GrabFood Luncurkan Laporan Tren Kuliner, Ungkap Perubahan Perilaku Konsumen dan Tips agar UMKM Makin Cuan

Laporan Tren Kuliner Grab

Sejak satu tahun terakhir, e-commerce dan layanan pesan antar makanan jadi platform yang dibutuhkan masyarakat lebih dari sebelumnya. Hal ini karena pandemi telah mengubah pola belanja dan konsumsi masyarakat yang harus di rumah saja dalam rangka meminimalisir risiko terpapar virus corona.

Advertisement

Perubahan lanskap konsumen ini tentu jadi peluang bagi UMKM yang berkecimpung di platform digital untuk dapat menggaet pembeli. Hanya saja, masih banyak pelaku UMKM digital yang belum dapat memaksimalkan peluang tersebut melalui strategi yang dijalankan, lantaran nggak punya informasi mendetail mengenai tren konsumen terkini.

Maka oleh sebab itu, GrabFood sebagai layanan pesan antar makanan andalan Grab meluncurkan Laporan Tren Kuliner pertama mereka yang bertemakan “Inovasi untuk Kebutuhan Konsumen yang Berubah”.

Laporan Tren Kuliner pertama Grab untuk dukung pelaku UMKM maksimalkan peluang

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi (dok. Tangkapan layar/Zoom)

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan peluncuran Laporan Tren Kuliner khusus untuk mitra merchant ini merupakan salah satu bentuk dukungan pihaknya kepada pelaku UMKM dan konsumen yang bernaung di bawah platform GrabFood.

Advertisement

Sebelumnya, sejak awal pandemi merebak Grab Indonesia telah menjalankan beberapa inisiatif untuk mendukung mitra dan konsumen, seperti dengan menjadi pionir penyedia layanan contactless delivery, hingga melakukan kerja sama dengan pemerintah untuk program vaksinasi mitra pengemudi.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan informasi dan edukasi, kami meluncurkan Laporan Tren Kuliner pertama khusus mitra merchant GrabFood. Laporan ini disusun selama enam bulan. Riset dilakukan bersama NielsenIQ,” kata Neneng dalam gelaran GrabNEXT, Jumat (6/8).

Advertisement

Laporan yang merangkum tren lanskap kuliner online dan insight bisnis untuk pelaku usaha kuliner ini, disusun berdasarkan hasil survei kuantitatif dan kualitatif terhadap 13.000 konsumen secara regional, 14 thought-leader di industri F&B, dan data dari platform Grab tahun 2019-2020, bersama NielsenIQ

“Laporan ini akan memberikan wawasan yang mendalam dan luas bagi mitra. Laporan ini penting agar mitra merchant mengerti apa yang sedang ngetren, dan strategi apa yang bisa mereka pertimbangkan untuk memajukan bisnis,” lanjut Neneng.

Temuan kunci dalam Laporan Tren Kuliner dan tips memanfaatkannya

Head of Marketing GrabFood Hadi Surya Koe (dok. Tangkapan layar/Zoom)

Dijelaskan oleh Head of Marketing GrabFood Hadi Surya Koe, terdapat setidaknya lima temuan kunci dalam Laporan Tren Kuliner Grab. Pertama, berdasarkan survei konsumen Grab bulan Agustus 2020, sebanyak 54 persen konsumen kini mencari makanan dan resto baru melalui platform pesan antar makanan.

Kedua demografis konsumen utama platform pesan antar makanan adalah keluarga dengan anak. Sejalan dengan ini, temuan kunci ketiga mengungkap sebanyak 72 persen konsumen GrabFood memesan makanan untuk keluarga dengan ukuran keranjang lebih besar.

“Dengan ini mitra merchant GrabFood bisa mengkreasikan menu paket untuk mengakomodasi kebutuhan satu keluarga, dengan ragam menu yang di mix & match. Jangan lupa berikan harga yang sangat menarik agar konsumen nggak mau terlewat mencoba resto Anda,” kata Hadi berbagi tips.

Temuan kunci yang keempat adalah sebanyak 50 persen bisnis kuliner yang bergabung dengan platform pesan antar makanan pada tahun 2020, mengalami peningkatan total penjualan bahkan dengan aturan pembatasan makan di tempat. Kelima, data penjualan GrabFood 2019 vs 2020 menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 32 persen di kategori makanan sehat.

“7 dari 10 konsumen menyatakan ingin mengonsumsi makanan sehat secara teratur. Maka mitra merchant bisa menawarkan makanan sehat dengan harga terjangkau, seperti salad, sandwich, sup, wraps dan sushi,” imbuh Hadi.

Berdasarkan hasil Laporan Tren Kuliner Grab secara keseluruhan, Hadi juga memberikan empat strategi jitu yang bisa diterapkan mitra merchant untuk memajukan usaha. Di antaranya adalah memastikan kualitas makanan terjaga, menetapkan harga pada kisaran yang tepat, menghadirkan promosi menarik apalagi untuk menu dengan harga relatif mahal, dan terakhir menghadirkan menu bersifat kombo.

Selanjutnya Hadi menegaskan kalau peluncuran Laporan Tren Kuliner ini akan dibarengi dengan pendampingan bagi para mitra merchant, agar mereka dapat memaksimalkan peluang yang ada. Bentuk pendampingannya pun cukup beragam melalui channel yang pihaknya tengah kembangkan, seperti Duta Perwira, Komunitas Mitra Merchant, dan akun media sosial GrabMerchant.

“Untuk memaksimalkan temuan-temuan (dalam laporan), kami akan melakukan edukasi melalui channel yang saat ini sedang kita giatkan. Kami akan proaktif terkait temuan ini. (Bahkan) untuk mitra merchant yang di-cover account manager, akan didampingi untuk melalukan inovasi bareng,” ujarnya.

Aplikasi GrabMerchant kedatangan dua fitur baru yang makin memudahkan mitra merchant kelola usaha

Selain meluncurkan Laporan Tren Kuliner, GrabFood dalam gelaran GrabNEXT turut meluncurkan beberapa inovasi, seperti program pelatihan keterampilan bisnis, pemberian voucher digital kepada mitra merchant, dan dua fitur baru pada aplikasi GrabMerchant yang akan sangat membantu, yaitu Tool Insight dan Paket Campaign.

“Hari ini kami juga luncurkan dua fitur yang terinspirasi dari masukan mitra merchant. Tools Insight berfungsi untuk menunjukkan data penjualan, performa operasional, dan segmentasi konsumen. Sementara Paket Campaign akan memudahkan mitra untuk mencapai target pemasaran dengan menggabungkan fungsi pemasaran dan kampanye GrabFood,” jelas Neneng menandaskan.

Buat kamu yang kebetulan menjalankan usaha kuliner di platform GrabFood, silakan ambil temuan kunci dalam Laporan Tren Kuliner di atas untuk direspons dengan strategi bisnismu. Semoga berkembang dan terus cuan, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE