Persebaran Virus Corona Masuk Gelombang Kedua. Ini 4 Bedanya sama Gelombang Pertama Kemarin

Gelombang pertama dan kedua corona

Pemerintah Indonesia baru aja menunjuk seorang dokter militer bernama Achmad Yurianto sebagai juru bicara penanganan Covid-19. Penunjukkan ini dilakukan agar semua informasi soal virus corona bisa berpusat pada satu pintu saja. Merebaknya kasus ini membuat masyarakat jadi rentan termakan hoaks. Soalnya emang jadi banyak banget informasi yang simpang siur dan nggak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Advertisement

Nah, belum lama ini, Yurianto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu, mengatakan kalau persebaran virus corona di dunia sudah memasuki gelombang kedua sejak 27 Februari lalu. Wah, emang bedanya sama gelombang pertama apa ya? Jangan panik dulu, yuk, pahami bedanya bareng Hipwee~

1. Gelombang 1 terjadi sejak virus corona pertama kali diumumkan di Wuhan, Tiongkok. Waktu itu angka persebarannya meningkat pesat di dataran Cina. Memasuki gelombang 2, yang terjadi justru sebaliknya

Beda di tingkat penularan via www.hipwee.com

2. Selain itu, perbedaan lain ada di masa inkubasi. Awalnya dikatakan kalau masa inkubasi ini berlangsung selama 14 hari. Tapi belakangan banyak ditemukan pasien yang baru positif di hari ke-20 atau 21

Masa inkubasinya juga beda via www.hipwee.com

Saat mulai menunjukkan gejala mengarah ke Covid-19, biasanya pasien akan berada di bawah pengawasan sampai hari ke-14. Kalau sudah hari ke-14 dan setelah dites ternyata hasilnya negatif, mereka boleh pulang. Ternyata belakangan ini ada sejumlah kasus di mana pasien baru dinyatakan positif pada hari ke-20 atau 21. Inilah yang kemudian menimbulkan spekulasi telah ada kebobolan diagnosis. Padahal emang masa inkubasinya lebih lama.

3. Selain itu, di gelombang kedua ini semakin banyak juga pasien yang positif Covid-19 dengan gejala minim bahkan asimtomatis alias tanpa gejala

Belakangan ini banyak pasien yang terinfeksi tapi nggak menunjukkan gejala apapun via www.hipwee.com

Fakta ini membuat pemeriksaan suhu tubuh di bandara atau jalur keluar masuk negara ini sebetulnya sudah nggak efektif lagi. Karena bisa aja suhunya normal padahal sebenarnya di dalam tubuhnya sudah ada virus corona. Kayak WN Jepang kemarin yang diduga menularkan virus ke dua pasien positif di Indonesia, pas di sini katanya sih orang Jepang itu belum merasakan sakit apa-apa.

Advertisement

4. Tapi di satu sisi kita kayaknya mesti bersyukur deh, karena kata Yurianto rasio kematian pasien corona di gelombang 2 ini menurun

Beda juga rasio kematiannya via www.hipwee.com

Lebih dari setengah pasien terinfeksi corona juga telah dinyatakan sembuh. Selain itu, kata WHO, meski kasus Covid-19 dilaporkan terus meningkat di luar Cina –saat ini sudah ada 82 negara yang terjangkit– tapi tingkat kepedulian publik sama penyakit ini juga dilaporkan terus meningkat. Semakin peduli, semakin paham juga mereka dengan virus satu ini. Pemahaman yang baik diharapkan juga bisa menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kebersihan, sehingga orang jadi nggak gampang terinfeksi juga.

Yuk, kita doakan semoga wabah ini segera hilang dari bumi, dan kita bisa beraktivitas kembali seperti biasa!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE