Kok bisa sih?

Gemas dan terheran-heran. Begitulah reaksi kita bila melihat hewan bertingkah layaknya seorang manusia, berjalan misalnya. Baru-baru ini sedang viral video seekor gorila berjalan tegak seperti manusia di kebun binatang Philadelphia, AS. Tingkahnya yang sempat diabadikan oleh petugas kebun binatang setempat, langsung diperbincangkan warganet sedunia. Secara ilmiah, fenomena tersebut disebabkan oleh antropomoffisme yaitu ketika makhluk yang bukan manusia berperilaku seperti manusia.

Advertisement

Kabar menariknya, ternyata bukan hanya gorila saja lho yang memiliki sifat antropomorfisme. Ada 6 binatang lain yang bisa bertingkah seperti manusia. Apa aja, sih? Tenang, Hipwee News & Feature sudah merangkumnya buat kamu berikut ini.

1. Bukan cuma manusia yang punya sifat pendendam, burung gagak ternyata juga punya sifat tersebut lho

Burung gagak sifatnya pendendam via pijar.net

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh John Marzluff, Profesor di University of Washington, mengatakan bahwa burung gagak selain cerdas juga mampu mengingat manusia yang berbahaya bagi keselamatannya.

Penelitian sederhananya dengan cara 7 hingga 15 ekor gagak di 5 kawasan berbeda di Seattle, dilepas di antara orang-orang yang mengenakan topeng lalu orang tersebut melakukan penyerangan terhadap burung gagak tadi. Dua minggu berselang, gagak-gagak tersebut marah dengan orang yang memakai topeng tersebut dan bersikap normal kepada orang yang tak memakai topeng tersebut.

2. Yang ini cukup menarik, lho. Bila sapi dipisahkan dari gerombolannya dapat menyebabkan stres. Merasa kehilangan gitu

Sapi juga bisa stres via www.agrowindo.com

Jika kita kehilangan teman pasti merasa sedih, kan? Galau tak berkesudahan bahkan bisa kepikiran atau stres. Ternyata perasaan ini juga dirasakan sapi bila ia dipisahkan dari gerombolannya.

Dari penelitian seorang ilmuwan, Krista Mclennan, University North Hampton, Inggirs, menjelaskan bahwa sapi bisa stres seperti manusia bila dipisahkan dari kelompoknya sesama sapi. Nah, hal ini bisa dideteksi dari denyut jantung dan kortisol (hormon penyebab stres) yang diproduksi kelenjar adrenalin sapi ketika jauh dari gerombolan sapi lain. Ada-ada aja, ya. He he he.

3. Rasa empati tinggi yang selama ini dikenal hanya dimiliki manusia, juga dapat ditemukan di kawanan gajah

Gajah akan sedih bila temannya mati via bobo.grid.id

Dilansir dari Business Lounge Journal, gajah bisa sedih karena merasa kehilangan seperti ketika salah satu kawanannya meninggal. Bukan hanya itu guys, teman satu kelompoknya biasanya akan mengubur gajah yang mati dengan tumpukan dedaunan maupun rumput. Yang lebih mencengangkan lagi, gajah-gajah tersebut akan mendatangi kuburan temannya yang mati selama bertahun-tahun meski sudah berubah menjadi tulang-belulang. Empati banget, ya.

4. Seperti manusia yang doyan ngobrol dan kumpul-kumpul, lumba-lumba ternyata terbukti suka ngerumpi bareng kawanan segerombolannya

Lumba-lumba tukang ngerumpi via mentalfloss.com

Fakta tentang lumba-lumba bisa ngobrol dengan kawanannya, memang benar adanya guys. Berdasarkan penelitian seorang ilmuwan bernama Vyacheslav Ryabov, lumba-lumba dapat menghasilkan getaran, klik, atau, siulan. Lumba-lumba lain akan bisa menangkap dan merespon getaran tersebut. Sistem itulah yang menjadi alat komunikasi mereka.

Dengan kata lain nih guys, getaran tersebut merupakan fonem atau bahasa lisan lumba-lumba. Nah, makanya tak pelak jika lumba-lumba sedang bergerombol akan seperti ngobrol saling sahut-sahutan. Hmmm, lucu juga ya.

5. Kamu juga harus tahu nih, selain cemburu ternyata anjing juga bisa jatuh cinta lho guys

Rasa bersalah akan melanda seekor anjing bila tak menurut tuannya via www.petsmart.com

Advertisement

Puppy love, istilah ini dicetus oleh seorang antropologis, Elizabeth Marshall Thomas karena meyakini bahwa anjing bisa jatuh cinta. Fakta ini pun diperkuat oleh seorang profesor Paul Zak, dari Claremont Graduate University, California, yang menemukan bahwa otak anjing merilis oxytocin saat berinteraksi dengan manusia dan anjing lainnya. Oxytocin ini mirip dengan oxytocin manusia saat memeluk atau mencium. Jadi, perasaan jatuh cinta yang dialami anjing bukan mitos ya guys.

6. Prinsip hidup berkelompok dan saling berdemokrasi selayaknya kehidupan manusia, ternyata juga dijunjung tinggi oleh kawanan banteng

Ada demokrasi di kelompok banteng via www.altinawildlife.com

Seorang peneliti asal perancis, Amandine Ramos menjabarkan bahwa banteng juga sangat demokratis dalam hidup berkelompok. Dalam penelitiannya selama tiga bulan, dengusan banteng disertai suara parau menandakan bahwa mereka dapat melakukan voting dalam beberpa hal, seperti menentukan mau makan apa sekarang dan di mana lokasinya.

Biasanya nih guys, ketika ingin memutuskan makan di padang rumput yang akan dituju, banteng yang banyak diikuti oleh banteng lain akan menjadi keputusan mufakat. Waw, cara yang sangat demokratis bukan?

Nah, itulah fakta tentang karakter dan sifat alami hewan alami yang mirip dengan manusia. Hewan juga punya insting, pikiran, serta hati. Kita sebagai manusia nggak boleh seenaknya mengganggu mereka apalagi sampai menyiksa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya