Nelayan Dengar Dentuman Misterius di Laut Bali, BMKG Tangkap Sinyal Misterius. Meteor Jatuh?

Dentuman misterius bali

Pada Minggu, 24 Januari 2021 masyarakat Buleleng, Bali dihebohkan dengan fenomena misterius berupa dentuman pada pukul 10.00 WITA. Setelah mendengar suara tersebut, kabar ini sontak menjadi perbincangan warga di media sosial maupun grup WhatsApp warga.

Advertisement

Dentuman ini terdengar jelas oleh salah satu nelayan asal desa Banjar Dinas Segara, Desa Kubutambahan, Komang Wigiastra yang telah melaut. Saat itu posisinya sekitar 10 kilometer dari daratan. Sementara itu, warga yang ada di bibir pantai Desa Sukasada juga mendengar hal serupa. Masyarakat termasuk Gede Pariadnyana mengira bahwa ada bom yang meledak atau tempat serupa SPBU yang terbakar.

“Awalnya saya kira ada kebakaran, atau SPBU yang meledak. Namun sampai sekarang tidak ada informasi terjadinya kebakaran. Warga sekitar juga sempat mendengar dentuman itu. Semua bertanya-tanya ada apa,” jelas Gede seperti dilansir Kompas.

Masyarakat melihat benda bersinar di langit sebelum suara dentuman muncul. Pihak BMKG menerima sinyal misterius dengan skala 1,1 magnitudo selama 20 detik

Nelayan atau warga/Credit: Unsplash @fredrikohlander via unsplash.com

Mengingat potensi berbahaya dari dentuman tersebut, berbagai pihak ikut turun untuk mencari tahu sumber suara misterius tersebut. Menurut pihak Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya dalam keterangan tertulis mengatakan, kepolisian turut mencari tahu sumber suara tersebut. Sejumlah warga dilaporkan melihat benda bersinar di langit sebeleum terdengar dentuman. Dari beberapa tempat di Buleleng seperti Pengastulan dan Dencarik diketahui kalau suara dentuman terdengar setelah ada benda bersinar di langit

Advertisement

Sementara itu  Pusat Gempa Regional (PGR) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Wilayah III Denpasar, menemukan anomali sinyal di wilayah Buleleng pada waktu dentuman terjadi. Sinyal itu berdurasi 20 detik dengan besaran setara dengan magnitudo 1,1. Sinyal tersebut berdurasi 20 detik dengan besaran skala 1,1 magnitudo. Kendati memiliki kekuatan magnitudo, sinyal tersebut dipastikan bukan sinyal gempa bumi.

“Memang ada anomali sinyal. Namun, sinyal ini bukan seismik gempa bumi karena tak tercatat oleh beberapa sensor di sekitarnya, hanya sensor Singaraja saja,” urai Indira petugas BMKG seperti dilansir Kompas

Penjelasan pihak BMKG terkait sinyal misterius, BPBD terkait pusat dentuman dan konfirmasi LAPAN soal meteor yang menyebabkan gelombang kejut

Advertisement

Seismograf/Credit: Wikimedia Commons via commons.wikimedia.org

Lantas, darimana asal dan apa penyebab dentuman misterius tersebut? Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunasi BMKG Daryono mengatakan bahwa pihak BMKG belum bisa mengonfirmasi penyebab utama dentuman misterius tersebut. Jika warga benar melihat meteor yang melintas di bali, maka ada kemungkinan fenomena shockwave yang akhirnya berubah menjadi gelombang seismik yang terekam oleh sensor gempa BMKG.

Selain itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Made Renti mengatakan bahwa kemungkinan besar suara dentuman tersebut berasal dari laut. Terlepas dari itu, pihak LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) belum bisa mengetahui atau mengkonfirmasi penyebab dentuman yang berasal dari benda langit yang jatuh. Hal ini sendiri dikarenakan pihak LAPAN nggak memiliki alat pendeteksi meteor di daerah Bali. Kendati demikian, jika memang warga melihat benda seperti bola api yang meluncur lalu meledak, hal tersebut mungkin saja meteor yang masuk ke atmosfir bumi dan menyebabkan ledakan kejut.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE