Mencintai Sekaligus Membenci Atta Halilintar. Youtuber Sukses yang Sering Dihujat Netizen!

Atta Halilintar

Tertangkapnya Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono memunculkan wacana baru untuk Ketua PSSI yang baru. Banyak kandidat yang muncul untuk jadi penggantinya. Tak ketinggalan, muncul polling di internet untuk memilih siapa yang layak menjadi Ketua Umum PSSI versi ANTV. Hasilnya mungkin kamu nggak akan menyangka, nama di polling teratas adalah Atta Halilintar! Ashiaappp!

Advertisement

Kenapa sih orang ini mulu di mana mana?

Youtuber tersukses di Asia Tenggara dengan 12 juta subscriber, Muhammad Attamimi Halilintar, atau akrab disebut Atta Halilintar, tak henti dibicarakan publik. Netizen pasti belum lupa video prank absurd Atta niruin gelandangan. Ia dihuta habis-habisan di media sosial. Tak cukup itu, baru-baru ini dia mengunggah foto di IG dengan membawa pistol pasca terjadi peristiwa penembakan di Selandia Baru. Meski mendapat hujatan netizen, dia jalan terus.

Apa salah Atta kok sampai dihujat mulu sih?

Kalau kamu perhatikan, banyak sekali orang yang suka menghujat Atta Halilintar. Banyak yang bikin roasting lah, komen nyinyir, bahkan sampai ngata-ngatain. Memangnya salah Atta apa sih, jen netijen? Dia ‘kan subscriber-nya banyak dan kontennya disukai oleh pemirsanya. Kalau kamu nggak suka kontennya, bisa jadi kamu bukan target pasar Atta.

Advertisement

Kontennya tidak mendidik, cuma ikut-ikutan prank. Masa sih sok pura pura jadi orang miskin padahal suka pamer mobil mahal gitu.

>> Siapa tau emang dia pengen jadi miskin?

Kontennya nggak positif, suka pamer harta doang.

>> Kalau niatnya yang lain biar ngikutin ‘kan nggak masalah?

Kontennya payah, cuma suka grebekin rumah.

>> Ya daripada grebek kamu pas lagi pacaran di kosan.

Wajahnya mirip Kiwil.

>> Ya kalau itu sih emang, tapi gantengan Atta dikit lah soalnya rambutnya biru. Tapi apa masalahnya kalau mirip Kiwil? Siapa tau keponakannya ‘kan?

Pertanyaannya, kenapa urusan mendidik orang lain dibebankan pada Atta? Urusan mendidik masyarakat Indonesia bukanlah tugas Atta Halilintar melainkan amanat UUD 45. Jadi kenapa menuntut Atta untuk mendidik anak bangsa? Kenapa nggak menuntut Youtuber lain seperti Pak Ndul atau Kimi Hime? Kenapa? Kenapa harus Atta? Kenapa nggak Kimi Hime aja? Saya mau Kimi Himeee…

Atta adalah pengusaha dan pedagang. Dia sedang berjualan ide dan karya di Youtube-nya. Apa yang ia lakukan ya dagang, gimana cara bisa jual sesuatu dengan harga mahal

Advertisement

atta halilintar via globalradio.co.id

Fakta : 1 dari 5 pengguna Youtube di Indonesia jadi subscriber Atta Halilintar.

Kamu harus menerima fakta yang sangat nggak enak ini, 1 dari 5 pengguna Youtube adalah pengikut Atta. Total pengguna Youtube di Indonesia 50 juta orang dan subscriber Atta sendiri 12 juta lho! Ya kalau kamu punya geng main sejumlah 10 orang, 2 diantaranya kemungkinan adalah A-Team (sebutan fans Atta). Jangan kaget kalau itu beneran terjadi. Kalau keluarga kamu ‘melek’ Youtube semua, bisa jadi salah satu anggota keluarga kamu suka bilang ‘Ashiappp’ dengan cengkok ala Atta Halilintar.

Atta adalah pedagang. Dia pintar berdagang, dia jual konten sesuai peminatnya. Ya harus kita apresiasi dong, dia sukses dengan barang dagangannya yakni konten. Mau suka nggak suka, konten dia laku keras dan nggak negatif-negatif amat. Adakah kontennya dengan kata-kata kasar? No. Adakah videonya yang bermuatan ajaran yang tidak baik? No. Apakah ada wanita seksi di videonya? No. Eh ada ding, video saat Atta grebek rumah Lucinta Luna. Waktu itu dia pakai pakaian seksi banget sih. Eh tapi dia ‘kan berbatang ya. Jadi ya nggak masuk lah.

Melalui SocialBlade diketahui pendapatan Atta Halilintar yang bersumber dari YouTube sekitar Rp 579 juta hingga Rp 9 miliar per bulan. Sobat misqueen can’t relate

jokowi aja kalah sama gaji atta via hot.detik.com

Gaji Atta dari Youtube emang gokil banget sih. Tiap bulan ia menerima minimal setengah milyar sampai 9 milyar. Agak masuk akal kalau kamu kamu kamu iri sama dia. Presiden Jokowi yang gajinya ‘cuma’ 62 juta aja can’t relate sama Atta Halilintar. Bahkan sampai selesai jabatan 5 tahun aja nggak bisa ngejar gaji Atta andai anak sulung keluarga Halilintar dapat penghasilan maksimal 9 M per bulan.

Apalah daya sobat misquun kaya kita-kita? Tapi kita punya amunisi untuk menyerang Atta, cari kesalahan dan nyinyirin terus apa pun yang dia lakukan. Hehehehe.

Apresiasi terhadap prestasi bukan budaya kami. Iri dan nyinyirin orang adalah budaya kami

budaya nyinyir dan bergunjing via tirto.id

Mari kita masuk ke inti bahasan, anggap saja cerita tentang Atta cuma sebagai pengantar belaka. Saya mau bahas tentang mudahnya orang Indonesia, termasuk kita-kita ini, mencari kelemahan dan kejelekan orang lain. Padahal kelemahan itu jauh lebih sedikit dibanding kelebihan dan prestasi. Alih-alih mencoba berkarya dan berprestasi lewat passion-nya masing-masing, kita malah sibuk mengoreksi dan mencari celah keburukan orang lain. Bukan membuka borok diri sendiri kemudian memperbaiki pribadinya sendiri. Sampai habisin waktu kepoin orang, buka aib orang, sebar kejelekan orang, padahal kamu nggak dapat apa-apa.

Itulah kenapa bisnis-bisnis sampah macam Lambe Turah dan Lambe lambean masih saja laku di republik +62 ini.

Atta adalah simbol anak muda entrepeneur yang sukses merintis karir. Ia kini sangat berpengaruh dan pengikutnya terbanyak di Asia Tenggara. Bayarannya dari Youtube aja nggak bisa disamain karyawan gaji UMR di Jogja sepanjang ia kerja sampai pensiun. Dia bikin banyak orang jadi Youtuber. Konon mau sumbang masjid juga. Kurang lengkap apa coba? Kalau ada videonya yang nggak berkualitas atau postingannya yang penuh kontroversi, ya itulah sisi kemanusiaan Atta. Dia bisa salah dan kelakuannya konyol. Namanya juga anak muda. Tapi ya hal itu tidak menghilangkan respect akan kesuksesan yang ia telah raih selama ini.

Atta mungkin punya banyak alasan untuk dicintai oleh fansnya. Di satu sisi, Atta juga punya ‘alasan’ untuk dibenci, ya karena dia kaya, sukses, dan punya prestasi. Kan udah dibilang, nyinyir dan iri dengki adalah budaya kami.

Kalau punya keresahan akan suatu hal dan ingin melemparkan uneg-uneg itu kepada banyak orang, yuk nulis di Hipwee Community. Karena pada dasarnya #SemuaBisaJadiPenulis.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE