Pria bertelanjang dada adalah pemandangan yang lazim kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah cuaca panas, di kolam renang saat besar kemungkinan kaus basah terkena air, sampai di tengah pertandingan olahraga — akan banyak kita lihat pria yang dengan santainya membuka tubuh bagian atas mereka.

Hal ini tidak berlaku bagi wanita. Dada atau payudara adalah hal yang perlu senantiasa ditutup sepanjang waktu. Pernahkah kamu berpikir, kenapa pria boleh bertelanjang dada sementara wanita tidak? Apa yang mendasari pemikiran tersebut? Dalam artikel ini Hipwee akan memaparkan alasannya.

Gerakan #FreeTheNipple (Bebaskan Puting)

#FreeTheNipple via www.xojane.com

Pada awal musim panas tahun ini, Scout Willis, anak perempuan dari pasangan Bruce Willis dan Demi Moore melakukan aksi protes di New York, Amerika Serikat dengan mempertunjukkan payudaranya di depan publik. Dia berjalan di jalanan New York dengan dada yang terbuka hingga menarik perhatian banyak orang. Aksi unjuk payudara yang kemudian diberi tagar #FreeTheNipple ini juga ia unggah di Twitter.

Aksi #FreeTheNipple merupakan bentuk protes Scout terhadap Terms of Use Instagram yang membuat akun Instagram-nya ditutup. Sebelumnya, Scout memposting 2 buah foto yang dinilai menyalahi aturan main komunitas Instagram.

Advertisement

Foto pertama Scout yang membuatnya dikeluarkan dari Instagram via www.washingtoncitypaper.com

Foto pertama adalah fotonya dengan atasan berkerah V yang memperlihatkan belahan payudaranya.

Gambar kedua yang diunggah Scout via www.washingtoncitypaper.com

Gambar kedua adalah foto jaket yang di atasnya terdapat selembar foto yang memperlihatkan dua orang temannya bertelanjang dada. Oleh Instagram, yang melarang penggunanya memposting foto nude maupun semi-nude, Foto ini dianggap melanggar peraturan komunitas.

Scout kemudian memutuskan untuk melenggang di jalanan New York, dimana bertelanjang dada dilegalkan untuk wanita, sebagai simbol kedaulatan wanita terhadap tubuh mereka sendiri. Scott mengatakan aksinya ini bukanlah tindakan mencari perhatian, tapi justru sebuah pembebasan terhadap represi atas tubuh wanita yang selama ini terjadi:

“Aku tidak menuntut kebebasan bagi wanita untuk tidak memakai bra di tempat publik, atau meminta masyarakat menerima wanita yang bertelanjang dada. Tidak. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa wanita punya hak untuk memilih bagaimana ia hendak menunjukkan tubuhnya di masyarakat.

Pilihan itu harusnya menjadi keputusan personal, bukan ditentukan oleh reaksi masyarakat terhadap aksi yang dilakukannya. Tidak ada wanita yang bisa dipermalukan karena apa yang ia lakukan pada tubuhnya sendiri.”

Sebelumnya, Payudara Pria Juga Sama Sakralnya Seperti Payudara Wanita

Pakaian renang pria di tahun 1930-an via www.gallimauphry.com

Argumen Scout terhadap aksi pembebasan puting susu wanita ia landaskan pada perjuangan serupa yang pernah pria lakukan pada tahun 1930-an. Pada dekade tersebut, dada dan puting susu bahkan masih dianggap sebagai bagian tubuh pria yang tidak layak dipertunjukkan ke publik.

Belum diterimanya pria menunjukkan puting susu mereka di hadapan publik tidak bisa dilepaskan dari tren fashion yang berkembang pada saat itu. Kebanyakan pria menggunakan under shirt dibawah pakaian yang mereka kenakan. Lapisan under shirt ini berfungsi menyembunyikan puting pria di balik tipisnya pakaian yang ia pakai.

Norma masyarakat berubah, membuat pria bertelanjang dada lebih bisa diterima via ymoxyjaxo.freeiz.com

Di tahun 1930, 4 pria bertelanjang dada ditahan karena mempertunjukkan dada mereka di Pulau Coney. Pada tahun 1935, diselenggarakan flash mob pria bertelanjang dada di Atlantic City. 42 dari peserta flash mob tersebut juga ditahan oleh pihak yang berwajib. Perjuangan agar pria bisa bertelanjang dada di depan umum baru berhasil pada tahun 1936, saat norma sosial masyarakat sudah lebih permisif terhadap pria yang dadanya terbuka di depan publik.

Mulai tahun 1990-an, tren fashion kembali berubah. Undershirt sudah bukan lagi jadi fashion item yang harus dimiliki oleh semua pria. Kini kebanyakan pria juga memiliki kegemaran baru untuk untuk berolahraga di gym. Cabang olahraga body-building yang mengekspos dada, lengan dan punggung pun berkembang dengan pesat.

Pertanyaannya, kenapa hari ini pria bisa mempertontonkan dadanya sementara payudara wanita masih dianggap tabu?

Payudara Wanita Memang Jadi Bagian Penting Dari Kepuasan Seksual

Payudara wanita terhubung dengan kepuasan seksual via www.huffingtonpost.com

Alasan mengapa wanita harus menutup payudaranya tidak bisa dilepaskan dari hubungan payudara dan kepuasan seksual. Wanita adalah satu-satunya mamalia yang payudaranya bisa membesar secara permanen. Zoologis Desmond Moris menjelaskan hal ini dengan menggunakan perumpamaan dari aksi seksual monyet:

  • Monyet jantan akan melakukan penetrasi terhadap pasangannya dari belakang. Tanda yang bisa ia gunakan untuk mengetahui apakah si betina terangsang atau tidak bisa dilihat dari pantat monyet betina. Jika pantat monyet betina sudah terlihat merah, berarti monyet ini sudah terangsang secara seksual.
  • Sementara, manusia kebanyakan melakukan penetrasi seksual dari depan (face to face). Dengan cara ini, pria akan melihat payudara wanita sebagai simbol untuk menunjukkan kesiapan seksual wanita tersebut.

8 dari 10 wanita yang diwawancara dalam riset ini juga mengatakan bahwa rangsangan terhadap payudara dan puting susu wanita bisa meningkatkan kepuasan seksual yang dirasakan. Secara ilmiah, payudara wanita juga jadi objek yang menarik dan merangsang bagi pria.

Ketertarikan pria terhadap payudara wanita ternyata tidak bisa dilepaskan dari pengalaman menyusu lewat payudara ibu yang ia alami semasa kecil. Ikatan dan kedekatan seperti yang dirasakan terhadap ibu ingin kembali ia ciptakan dengan pasangan wanitanya. Karena inilah, pria gemar menyentuh dan memberikan rangsangan pada payudara wanita speanjang hubungan seksual berlangsung.

Jika kamu ingin mengetahui alasan dibalik ketertarikan pria terhadap payudara wanita, kamu bisa melihatnya di video ringan ini.

Menutup Payudara Adalah Cara Wanita Menjaga Kehormatannya, Tapi Pria Juga Tetap Punya Kewajiban Untuk Menjaga Mata

Pria juga punya kewajiban menjaga mata via igrenic.deviantart.com

Mengekspos payudara wanita di depan publik adalah hal yang jelas bertentangan dengan norma yang ada di masyakarat kita sekarang. Membiarkan payudara terbuka dan terpapar berbagai rangsangan (yang tidak dikehendaki) juga bukanlah hal yang bijak untuk dilakukan.

Namun perlu diingat, upaya wanita untuk menjaga kehormatan dengan menutup payudara tidak akan berjalan apabila pria tidak memiliki kesadaran untuk menjaga mata. Selamanya, bentuk payudara wanita akan tetap terlihat. Sampai kapan pun, payudara wanita juga akan tetap sensitif terhadap rangsangan.

Menutup payudara adalah upaya wanita untuk menghargai norma dan kepentingan orang lain disekitarnya. Aneh banget ‘kan kalau tiba-tiba cowok terbengong-bengong lihat cewek berjalan telanjang dada di tengah bioskop? Namun, perlu diingat bahwa dua gundukan tersebut bukanlah objek yang disembunyikan demi membuat orang lain penasaran.

Saat wanita sudah menutup payudaranya, berhentilah untuk berusaha mencari dan mereka-reka bentuknya. Biarkan wanita punya kendali atas apa yang ingin mereka tampilkan dan apa yang tidak. Payudara wanita bukan tontonan yang perlu kamu tunggu untuk ditayangkan.