5 Kabar Terbaru Titi Wati Pasca Operasi. Beratnya Mulai Turun, Bisa Bangun dan Duduk Sendiri

Kondisi terkini Titi Wati

Nama Titi Wati sempat jadi perbincangan beberapa waktu lalu karena bobot tubuhnya yang jauh di atas normal. Wanita asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah itu diketahui memiliki berat mencapai 200 kilogram lebih, membuatnya hanya bisa berbaring di atas kasur. Makan dan minum pun dilakukannya sambil tiduran atau tengkurap. Waktu itu Titi berharap ada pihak yang bisa membantunya mengembalikan tubuhnya seperti sediakala.

Advertisement

Beruntung, tak lama setelah viral, pemerintah setempat memberi santunan dan bekerjasama dengan tim medis serta dinas sosial, untuk melakukan treatment khusus kepada Titi. Januari lalu, Titi menjalani operasi bariatrik — operasi saluran pencernaan— demi membantu merangsang rasa kenyang saat makan. Operasi dilakukan oleh tim dokter gabungan dari RS Doris Sylvanus, Palangkaraya. Sekarang, hampir 1 bulan pasca operasinya, kondisi Titi Wati berkembang cukup baik. Apa saja sih perubahannya kini?

1. Upaya Titi Wati melawan obesitas akhirnya membuahkan hasil. Bobot tubuhnya sekarang dikabarkan sudah turun 15 kilogram!

Selain operasi, Titi juga menjalani program diet demi menjaga asupan makanannya sehari-hari agar nggak kebablasan. Diet ini dipantau langsung oleh dokter ahli gizi. Tak hanya itu, dikutip dari iNews, Titi juga mulai belajar olahraga ringan dengan mengangkat-angkat kedua tangan dan kakinya. Atas semua usahanya itu, bobot Titi kini sudah turun 15 kilogram.

2. Kalau dulu Titi cuma bisa berbaring di atas kasur, kini ia sudah bisa duduk dalam jangka waktu yang lama. Proses dari tiduran ke duduk pun juga sudah bisa dilakukan sendiri

Sudah bisa duduk via www.liputan6.com

Titi Wati mengaku tubuhnya sudah jauh lebih ringan. Kalau dulu segala aktivitasnya dilakukan dengan berbaring atau tengkurap, kini ia mulai bisa duduk sampai 30 menit. Saat bangun dari posisi tidurnya pun, Titi bisa melakukannya sendiri, padahal dulu perlu bantuan orang lain untuk bangkit. Kalau untuk berdiri, Titi mengaku masih belajar.

Advertisement
3. Operasi yang dilakukan pertengahan Januari kemarin bukanlah satu-satunya operasi yang akan dijalani Titi Wati. Saat ini tim medis sedang menyiapkan operasi lanjutan

Operasi kemarin baru awal aja via www.liputan6.com

Dikutip Kompas, tim medis sedang mengagendakan operasi lanjutan untuk Titi. Mengenai kapan operasi ini dilakukan, masih menunggu hasil pantauan indeks massa tubuh Titi. Seperti diketahui, untuk bisa menjalani operasi kedua, berat badan Titi harus berkurang setidaknya 50 – 60 persen. Operasi lanjutan ini merupakan operasi gastric bypass, yang dilakukan dengan membuat jalur antara lambung ke usus, membuat pasien lebih cepat kenyang dan tubuh menyerap kalori lebih sedikit.

4. Sebagai bagian dari program diet sehatnya, Titi nggak dianjurkan makan nasi dulu untuk sementara waktu. Sebagai gantinya, ia diberi susu khusus

Dilarang makan nasi dulu via www.inews.id

Demi mencapai target berat badan yang ditetapkan, Titi dilarang makan nasi untuk sementara waktu. Sebagai gantinya, ia diberi susu khusus untuk melengkapi kalori dalam tubuhnya. Selain susu, Titi juga diberi makanan ringan lain agar kalorinya tetap terpenuhi.

5. Titi Wati mendapat santunan sebesar Rp200 juta dari gubernur karena kondisi ekonomi keluarganya yang amat pas-pasan. Sejak menderita obesitas, ia hanya menggantungkan hidup pada suaminya yang mencari kayu di hutan

Gubernur saat berkunjung ke RS via www.borneonews.co.id

Advertisement

Obesitas ekstrem yang diderita, membuat Titi terpaksa harus berhenti beraktivitas, padahal dulu ia punya usaha merangkai bunga. Untuk bisa bertahan, seperti dikutip dari Detik, ia terpaksa menggantungkan hidup pada suaminya yang bekerja mencari kayu di hutan. Karena kondisi inilah, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran terketuk hatinya untuk memberi santunan uang senilai Rp200 juta untuk Titi.

Herlina setia merawat ibunya via regional.kompas.com

Tapi ada juga yang bilang santunan itu diberikan untuk anak Titi, Herlina, sebagai modal dagang sembako. Sugianto mengaku uang tersebut merupakan penghargaan terhadap bakti yang dilakukan Herlina kepada ibunya selama ini. Selain itu, katanya Sugianto juga akan membantu Herlina melanjutkan sekolahnya yang sempat terhenti.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE