Menerbangkan stasiun luar angkasa, terutama yang bisa menampung suatu awak, bisa jadi mampu menunjang prestise suatu negara. Negara tersebut bisa dipandang lebih maju di bidang teknologi, dan punya modal cukup untuk menerbangkan dan mengoperasikannya. Seperti Cina yang menerbangkan Stasiun Luar Angkasanya pada 2011 dan mampu membuat mata dunia berpaling. Stasiun luar angkasa itu diberi nama Tiangong-1.

Rencananya, stasiun luar angkasa ini akan sengaja disudahi masa beroperasinya dan ‘ditabrakkan’ secara sistematis ke bumi pada 2013. Namun Cina justru memperpanjang misi hingga 2016. Para ahli astronomi kemudian mulai berspekulasi bahwa stasiun luar angkasa ini sudah di luar kontrol. Dilansir melalui The Verge, bahkan Tiangong-1 diperkirakan akan jatuh ke bumi pada Maret 2018. Tapi sebelum kamu khawatir Tiangong-1 bakal menjatuhi atap rumahmu, simak dulu penjelasan dari Hipwee News & Feature berikut deh!

Stasiun luar angkasa pertama Cina, Tiangong-1 meluncur pada 2011 lalu dan sempat dikunjungi para astronot

Peluncuran Tiangong-1 pada 2011 via indiatvnews.com

Advertisement

Pada 2011 Cina dengan bangga mengumumkan pada dunia bahwa mereka akan meluncurkan sebuah stasiun luar angkasa berawak dengan berat kurang lebih 8,5 ton. Stasiun tersebut dijuluki Tiangong-1. Nggak tanggung-tanggung, pada 2012 pesawat luar angkasa Shenzou 9 berhasil membawa 3 awak untuk menjalankan misi di stasiun luar angkasa Tiangong-1. Misi Tiangong-1 seharusnya diakhiri pada 2013 setelah dua tahun stasiun luar angkasa ini mengorbit. Namun otoritas Cina memilih untuk memperpanjang masa orbitnya hingga 2016.

Meskipun pemerintah Cina membantah, para ahli meyakini stasiun luar angkasa milik Negeri Tirai Bambu itu sudah lepas kendali

Lepas kendali via dailymail.co.uk

Pada 2017, para ahli mengamati bagaimana stasiun luar angkasa tersebut berputar-putar tanpa kendali di luar angkasa dengan kecepatan 20.000 mil per jam dan akan jatuh di suatu tempat di bumi. Mendengar berita ini, kebanyakan orang akan ngeri membayangkan suatu bahaya yang suatu waktu bisa jatuh. Namun sebenarnya risiko bahayanya dinilai kecil karena badan pesawat akan terbakar hingga habis atau tinggal serpihan kecil jika memasuki atmosfer bumi.

Jadi dibandingkan bahayanya, para ilmuwan justru menyayangkan ketidaksiapan Cina mengelola stasiun yang berhasil mereka orbitkan di luar angkasa. Kecelakaan ini jelas berdampak negatif terhadap upaya Cina membangun prestise sebagai negara besar yang sudah mampu mengirimkan misi luar angkasa.

Bangkai Tiangong-1 diperkirakan jatuh pada Maret 2018. Walaupun kecelakaan ini disayangkan, tapi kecelakaan ini akan dimanfaatkan ilmuwan untuk mempelajari lebih jauh sampah luar angkasa

Mempelajari perilaku dan perkiraan jatuhnya objek ini via cosmoknowledge.com

Advertisement

Stasiun luar angkasa yang kini jadi sampah tersebut diperkirakan akan jatuh pada Maret 2018. Setelah menabrak atmosfer, benda ini diperkirakan pecah berkeping-keping dan setidaknya menyisakan 10-40% puing sampah luar angkasa yang beratnya 1-4 ton. Namun sisa seberat itu juga punya kemungkinan akan mendarat dalam bentuk kepingan, bukan seperti bongkahan bangkai pesawat yang bakal jadi bencana buat yang kejatuhan.

Seperti bagaimana pasti ada pelajaran di balik tiap tragedi, kecelakaan ini digunakan para ilmuwan atau ahli astronomi untuk mempelajari perilaku ‘sampah-sampah’ luar angkasa yang kini makin menumpuk. Kebanyakan pesawat atau satelit tua yang sudah tidak lagi dipakai, terus mengorbit di sekeliling bumi hingga akhirnya hancur sendiri. Makanya akan menarik untuk melihat bagaimana satelit luar angkasa Cina ini nantinya jatuh ke bumi.

Meskipun menumpuknya sampah luar angkasa memang jadi permasalah penting yang harus segera dicari solusinya, kekhawatiran akan sampah-sampah tersebut jatuh dan melukai orang di bumi sebenarnya masih sangat minimal. Selama lebih dari 50 tahun sejak peluncuran roket ke luar angkasa, hanya ada satu orang dalam sejarah yang tercatat terluka secara langsung oleh sampah luar angkasa. Orang itu adalah Lottie Williams yang pada tahun 1997 terluka bahunya karena terkena pecahan kecil dari roket Delta. Jadi ya nggak perlu khawatir-khawatir amat ya…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya