Aksi 22 Mei lalu di Jakarta menimbulkan banyak pro kontra di berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Salah satunya adalah polemik penyebaran berita hoaks. Beberapa di antaranya yang menjadi heboh adalah penyebaran foto anggota brimob saat Aksi 22 yang dituduh berasal dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) lantaran matanya yang terlihat sipit.

Foto yang menggambarkan potret 3 orang anggota brimob bermata sipit tersebut kabarnya diambil saat momen pengamanan di depan gedung Bawaslu. Menanggapi berita tersebut, Polri menegaskan bahwa semua anggota Brimob yang diterjunkan adalah murni warga negara Indonesia.

Berawal dari akun seorang warganet, unggahan berbau rasis tersebut akhirnya viral di berbagai platform media sosial

Viral berita hoax anggota Brimob via surabaya.tribunnews.com

Advertisement

Telah diberitakan sebelumnya bahwa foto anggota Brimob bermata sipit ini menjadi sorotan warganet setelah viral setelah diunggah oleh seorang pengguna akun media sosial. Dalam unggahan yang viral tersebut, pengunggah foto menuding anggota Brimob sengaja didatangkan dari negara Republik Rakyat Tiongkok untuk mendukung tokoh tertentu.

“Apa kabar polisi pribumi. Kalian di mana. Sampai kalian tergantikan oleh si sipit. Inilah polisi China yang telah disiapkan membantu polisi mendukung 01”, mengutip dari caption dalam foto yang disebarkan tersebut.

Foto tersebut akhirnya beredar luas hingga ke jejaring media sosial pribadi seperti WhatsApp, Line, Telegram dan semacamnya. Duh!

Berita tersebut akhirnya dibantah oleh Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sulut. Nah, lo~

Anggota Brimob yang dituduh didatangkan dari China via www.kaskus.co.id

Advertisement

Belakangan diketahui bahwa foto anggota Brimob yang beredar tersebut bernama Briptu Andre Iroth yang merupakan anggota Subden Wanteror Detasemen Gegana Brimob Polda Sulawesi Utara. Ia merupakan salah satu dari 200 personel satuan setingkat kompi atau biasa disebut dengan SKK yang diberangkatkan ke Jakarta untuk mengamankan aksi 22 Mei.

Mengetahui adanya pemberitaan tersebut, AKBP M Ridwan selaku Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Sulut memberikan pernyataan bahwa info yang beredar jika anggotanya didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok alias Cina adalah salah. Ia juga menjelaskan bahwa Andre berasal dari Kabupaten Minahasa.

Pelaku penyebar hoaks akhirnya ditahan oleh pihak yang berwajib atas tindakan tak bertanggung jawabnya tersebut

Pelaku diringkus pihak kepolisian via nasional.kompas.com

Dilansir dari laman Kompas, penyebar berita bohong perihal adanya anggota Brimob yang didatangkan dari Republik Rakyat Tiongkok tersebut akhirnya berhasil diringkus oleh pihak kepolisian. Pelaku berinisial SDA tersebut ditangkap pada hari Kamis pukul 16.30 di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Dari keterangan polisi, pelaku menyebarkan berita tersebut ke beberapa grup di aplikasi pesan instan WhatsApp yang akhirnya menjadi viral. Pelaku penyebar hoaks kemudian didakwa dengan pasal Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu, ia juga dijerat dengan UU tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis serta peraturan hukum pidana.

Semoga kasus ini dapat segera ditangani oleh pihak berwajib dan menjadi pelajaran berharga untuk kita semua agar bijak dn berhati-hati lagi dalam menggunakan media sosial terlebih dalam menyebarkan berita yeng belum jelas kebenarannya ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya