak-anak memang sangat rawan terhadap kasus kejahatan. Kita sebagai yang lebih dewasa sudah seharusnya tahu bagaimana menjaga mereka agar jangan sampai menjadi korban, apalagi di era sosial media seperti sekarang ini.

1. Jangan terlalu sering mengekspos foto anak di sosial media, apalagi yang sedang mandi atau tidak pakai baju

Dian Sastro dan anaknya via www.instagram.com

Sering lihat nggak sih profil sosial media teman kita yang sudah jadi orang tua isinya didominasi sama foto-foto anak mereka? Nggak heran sih, habisnya anak-anak ‘kan lucu dan menggemaskan, segala macam tingkahnya rasanya ingin diunggah semuanya. Padahal, kejahatan pada anak bisa dimulai dari foto yang kita unggahlho!

Pelaku kejahatan, baik itu penculikan ataupun kejahatan seksual, akan dengan mudah mengenali wajah dan nama anak melalu foto yang ada di sosial media. Itulah sebabnya mengapa jika kita akan membuat akun sosial media, biasanya ada ketentuan sudah berumur 17 tahun ke atas dan wajib menyertakan alamat email. Hal ini bukan tanpa sebab, tapi demi menjaga keamanan anak-anak.

Advertisement

Dian Sastro adalah salah satu artis yang sangat menjaga privasi anak-anaknya di sosial media. Kalaupun ia harus mengunggah foto anaknya, biasanya hanya akan tampak samping atau bahkan punggungnya saja. Tapi, yang ada sekarang ini justru anak-anak sengaja dibuatkan akun sosial media sendiri. Lucu sih, tapi ternyata bahaya di balik itu sangat mengerikan!

Belum lagi kalau yang diunggah adalah foto saat sedang mandi atau bahkan tak pakai baju. Jangan sekali-sekali pakai alasan karena mereka masih kecil. Ingat, paedofil sangat senang saat ada foto anak terlebih yang telanjang. Maka, berhati-hatilah!

2. Rahasiakan alamat rumah dan juga di mana anak bersekolah. Ini dia alasannya

Rahasiakan di mana mereka sekolah via ed.stanford.edu

Selain tidak mengumbar foto anak di sosial media, alamat rumah dan juga sekolah anak sangat dianjurkan untuk dirahasiakan. Pasti pernah dengar ‘kan tentang kasus penipuan melalui telepon yang sering mengabarkan tentang kecelakaan anak di sekolah (jatuh saat bermain, jatuh dari tangga, dan sebagainya). Penipu biasanya tahu persis nama anak dan di mana ia sekolah. Lha wong si penipu ini dapat informasinya justru dari sosial media yang kita punya, kok.

Belum lagi informasi tentang lokasi rumah atau sekolah yang juga memudahkan pelaku penculikan karena mereka tahu di mana rumah dan sekolah si anak. Makanya, mulai sekarang, bijak kiranya kalau tak mengumbar di mana alamat rumah dan juga sekolah. Karena nyatanya bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

3. Walaupun masih kecil, jika sedang berenang, usahakan memakai pakaian renang yang tertutup. Paedofilia mengintai di sekitar kita, lho!

Tetaplah tertutup via www.instagram.com

Jangan anggap sepele karena mereka anak-anak lantas santai saja jika memberikan baju renang yang terbuka. Apalagi, banyak juga yang berganti baju di pinggir kolam renang. Lagi-lagi alasannya karena masih anak-anak. Tapi, sepertinya kebiasan ini harus segera diubah. Karena katanya, kolam renang jadi salah satu area menggiurkan bagi para paedofil, lho!

4. Stiker anggota keluarga yang ditempel di kaca mobil ternyata ada sisi buruknya. Sebaiknya tidak perlu ikut-ikutan punya

Secara nggak langsung beri informasi ke penjahat 🙁 via thenewswheel.com

Sering nggak lihat di kaca mobil ada stiker yang isinya anggota keluarga? Biasanya stiker ini menggambarkan ayah, ibu dan jumlah anak yang dipunyai. Lucu sih, ditambah lagi ada nama anak di bawahnya. Tapi, kejahatan juga bisa bermula dari sini. Seperti pada poin-poin sebelumnya, pelaku kejahatan akan dengan mudah mendapatkan akses lewat nama anak yang ada dan berapa jumlah anak di keluarga tersebut. Meski kelihatannya sepele, tapi ini benar-benar harus diwaspadai.

Tentunya kita nggak mau ada korban lagi setelah ini. Maka dari itu, mengindahan aturan untuk menjaga privasi anak rasanya bukan hal yang sulit dilakukan. Apalagi jika ingin mereka benar-benar aman dari tangan-tangan jahat yang tak lagi peduli akan kasih sayang terhadap anak karena sudah dibutakan oleh nafsu dan keuntungan di balik tindakan bejatnya. Semoga kita semua terhindar dari kejahatan seperti itu ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya