Saffron dan Segala Hal yang Bikin Harganya Selangit. Kalau Nggak Mahal, Kamu Patut Curiga

Kenapa saffron mahal

Bagi penggemar healhty lifestyle yang suka mengonsumsi suplemen alami atau obat herbal, pastinya tidak asing lagi dengan rempah-rempah yang satu ini: saffron. Tanaman rempah berwarna merah menyala ini semakin populer di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Dilansir dari Alodokter, saffron memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti menangkal radikal bebas, menurunkan nafsu makan, sampai meredakan nyeri PMS. Namun selain manfaat-manfaat kesehatannya, ada satu hal lagi yang tak kalah populer dari saffron yaitu harganya yang selangit!

Advertisement

Yup, saffron memang dikenal sebagai rempah termahal di dunia. Satu gram saffron asli harganya bisa dari Rp150.000 sampai Rp300.000, tergantung grade atau kualitasnya. Maka dari itu, saffron biasanya dikonsumsi per helai dengan dilarutkan ke dalam air. Saking berharganya, alhasil banyak oknum yang berusaha memalsukan rempah yang satu ini. Jadi kalau ada yang jual murah, kamu patut curiga karena saffron sejatinya memang mahal. Kalau penasaran kenapa bisa semahal itu, yuk cari tahu bareng!

Saffron berasal dari putik bunga cantik bernama Crocus sativus ini. Karena sangat kecil dan rapuh, bunga ini harus dipetik satu-satu dan diproses manual dengan tangan

Putik berwarna merah di tengah bunga dikeringkan menjadi saffron. Credit: unsplash@iranskids via unsplash.com

Untuk menjawab pertanyaan kenapa saffron bisa mahal, pertama adalah proses pembuatan yang keseluruhannya harus dikerjakan secara manual. Tidak ada mesin atau alat otomatis yang bisa dipakai untuk menanam, memanen atau memetik, dan memproses bunga Crocus sativus yang jadi asal mula saffronSatu per satu bunga harus dipetik begitu kuntumnya bermekaran di pagi hari. Setelah bunga-bunganya dipetik, dimulailah proses melelahkan untuk mengambil tiga helai putik berwarna merah yang nantinya diproses menjadi saffron.

Di samping proses pembuatan yang semuanya harus dilakukan dengan tangan, ada juga faktor lingkungan. Tanaman yang tidak bisa tumbuh dengan sendirinya di alam liar ini, membutuhkan kondisi tanah, curah hujan, dan temperatur yang spesifik. Dilansir dari laman National Geographic, 85% saffron dunia berasal dari Iran yang memiliki iklim kering dan penuh cahaya matahari. Walaupun lebih banyak diproduksi di Iran, wilayah Kashmir terkenal memiliki hasil saffron yang paling berkualitas dan dihargai paling tinggi. Saffron juga ditanam di negara-negara lain seperti Spanyol, tapi dalam skala yang sangat kecil.

Kamu harus tahu satu kuntum bunga Crocus sativus hanya menghasilkan tiga helai saffron, jadi wajar jika harga rempah ini sangat mahal. Bayangkan saja, 1 gram saffron itu butuh 150 kuntum bunga!

Butuh 150 bunga untuk dapat 1 gram saffron. Credit: unsplash@mehditorabi via unsplash.com

Coba deh hitung sendiri di kepalamu! Satu kuntum bunga hanya memiliki 3 stigma atau putik bunga berwarna merah yang akan jadi saffron, lalu berapa bunga yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 gram atau bahkan 1 kg saffron? Dilansir dari laman Bussiness Insider, 1 gram saffron diperkirakan terdiri dari 150 kuntum bunga yang putiknya dipilih dan diproses satu-satu dengan tangan. Itu setara dengan 40 jam kerja bagi petani saffron. Kalau satu kilo? Sekitar 450 ribu bunga! Hanya dengan hitung-hitungan tersebut, kamu pastinya paham juga kan kenapa harganya bisa sangat mahal…

Bunga Crocus sativus tumbuh tersebar . Credit: unsplash@tim_woodson via unsplash.com

Lalu ada juga faktor besaran lahan relatif dengan hasil produksi, saffron termasuk tanaman yang paling sedikit menghasilkan panen. Tanah seluas satu hektar hanya dapat menghasilkan 1.8 kg saffron per masa panen.

Meski sangat mahal, khasiat rempah ini memang sudah melegenda sejak zaman Yunani kuno. Permintaan pasar kini terus naik, sayangnya itu juga diiringi dengan semakin banyaknya pemalsuan saffron

Advertisement

Banyak saffron palsu yang beredar di pasaran. Credit: Freepik

Lalu jika memang sulit diproduksi sehingga harganya sangat mahal, kenapa orang masih terus mencari saffron?

Bagi yang awam atau tidak tertarik dengan obat-obatan herbal, mungkin terus penasaran kenapa orang mau membeli saffron meskipun harganya sangat mahal. Manfaat kesehatan saffron sudah sangat melegenda sejak zaman dahulu, baik sebagai obat, pewarna, maupun bumbu masakan. Masih dilansir dari National Geographic, kandungan antioksidan yang tinggi membuat saffron dari dulu diresepkan untuk peradangan dalam tubuh, depresi, sampai jadi aphrodisiac. Bahkan legendanya Cleopatra pun selalu mandi susu yang di-infused saffron sebelum bertemu pria-pria peminangnya. Beragam masakan khas Spanyol seperti paella juga tidak bisa dibuat tanpa saffron. 

Meski harganya sangat mahal, saffron makin populer dan dicari oleh orang seluruh dunia. Termasuk Indonesia. Padahal produksi saffron terus menurun lo. Dari petani tradisionalnya di Iran dan Kashmir yang semakin sedikit jumlahnya, sampai ancaman pemanasan global yang membuat iklim semakin tidak menentu. Alhasil, banyak oknum yang memanfaatkan situasi itu untuk membuat saffron palsu atau menjual saffron yang kualitasnya jelek sebagai saffron premium. Pengetahuan orang yang masih minim tentang saffron juga jadi faktor kenapa saffron palsu kini semakin banyak beredar.

Saffron asli pun dibedakan grade dan kualitasnya. Saffron paling berkualitas hanya menggunakan ujung putik yang berwarna merah menyala via www.youtube.com

Beberapa tips bisa kamu gunakan untuk membedakan saffron asli dan palsu, dilansir dari laman Mother Would Know:

  1. Harga, curigalah jika menemukan saffron dengan harga murah karena kemungkinan besar itu bukan saffron asli
  2. Bentuk, saffron asli terbuat dari helaian putik bunga yang berbentuk menyerupai terompet di ujung. Jika helaian saffronmu tidak sedikit menonjol di ujungnya, bisa jadi itu saffron palsu
  3. Warna, helai saffron asli tidak akan kehilangan warna merahnya setelah direndam dalam air. Jika helaian saffronmu kehilangan warnanya atau air tidak berubah jadi kuning, itu berarti saffronmu palsu atau diberi pewarna buatan.
  4. Rasa, saffron asli rasanya tidak hanya manis tapi juga sedikit pahit
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE