Merokok atau tidak merokok adalah hak masing-masing individu. Saat sudah baligh atau dewasa, setiap orang punya hak penuh untuk menentukan apa yang ia mau. Merokok memang tak baik bagi kesehatan dan memperpendek umur orang. Namun suka-tidak suka, tidak semua manusia dalam hidupnya memprioritaskan kesehatan. Ada yang menganggap rokok sebagai teman yang baik untuk mengerjakan tugas, melipur pikiran, atau membuat obrolan jadi lebih lancar. Ada juga yang merokok karena ingin saja. Tidak apa-apa karena itu hidupnya.

Yang jadi masalah adalah saat orang dewasa merokok di depan anak yang tak tahu apa-apa.

Advertisement

Walaupun merokok adalah hak, tetap ada etika yang mengikat para pelakunya agar tak merugikan manusia lain di sekitarnya. Dan apapun alasannya, merokok di depan anak kecil adalah tindakan yang mesti dihentikan sekarang juga!

Para perokok bisa memuaskan hasrat mereka tanpa perlu melanggar hak orang lain di sekitarnya. Bukankah ini alasan utama ruang khusus untuk merokok itu ada?

Smoking Area | Wikimedia Commons

Smoking Area | Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Walau banyak perokok sudah sadar soal etika, ada juga yang masih tidak menganggap penting pemisahan ketat antara bilik khusus perokok dan ruang bebas asap rokok. Di ruang publik yang tak punya ventilasi terbuka, bahkan di ruangan dengan AC yang menyala, kita bisa menemukan perokok yang sedang asyik sebat-duabat. Padahal di sekitarnya ada banyak orang lain yang belum tentu juga perokok aktif seperti dia.

Ada tujuan kenapa bilik khusus perokok diciptakan: agar hak semua orang bisa tetap ditegakkan dan tak saling berbenturan. Hak perokok untuk bersantai sambil mengobrol dengan sesama perokok tetap terpelihara, sementara hak orang yang tak merokok tidak perlu cedera gara-gara asap di sekitar mata dan hidungnya.

Anak kecil lebih rentan dari orang dewasa pada asap rokok dan bahayanya. Terutama pada kesehatan jantung mereka

Child smoker

Child smoker via youneed.com.ua

Advertisement

Risiko seorang anak untuk menderita penyakit jantung melompat jadi 4 kali lipat lebih tinggi jika sang orangtua merokok di sekitar mereka. Pada anak, asap rokok akan meningkatkan level kotinin dalam darah mereka — sementara level kotinin yang tinggi dalam darah adalah salah satu faktor penyebab penyumbatan jantung.

Selain risiko pada jantung, anak yang terekspos pada asap rokok juga menunjukkan kerentanan pada infeksi telinga, pneumonia, radang tenggorokan, dan penyakit paru-paru. Mirisnya, mereka sebenarnya tak pernah melakukan sesuatu yang membuat mereka layak mewarisi risiko penyakit sebanyak itu. Anak tak bisa memilih siapa orangtuanya, atau orang dewasa seperti apa yang hadir di sekitar mereka. Kita yang seharusnya lebih bijak menjaga dan merawat mereka sebaik-baiknya.

Anak juga belum bisa berpikir sekompleks kita. Dengan merokok di depan mereka, bisa-bisa kita memberi kesan bahwa merokok adalah sekeren-kerennya tindakan

Sekeren-kerennya tindakan?

Sekeren-kerennya tindakan via rebloggy.com

Setiap orang dewasa memang boleh menentukan sendiri arah hidupnya. Mau merokok atau tidak, terserah mereka. Mengambil keputusan untuk merokok atau tidak ini mesti lebih dulu didahului oleh tersedianya berbagai macam informasi. Setiap orang yang memutuskan melakukannya harus tahu benar tentang risiko dan bahayanya.

Belum tentu anak kecil bisa mengerti apa saja risiko dari tindakan merokok ini. Jika terbiasa dengan orang dewasa yang merokok di sekitarnya, mereka bisa saja mendapat kesan bahwa merokok adalah aktivitas menyenangkan yang sama sekali tak berbahaya. Bukankah ini gawat namanya?

Ini bukan hanya tentang mematikan rokok saat ada anak kecil di samping kita. Namun juga tentang menahan diri di tempat-tempat umum yang banyak anak kecilnya

Punya hak, berarti bisa bertanggung jawab

Punya hak, berarti bisa bertanggung jawab via blitzbop.tumblr.com

Mungkin memang tidak ada anak kecil yang duduk tepat di samping kita. Namun saat kita ada di tempat umum yang umum disambangi mereka — seperti kafe, restoran, stasiun dan bandara — adalah tanggung jawab kita untuk menahan diri sampai menemukan bilik khusus perokok di sana. Karena tidak merokok di sekitar manusia yang belum dewasa bukan hanya tentang melindungi mereka dari risiko penyakit. Melainkan juga memberi mereka kesempatan untuk mengambil keputusan merokok-atau-tidak ketika mereka sudah benar-benar dewasa.

Tidak merokok saat anak kecil ada dan/atau bisa melihat kita. Apa sih susahnya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya