Perluas Literasi Keuangan Digital, Kredivo Gelar “Generasi Djempolan” di Cirebon

Dalam seri ke-6 ini generasi muda diajak mengulik pemanfaatan keuangan hingga pengelolaan utang yang bijak

Saat ini generasi muda dihadapkan pada berbagai kemudahan dalam kesehariannya, termasuk dalam hal belanja dan akses keuangan digital. Di lain sisi, hal tersebut bisa menjadi tantangan jika adopsi digital tidak dibarengi dengan pemahaman terhadap keuangan.

Advertisement

Oleh karena itu, sejak 2020 Kredivo sebagai salah satu perusahaan pembiayaan konsisten mendorong peningkatan literasi keuangan digital generasi muda melalui program “Generasi Djempolan”, yang saat ini sudah memasuki seri ke-6 di mana Kota Cirebon menjadi tuan rumahnya.

Generasi Djempolan Kredivo Series 6 ajak generasi muda Cirebon ulik tren pemanfaatan keuangan hingga pengelolaan utang yang bijak

Andy N. Gultom

Head of External Affairs Kredivo Andy N. Gultom | dok. Tangkapan layar/Zoom

Cirebon merupakan kota tier-2 dengan tingkat penetrasi fintech yang tinggi. Head of External Affairs Kredivo Andy N. Gultom mengatakan pengguna Kredivo di Cirebon bahkan mengalami peningkatan hingga 180 persen pada tahun 2021.

Peningkatan tersebut menandakan pengetahuan terkait produk keuangan masyarakat kian baik. Namun, Andy menegaskan hal tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan mengenai keuangan.

Advertisement

“Pengetahuan mengenai keuangan harus dimiliki sebelum kita mulai menggunakan produk keuangan,” kata Andy dalam webinar Generasi Djempolan Kredivo Series 6, Jumat (11/3).

Untuk itu, dalam Generasi Djempolan seri ke-6 ini, Kredivo ingin mengajak generasi muda Indonesia pada umumnya dan Cirebon pada khususnya, untuk mengulik tren pemanfaatan keuangan di kalangan remaja, hingga pengelolaan utang yang bijak.

Advertisement

Adapun Generasi Djempolan mengusung tiga kriteria utama untuk diimplementasikan oleh generasi muda, meliputi set priority atau kemampuan menentukan prioritas, value over price atau memahami nilai dari pengeluaran, dan best of both worlds alias tech-savvy sekaligus financial savvy.

“Generasi muda perlu bersiap karena mereka juga berperan penting untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang kondusif, mengingat jumlah populasinya dan kedetakannya dengan teknologi,” lanjut Andy.

Pemanfaatan keuangan dan kiat menjadi generasi yang melek finansial dari Fellexandro Ruby

Fellexandro Ruby

Content creator Fellexandro Ruby | dok. Tangkapan layar/Zoom

Dalam Generasi Djempolan seri ke-6 ini Kredivo menggandeng content creator Fellexandro Ruby untuk berbagi peran menyampaikan literasi dan menanamkan pemahaman keuangan terhadap generasi muda.

Co-Founder Thirty Days of Lunch Podcast ini berbicara banyak mengenai tren pemanfaatan keuangan di kalangan generasi muda, dan kiat-kiat menjadi generasi yang melek finansial.

Mengenai tren pemanfaatan keuangan, Ruby mengimbau agar generasi muda, khususnya yang sudah punya penghasilan, belajar menahan diri untuk tidak buru-buru membeli lifestlye yang belum waktunya.

“Saat ini juga masih ada kecenderungan bagi generasi muda untuk spend dibandingkan nabung ketika mengalami kenaikan pendapatan,” ujar Ryby.

Menahan diri untuk bisa bijak membelanjakan uang memang tidak mudah. Terlebih godaan untuk membelanjakan uang saat ini bisa datang dari mana saja, termasuk dari konsumsi media sosial yang tinggi di kalangan generasi muda.

Untuk itu, Ruby hanya mengajak generasi muda untuk bisa melatih kesabaran dan berusaha menahan kesenangan sesaat. Jika godaan iklan atau unggahan nongkrong teman-teman di media sosial bikin kamu nggak tahan, rehat sejenak dari media sosial bisa jadi pilihan.

Lifestyle itu bisa kita penuhi nanti, ketika kita sudah lebih berdaya kesehatan keuangannya. […] (Alih-alih untuk lifestyle) untuk kamu yang berusia di bawah 20 tahun lebih baik investasikan keuanganmu untuk meningkatkan skill, karena ini merupakan investasi yang paling berharga dan berguna dibanding investasi lainnya, ” terang Ruby.

Adapun untuk kiat-kiat melek finansial, Ruby menjelaskan generasi muda saat ini bisa memulainya dengan rutin mencatat pengeluaran rutin. Sementara untuk dapat mencapai financial freedom, Ruby memaparkan ada tiga jalur yang bisa ditempuh.

Pertama, Ruby menjelaskan kalau sebanyak 12 persen milyuner dunia mencapai financial freedom-nya melalui jalur warisan. Sementara 26 persen lainnya mencapai financial freedom dengan menjadi karyawan atau profesional, dengan syarat mampu mengembangkan skill dan networking. 

“Selain itu, pencapaian financial freedom melalui jalur profesional ini juga harus diimbangi dengan melek keuangan sejak awal berkarier,” imbuh Ruby.

Sedangkan jalur yang terakhir adalah dengan menjadi pebisnis. Di sini, tantangan yang harus dihadapi adalah kuat menghadapi kegagalan, dan berani terus mencoba. Untuk diketahui, 90 persen dari bisnis di Indonesia itu tutup di tahun ke-5.

Dua dari tiga jalur mencapai financial freedom yang disebut oleh Ruby tersebut, yakni jalur profesional dan pebisnis, sama-sama bergantung pada skill dan networking, investasi yang paling berharga dan berguna dibanding investasi lainnya.

Generasi Djempolan digelar bukan untuk mendorong penggunaan produk-produk Kredivo di kalangan generasi muda tingkat pendidikan

Generasi Djempolan Kredivo

Generasi Djempolan Kredivo Series 6, Jumat (11/3) | dok. Tangkapan layar/Zoom

Seperti telah disebutkan di awal, Cirebon menjadi kota ke-6 gelaran Generasi Djempolan. Sebelumnya sejak tahun 2020 Kredivo sudah menyinggahi lima kota-kota besar Indonesia, seperti Makassar, Pontianak, Manado, Batam dan Bandung.

Pada kesempatan ini Andy menyampaikan kalau Generasi Djempolan digelar bukan untuk mendorong penggunaan produk-produk Kredivo di kalangan generasi muda tingkat sekolah hingga perguruan tinggi, melainkan menanamkan pemahaman terkait literasi keuangan dan digital.

Hal ini juga merupakan bagian upaya Kredivo dalam menyikapi kesenjangan antara literasi keuangan yang masih berada di angka 38 persen pada tahun 2019, dengan inklusi keuangan yang cukup tinggi di angka 75 persen.

“Produk-produk Kredivo difokuskan untuk mereka yang sudah punya income. Kendati demikian, Kredivo juga penting bagi generasi muda di bangku pendidikan, karena Generasi Djempolan ini menyediakan akses edukasi dan informasi mengenai keuangan dalam konteks yang luas,” ujar Andy.

Selain dari sisi produk, Andy mengatakan Kredivo juga akan terus berinovasi dalam menggalakkan literasi keuangan dan digital. Diketahui saat ini Kredivo pun sudah memiliki kanal podcast yang membahas keuangan dalam konteks lebih luas.

Sementara untuk Generasi Djempolan, gerakan ini nggak akan berhenti sampai di Cirebon. Ke depannya gerakan ini akan diperluas ke kota-kota tier 2 dan 3 lainnya.

“Kita akan lanjutkan Generasi Djempolan ke kota-kota tier 2 dan 3. Ini karena penetrasi internet juga sudah sangat berkembang di daerah-daerah tersebut. Selain itu kami melihat gerakan ini bukan sekadar jargon yang melibatkan mereka yang di kota-kota besar saja,” pungkas Andy.

Dengan menargetkan populasi terbesar Indonesia saat ini yaitu generasi milenial dan gen z sebagai audiensnya, Kredivo berharap bisa meningkatkan tingkat literasi keuangan digital di Tanah Air.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

CLOSE