Pernikahan. Satu kata yang sudah pasti makin akrab di telingamu yang sudah masuk usia 20-an. Siapa sih yang nggak mau nikah? Masalahnya cuma satu, waktunya kapan??

Upacara pernikahanpun telah disepakati sebagai siklus hidup yang kaya akan makna dan dirayakan oleh hampir seluruh manusia. Termasuk juga mengenai proses demi proses menjelang berlangsungnya upacara akad nikah. Nah, di Lombok, suku Sasak khususnya, memiliki sebuah tradisi unik berupa penculikan si calon mempelai perempuan. Supaya kamu jadi paham dan bangga pada Indonesia, simak aturan mainnya ya.

Dalam budaya mereka, hal ini di-istilahkan sebagai kawin culik. Yaitu, penculikan kepada si calon istri yang dilakukan oleh si calon suami. Bukan orang lain lho ya~

tiap suku di Indonesia, bisa jadi punya tradisi pernikahan yang berbeda-beda via www.seputarpernikahan.com

Tradisi ‘penculikan’ terhadap para gadis di Lombok ini dianggap lazim oleh kaum Gumi Sasak Lombok. Hal ini justru dilakukan sebagai syarat dan bentuk kejantanan yang harus dilakukan calon mempelai pria dalam meminang gadis pujaannya. Kawin culik atau dalam bahasa masyarakat setempat disebut ‘merari’ ini dilangsungkan sebelum pernikahan resmi. Tepatnya, beberapa hari sebelum menikah saat pengantin pria mengunjungi pengantin wanita. Kalau yang begini sih, diculik malah bikin bahagia ya?

Kawin culik ini tentu saja dilakukan berdasar aturan main yang telah disepakati lembaga adat. Bisa jadi pula, ini satu-satunya penculikan yang dilegalkan di dunia

penculikan yang membahagiakan via instagram.com

Advertisement

Tentang di mana pengantin wanita dibawa saat penculikan, pengantin pria nggak boleh membawa ke rumahnya atau rumah orang tuanya, harus dibawa ke rumah saudaranya selama tiga hari. Ini dilakukan untuk menguji kesediaan pengantin wanita, untuk mengikuti calon suami saat setelah menikah nanti. Lebih dari itu, dengan menculik si wanita, berarti pengantin pria sudah siap menghidupi calon istri saat membangun keluarga nanti. Dalem banget kan filosofinya ternyata? Jangan asal culik anak orang, ya.

Kawin culik akan berlangsung setelah si gadis memilih satu diantara kekasih-kekasihnya. Nah, setelah itulah mereka akan membuat suatu kesepakatan kapan penculikan bisa dilakukan

rumit memang, tapi dijamin akan terus terkenang via pkbmdaruttaklim.files.wordpress.com

Perjanjian atau kesepakatan antara seorang gadis sebagai calon istri oleh penculiknya ini harus benar-benar dirahasiakan, untuk menjaga kemungkinan gagal di tengah jalannya aksi penculikan tersebab hal-hal seperti dijegal lelaki lain yang juga memiliki hasrat untuk menyunting sang gadis. Ini pula sebabnya, kenapa penculikan pada siang hari akan mudah diketahui oleh orang banyak, termasuk juga rival-rival dari sang penculik tadi. Selain dirahasiakan kepada para rival atau kekasih-kekasih terdahulu sang gadis yang tak dipilih, penculikan juga tak boleh bocor ke telinga orang tua sang gadis. Kalau misal pada akhirnya tak disetujui, orang tua boleh bertindak untuk menjodohkan anak gadisnya dengan pilihan mereka. Keadaan ini disebut Pedait.

Menariknya, ketika seorang gadis dilamar secara baik-baik alias tanpa diculik, orangtuanya malah akan tersinggung lho. Jadi kalau kekasihmu orang Lombok, kamu harus siap-siap menculik ya

ya ini, satu-satunya penculikan yang membahagiakan via arsipbudayanusantara.blogspot.com

“Memangnya minta ayam?” begitu kira-kira tanggapan keluarga sang gadis.

Padahal, kalau aksi penculikan ini diketahui langsung oleh keluarga ‘korban,’ mereka akan melakukan perlawanan, seakan tak rela anak gadisnya dicuri orang. Bingung kan? Begitulah. Kalau sampai aksi ini bocor kepada orang tua si gadis, mereka akan mengejar para penculik sejauh si gadis belum sampai di rumah sang pria. Nah, bilamana dalam pengejaran atau di tengah jalan si gadis bisa kembali dibawa pulang, pernikahan bisa batal dan menjadi aib bagi si pria. Rumit ya? Iyaa. Tapi tenang saja, bentrokan atau perlawanan hanya akan terjadi kalau si pemuda belum menjalin hubungan cinta dengan si gadis dan tidak diketahui pihak keluarga. Namun, lazimnya aksi penculikan umumnya terjadi karena keluarga dua sejoli sudah saling kenal. Gituu~

Jadi, kesimpulannya adalah, budaya ini begitu menjunjung tinggi harga diri seorang wanita. Setelah seorang gadis dibawa ‘kabur,’ pihak keluarganya boleh mengajukan permintaan untuk dipenuhi pengantin pria

minta apa aja boleh~ sesuai batas kemampuan dan kewajaran aja sih via ulinulin.com

Bila keluarga sepakat, kaki pengantin pria akan dibasuh dengan air sirup atau kelapa. Bila menolak, air tajinlah yang digunakan untuk membasuh. Setelah acara penculikan dibilang sukses, barulah pernikahan dilakukan secara agama lewat akad nikah. Dan yang harus kamu camkan adalah, selama proses penculikan, laki-laki dan perempuan tak boleh melakukan perbuatan tercela. Mereka diperkenankan melakukan hubungan badan setelah proses ijab qabul selesai. Setelah resmi jadi pengantin, masih ada lagi upacara semacam resepsi pernikahan yang bernama nyongkolan. Yakni, mengantarkan kedua pengantin dengan cara mengarak menuju rumah orang tua mempelai wanita.

Jadi, karena penculikan anak gadis ini hal yang diperbolehkan oleh adat, maka ada aturan main yang harus ditaati setiap pelakunya. Atau kalau tidak, akan terjadi keributan yang terjadi di luar ketentuan adat, dan ada beberapa denda yang mesti dibayarkan. Yang menjalin kasih dengan gadis Lombok, dipahami baik-baik ya.. Hihiii…