Kalau kamu ingat film Deepwater Horizon (2016) yang diperankan Mark Wahlberg, kamu tentu tahu tragedi pencemaran laut terbesar dalam sejarah yang terjadi di Teluk Meksiko 18 tahun silam. Bermula dari meledaknya pengeboran minyak dan berakhir dengan tumpahnya 4,9 juta barel minyak ke laut, mencemari ribuan mil pantai Amerika Serikat. Peristiwa ini menyebabkan kerugian ekonomi sampai puluhan miliar dolar!

Ternyata kejadian serupa baru aja terjadi di Indonesia. Ratusan barel minyak mentah yang berasal dari kilang minyak Pertamina, tumpah dan mencemari Teluk Balikpapan. Sebenarnya peristiwa ini sudah berlangsung selama seminggu terakhir. Tapi sampai saat ini pihak berwajib masih terus mengusutnya karena telah menelan korban dan menyebabkan kerugian materiil. Berikut Hipwee News & Feature telah merangkum 5 faktanya buat kamu. Simak bareng yuk!

Sabtu (31/3) lalu, warga di sekitar teluk melaporkan adanya asap hitam pekat membumbung tinggi dari tengah laut. Katanya kebakaran ini disebabkan ceceran minyak di sekitar perairan

Kepulan asap dari teluk via www.inews.id

Advertisement

Mulanya warga dihebohkan dengan asap hitam yang membumbung tinggi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, tepatnya di tengah teluk yang memisahkan Kota Balikpapan dan Penajam Paser Utara. Dugaannya kebakaran ini terjadi akibat ceceran minyak yang ditemukan kapal patroli PT. Pertamina. Dilansir Liputan6, kebakaran ini juga membuat dua nelayan meninggal dunia dan 20 orang lainnya menderita luka bakar.

Dugaan awalnya minyak itu berasal kebocoran pipa Pertamina, tapi mereka membantah dan mengatakan itu adalah bahan bakar kapal yang tumpah

Saking luas area yang tercemar, tumpahan minyaknya bahkan bisa dilihat jelas dari satelit via www.viva.co.id

Ada isu yang mengatakan kalau minyak itu dari pipa Pertamina yang bocor karena lokasinya yang memang dekat kilang minyak Pertamina Balikpapan. Tapi hasil investigasi polisi dan penelitian sampel minyak oleh Pertamina, minyak itu berasal dari Marine Fuel Oil (MFO) atau bahan bakar kapal.

Tapi setelah ditelusuri lagi, minyak itu berasal dari pipa Pertamina yang patah di dalam laut. Pihaknya juga sudah mengakui kalau itu memang berasal dari kilang minyaknya

Mencemari ribuan hektar Teluk Balikpapan via www.cnbcindonesia.com

Dilansir BBC, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Ade Yaya, mengatakan kalau setelah pemeriksaan lebih lanjut, minyak itu memang berasal dari pipa baja Pertamina yang patah di kedalaman 20 meter dari permukaan laut. Pipa itu menjalar dari Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara menuju Balikpapan. Saat ini pihak Pertamina juga sedang melakukan perbaikan. Kabarnya tekanan ekstrem membuat pipa itu sampai patah. Padahal waktu dilakukan pemeriksaan tahun lalu, kondisinya masih baik-baik aja lho.

Dampaknya jangan ditanya, minyak itu sudah mencemari ribuan hektar laut dan bahkan meracuni ikan pesut

Ikan pesut yang mati diduga karena keracunan minyak via www.bbc.com

Advertisement

Akibat patahnya pipa berdiameter 20 inci dengan ketebalan 12 milimeter yang menyalurkan minyak mentah ini, laut di sekitar lokasi jadi tercemar. Kabarnya pencemaran ini sampai meracuni ikan pesut karena minyak sudah tersebar sampai ke 13.000 hektar luas permukaan laut.

Tapi salut deh sama warga di sekitar sana, yang beramai-ramai membersihkan laut dari cemaran minyak pakai ember dan gayung!

Beramai-ramai membersihkan teluk yang tercemar via www.jawapos.com

Satu hal yang bikin salut adalah kekompakkan warga dan polisi dalam membersihkan sebaran minyak di sepanjang bibir pantai. Mereka berbondong-bondong memindahkan minyak dari laut ke ember dan tong besar. Meski mungkin tidak bisa membersihkan sepenuhnya, tapi aksi ini paling tidak bisa mengurangi minyak lebih banyak tersebar.

Masalah ini sebenarnya adalah buntut dari kelalaian pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab terhadap keberlangsungan ekosistem bawah laut. Kalau sudah tercemar gini rada susah juga kan mengembalikan seperti semula. Bisa jadi di bawah laut sana udah banyak spesies yang teracuni minyak yang tumpah. Ya, semoga aja ke depannya bisa lebih berhati-hati lagi deh…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya