Euforia Idul Adha masih terasa walau perayaannya sudah lewat satu hari. Idul Adha yang tahun ini jatuh tanggal 11 Agustus kemarin ini disambut meriah oleh seluruh umat muslim di dunia, termasuk Indonesia. Bagi yang mampu, mereka diimbau untuk turut berkurban, dengan menyisihkan sedikit hartanya.

Namun ternyata, semangat berkurban tak hanya dirasakan mereka yang mampu secara finansial saja. Setelah beberapa waktu lalu netizen dibuat kagum oleh 7 anak yang patungan membeli sapi untuk dikurbankan, baru-baru ini ada kisah lain dari nenek Sahnun, seorang pemulung yang berkurban sapi saat Idul Adha kemarin. Bahkan dari niatnya berkurban itu, ia sampai mendapat hadiah umrah ke tanah suci.

Kisah inspiratif kali ini datang dari nenek Sahnun. Di tengah keterbatasannya, ia masih bisa menyempatkan menabung untuk membeli sapi yang dikurbankan pada Idul Adha tahun ini

Nenek Sahnun yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung via www.suarantb.com

Advertisement

Kisah nenek Sahnun agaknya perlu diabadikan agar bisa menginspirasi banyak orang. Seperti dikutip dari Kompas, nenek berumur 60 tahun asal Mataram, NTB, ini sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Keinginannya untuk bisa berkurban begitu besar, sampai-sampai membuat nenek Sahnun rela menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit agar bisa membeli sapi. Padahal hidupnya sangat pas-pasan.

Setelah penantian 5 tahun lamanya, nenek Sahnun akhirnya bisa berkurban tahun ini dengan membeli sapi seharga Rp10 juta. Salut banget nggak sih?

Atas kegigihannya itu, nenek Sahnun mendapat hadiah umrah dari sebuah biro travel. Sebelum diterima, ia sempat menolak karena tidak percaya

Dapat hadiah umrah gratis via regional.kompas.com

Cerita inspiratif dari nenek Sahnun ini sampai diangkat ke layar kaca oleh salah satu stasiun TV swasta. Karena dianggap menginspirasi banyak orang, sebuah biro travel Nur Rima Al-Waali (NRA) Travel menawarkan umrah gratis pada nenek Sahnun. Awalnya ia menolak dan sempat tidak percaya. Setelah berkali-kali diyakinkan bahwa hadiahnya beneran, nenek Sahnun akhirnya percaya dan menitikkan air mata, tanda bersyukur pada Yang Maha Kuasa.

Nenek Sahnun sendiri dikenal sebagai pemulung yang gigih. Meski sudah cukup tua, ia tetap giat bekerja. Minta-minta pun nggak pernah. Prinsipnya, selama ia bisa, ia akan berjuang sendiri

Meski hidupnya terbatas, ia tidak pernah minta-minta via www.tribunnews.com

Advertisement

Seperti saat ditawari umrah gratis, nenek Sahnun sempat menolak dan bilang kalau ia akan menabung sendiri meski entah kapan ia bisa berangkat ke tanah suci. Kepala Lingkungan Karang Jangkong, Nazamuddin, bersaksi kalau nenek Sahnun ini sangat mandiri. Ia selalu menolak pemberian orang lain selama ia mampu mencari dan membiayai sendiri hidupnya. Nenek Sahnun juga anti minta-minta. Mau seterbatas apapun hidupnya, ia nggak akan mengemis seperti yang banyak orang-orang tua lakukan di jalanan.

Hal lain yang bikin kita iba, nenek Sahnun ini hidup sebatang kara setelah ditinggal mati orangtuanya. Ia juga sudah lama nggak bertemu sanak keluarganya. Meski begitu, semangatnya bekerja nggak pernah pupus. Ini yang seharusnya bisa kita contoh dari nenek Sahnun, tidak menyerah pada keadaan walau mungkin cobaannya tidak ringan…

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya