Dorong Masyarakat Daur Ulang Sampah Botol Plastik, Coca-Cola Indonesia Bubuhkan Pesan ‘Recycle Me’ Di Seluruh Label Kemasan

Coca-Cola Indonesia

Pengelolaan sampah yang tidak tepat akan mengakibatkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran udara, pencemaran tanah, hingga pencemaran air. Sementara itu, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah pun kini semakin penuh, mengakibatkan sampah-sampah yang dikumpulkan dari masyarakat setiap harinya jadi tak tertampung. Untuk itu, penting bagi kita melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Advertisement

Salah satu cara mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan adalah dengan pengumpulan dan daur ulang sampah. Hal ini lah yang coba digaungkan Coca-Cola Indonesia melalui pembubuhan pesan ‘Recycle Me’ di setiap kemasan dari semua brand produknya. Menggandeng Waste4Change, program terbaru Coca-Cola Indonesia ini ingin mendorong dan memudahkan masyarakat mendaur ulang botol plastik PET dan kaleng bekas pakai mereka.

Program ‘Recycle Me’ adalah bagian visi Coca-Cola dalam menciptakan “World Without Waste

Kemasan Coca-Cola (dok.Coca-Cola)

Peluncuran pesan ‘Recycle Me’ di seluruh label kemasan produk ini adalah salah satu cara PT Coca-Cola Indonesia melibatkan dan menyadarkan para konsumen tentang pentingnya pengumpulan serta daur ulang kemasan bekas. Hal ini sesuai dengan visi perushaan yang ingin menciptakan “World Without Waste“. Director of Public Affairs Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo mengatakan pihaknya ingin mencegah kemasan minuman menjadi sampah.

“Seperti kebanyakan masyarakat pada umumnya, kami ingin mencegah kemasan minuman menjadi sampah. Jenis kemasan plastik PET memiliki nilai tinggi serta dapat didaur ulang menjadi kemasan baru atau barang berharga lainnya. Upaya ini merupakan sebuah prioritas dan kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi bersama dengan para mitra kami,” kata Triyono melalui keterangan tertulis, Kamis (28/10).

Advertisement

Triyono menambahkan, peluncuran pesan ‘Recycle Me’ merupakan bagian dari prioritas dan komitmen perusahaan untuk jadi bagian solusi bersama dalam hal pengelolalaan sampah khususnya di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya pada tahun 2018, Coca-Cola telah menetapkan tujuan utama dari “World Without Waste“, yaitu membantu mengumpulkan dan mendaur ulang setiap botol atau kaleng yang dijual secara global pada tahun 2030, memastikan seluruh kemasannya dapat didaur ulang pada tahun 2025, dan menggunakan setidaknya 50 persen bahan daur ulang dalam kemasannya di tahun 2030.

Lebih lanjut, Coca-Cola memahami bahwa salah satu cara yang paling efektif untuk mengedukasi masyarakat terkait daur ulang sampah kemasan minuman adalah dengan menampilkan pesan ‘Recycle Me’, yang saat ini sudah bisa ditemukan pada semua brand dan kemasan produk Coca-Cola di seluruh negara ASEAN.

Advertisement

Adapun proses transisi menuju label kemasan baru ini diharapkan akan rampung hampir sepenuhnya pada akhir tahun 2021. Sementara itu Coca-Cola Indonesia akan semakin memperbanyak pesan daur ulang dalam marketing campaign dan kanal media sosial guna mendorong konsumen meningkatkan aktivitas daur ulang.

Sebelumnya, Coca-Cola Indonesia telah mengganti kemasan hijau ikonik Sprite menjadi botol PET bening yang lebih mudah di daur ulang di negara-negara ASEAN. Selain itu, Coca-Cola Indonesia juga telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan dan meluncurkan Packaging Recovery Organization (IPRO) yang bertujuan mengakselerasi pengumpulan dan pendaurulangan kemasan bekas pakai secara berkelanjutan.

Program ‘Recycle Me’ menggandeng Waste4Change untuk ajak konsumen kumpulkan, pilah dan kirimkan sampah kemasan minuman

Program ‘Recycle Me’ (dok.Coca-Cola)

Tak hanya mengajak konsumen untuk mendaur ulang sampah kemasan minuman. Dalam kesempatan ini Coca-Cola Indonesia menggandeng Waste4Change sebagai mitra pengumpulan sampah kemasan minuman dari seluruh brand Coca-Cola dalam program ‘Recycle Me’. Melalui kemitraan ini, konsumen diajak untuk mengumpulkan, memilah dan mengirimkan botol plastik PET atau kaleng bekas pakai ke bank sampah terdekat yang bermitra dengan Waste4Change. Kemasan yang terkumpul itu nantinya akan didaur ulang dan diubah menjadi barang yang lebih bermanfaat.

“Perusahaan seperti Coca-Cola dapat memainkan peranan penting melalui kekuatan dan jangkauan yang dimilikinya untuk mendorong kesadaran konsumen akan pentingnya daur ulang, serta membantu menginspirasi perubahan perilaku.” kata Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano.

Program ‘Recycle Me’ ini merupakan inisiatif yang akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 28 Oktober hingga 31 Desember 2021. Para konsumen diajak mengirimkan enam botol plastik PET atau enam kaleng bekas pakai dari berbagai produk Coca-Cola ke 16 bank sampah yang tersebar di DKI Jakarta.

Untuk 1.000 konsumen pertama yang berpartisipasi dalam program ini akan mendapatkan subsidi ongkos kirim hingga Rp25.000. Kamu yang tertarik ikut serta dalam program ini juga berkesempatan meraih poin yang dapat ditukarkan dengan pulsa telepon, token listrik dan e-wallet senilai maksimal Rp25.000 di beragam merchant yang tersedia. Informasi lebih lanjut mengenai program ‘Recycle Me’ bisa didapat melalui  https://recycleme.coca-cola.co.id/.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

CLOSE