Di balik kehidupan perkotaan yang seringkali identik dengan kemakmuran dan kemewahan, sebenarnya selalu ada potret kesenjangan yang mungkin terabaikan. Hidup di area atau kode pos yang sama, bukan berarti warganya menjalani kehidupan yang sama. Bahkan di kota-kota besar dunia seperti Paris yang selalu digambarkan sebagai ‘kota orang kaya’, kini banyak ditemui pengemis dan gelandangan meminta-minta di pinggiran Menara Eiffel. Mirisnya, kesenjangan kehidupan di kota tidak selalu dapat dilihat sudut pandang kita yang hidup di dalamnya. Ide ini kemudian mengilhami seorang fotografer Johnny Miller untuk menangkap kesenjangan dari sudut pandang berbeda, yaitu dilihat dari angkasa.

Teknologi drone yang memungkinkan pengambilan gambar dari angkasa ternyata bisa mengubah perspektif banyak orang tentang kehidupan di perkotaan. Proyek Johnny Miller yang diungah melalui situs Unequal Scenes menunjukan garis batas yang jelas dari kehidupan yang berbeda di lingkungan yang sama. Foto ini bahkan memperlihatkan kondisi yang sangat kontras. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak uraian Hipwee News & Feature berikut!

1. Mumbai dilihat dari angkasa, gedung bertingkat tampak sangat kontras dengan pemukiman padat penduduk. Kota industri terbesar di India ini memberikan gambaran kesenjangan yang nyata

Perkantoran yang melibatkan banyak uang di dalamnya, nyatanya tidak mampu memakmurkan tetangganya sendiri. via www.unequalscenes.com

2. Kemakmuran vs kemiskinan nggak selalu tergambarkan dengan gedung bertingkat dan pemukiman padat. Di Nairobi, Kenya definisi makmur bisa dengan terlihat betapa hijaunya suatu kawasan

Di daerah miskin pelayanan publik dan listrik kurang terpenuhi, sampah pun berserakan di jalan. via www.unequalscenes.com

3. Di Afrika Selatan, padang golf yang hijau membentang bahkan berjajaran dengan pemukiman padat penduduk yang kering kerontang

Lapangan Golf Papwa Sewgolum tampak begitu hijau sementara pemukiman di sebelahnya begitu kering. via www.unequalscenes.com

4. Sebelah kiri menunjukan perumahan elit Ixtapalapa di Mexico City. Gerbang yang panjang memisahkan kawasan tersebut dengan pemukiman penduduk yang memiliki penghasilan lebih rendah

Bukti bahwa masyarakat membentuk komunitas juga berdasarkan pertimbangan penghasilan. Kontras banget. via www.unequalscenes.com

5. Bahkan di negara adidaya seperti Amerika, kesenjangan tetap masih ada. Di California, kantor perusahaan raksasa Facebook berdiri di tengah perkemahan tuna wisma

Di satu sisi, perusahaan melibatkan begitu banyak uang berdampingan dengan penduduk yang kesulitan uang. via www.unequalscenes.com

6. Di Dar es Salaam, Tanzania, kesenjangan justru terjadi antara penduduk asli dan koloni asing dari Eropa. Penduduk asli lebih tidak makmur dibandingkan pendatang

Area hijau bahkan sering diebut dengan “Kawasan Eropa” di mana kolonial Inggris dan Jerman tinggal. via www.unequalscenes.com

7. Pemandangan sangat menarik terlihat dari atas Vusimuzi, Gauteng. Pemukiman yang makmur dan miskin terpisahkan oleh petak pemakaman yang sangat luas

Pemukiman elit bearada di sebelah kanan, bagian tengah adalah pemakaman luas dan panjang, sedangkan sebelah kiri adalah pemukiman penduduk berpenghasilan rendah. via www.unequalscenes.com

8. Air memang menjadi barang yang mewah bagi sebagian besar penduduk di Afrika Selatan. Seperti yang terjadi di Cape Peninsula kawasan danau Michelle

Sedangkan kawasan yang jauh dari perairan kelihatan kering dan padat penduduk. via www.unequalscenes.com

9. Satu lagi bukti bahwa kawasan hijau di Afrika Selatan sangatlah berharga dan jadi lambang kemakmuran. Potret Kya Sands, di Johannesburg menampilkan fakta meski tanpa kata-kata

Setelah bencana kebakaran besar dan janji pemerintah yang tak kunjung terlaksana, Kya Sands merupakan kawasan yang penuh keprihatinan. via www.unequalscenes.com

10. Kesenjangan juga terjadi di Jakarta lho. Meski bukan proyek Johnny Miller, di balik menjulangnya gedung-gedung bertingkat di kawasan metropolitan, masih banyak penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan

Kawasan perkantoran berdampingan tepat dengan pemukiman kumuh dan padat penduduk. via ekonomi.metrotvnews.com

Advertisement

Terkadang sesuatu terlihat sangat kontras jika dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Proyek yang dilakukan oleh Johnny Miller mampu memberikan gambaran kepada masyarakat dunia bahwa kesenjangan antara si kaya dengan si miskin itu benar-benar ada. Bahkan tak perlu menggambarkannya melalui dua potret berbeda, mereka hidup berdampingan satu dengan lainnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya