5 Tren Olahraga Baru yang Layak Dicoba. Selain Biar Sehat, Hebatnya Juga Bisa Selamatkan Dunia!

Olahraga ramah lingkungan

Semenjak banyak artis atau selebgram mempromosikan gaya hidup sehat di media sosialnya, kini olahraga mulai jadi bagian dari gaya hidup masyarakat terutama masyarakat urban. Yang tadinya mungkin malas olahraga, setelah melihat postingan seleb main ke gym atau lari pagi, jadi terpacu buat melakukan hal yang sama. Apalagi kalau mereka membeberkan perubahannya sebelum dan sesudah rutin olahraga. Wah, bisa bikin yang lihat makin menggebu-gebu.

Advertisement

Nah, belakangan ini, baru aja ada jenis olahraga baru yang layak kamu coba. Selain jelas bikin badan lebih sehat dan fit, olahraga ini juga bisa membantu selamatkan bumi dari “kepunahan”. Kapan lagi ‘kan dapat 2 manfaat sekaligus dari hanya berolahraga?

1. Yang pertama ada plogging, gabungan dari olahraga jogging dan memungut sampah. Sambil lari sambil bersih-bersih sampah, hmm… sepertinya menyenangkan

Plogging sudah sampai Kamboja lo via www.asialifemagazine.com

Nggak perlu jadi pelari profesional dulu buat bisa mencoba jenis olahraga satu ini. Yup, plogging. Ide olahraga ini datang dari Swedia, seperti dikutip World Economic Forum. Caranya, tinggal jogging seperti biasa, tapi sambil lari kamu diharuskan memungut sampah yang kamu temui di jalan. Kamu juga mesti membawa kantong buat tempat sampah yang kamu pungut. Saat ini sudah banyak komunitas plogging yang tersebar di seluruh dunia. Kalau di daerahmu belum ada, kenapa nggak kamu inisiasi aja?

2. Kalau kamu hobi berenang dan menyelam, kayaknya kamu perlu mencoba strawkling deh

Seru banget nih kayaknya via www.standaard.be

Strawkling berasal dari kata straw dan snorkelling. Seperti kepanjangannya, olahraga ini dilakukan dengan menyelam sambil memungut sampah sedotan. Dalam praktiknya sih nggak cuma sedotan aja yang jadi targetnya, tapi semua sampah plastik yang ada di lautan. Strawkling diinisiasi pertama kali oleh perenang, penyelam, dan surfer di Australia. Wah, boleh nih dicoba saat kamu main ke pantai!

Advertisement
3. Ada juga green gym, atau bisa dibilang “fitness” di tempat terbuka. Tapi bukan berarti alat-alat fitnessnya dipindah ke luar lo ya~

Green gym juga seru kalau melibatkan anak-anak. Jadi sarana belajar mencintai lingkungan kan via wattersgardencenter.com

Green gym ini sebenarnya mirip kerja bakti di Indonesia sih 🙂 Tapi kalau green gym ini fokus ke membuka lahan hijau. Jadi misal ada lahan nggak terpakai, orang akan berkumpul untuk melakukan green gym, mulai dari membersihkan rumput-rumput liar, memotong ranting-ranting, menanam pohon atau tumbuhan, dan banyak lainnya. Gerakan green gym ini sebenarnya sudah ada di Inggris sejak 1959 lo!

4. Yang masih hangat di media sosial ada #trashtag movement. Iya, challenge yang mengumpulkan sampah dan mengunggah foto before after-nya ke media sosial itu

Belum lama ini #trashtag movement populer di media sosial. Gerakan ini juga banyak disebut sebagai #ChallengeForChange atau “Tantangan untuk Perubahan”. Dalam challenge ini, orang atau kelompok orang diharuskan membersihkan sampah di suatu tempat dan mengunggah foto before dan after-nya ke media sosial. Mereka biasanya juga mendorong orang lain untuk join gerakan ini. Selain bisa menghasilkan keringat, tentunya #trashtag movement bisa sekaligus membersihkan lingkungan dong~

Advertisement

5. Terakhir ada “Just do it – outside”. Wah gimana lagi tuh?

Yuk, perbanyak jalan kaki via doctor.ndtv.com

Bukan, ini bukan slogan brand olahraga terkenal itu. Ini sebenarnya bukan jenis olahraga yang baru-baru banget, soalnya kita cuma dituntut untuk tidak membuang-buang karbon monoksida –alias nggak memakai kendaraan– dengan memilih jalan kaki setiap ke luar rumah. Kita juga nggak harus memunguti sampah seperti jenis-jenis olahraga di atas. Beneran cuma ke luar rumah, menghirup udara segar, dan mencari sinar matahari menyehatkan. Selain sehat, kita juga bisa mengurangi produksi zat berbahaya bagi lapisan ozon lo!

Wah, gimana nih? Ada yang tertarik buat kamu coba?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE