Orang tua, adalah sepasang manusia yang rela mengorbankan apapun yang mereka miliki demi kesejahteraan hidupmu. Kedua orang ini bahkan bisa mencintaimu jauh sebelum kalian benar-benar bertemu. Ayahmu dengan getol menciumi perut ibumu yang kian membuncit, wanita yang kamu sebut “Ibu” itu juga rela bertaruh nyawa dalam usahanya menghadirkanmu.

Bukti cinta orang tua yang tanpa pamrih ini ditunjukkan oleh sepasang suami istri muda, Ashley Picco dan Chriss Picco. Ashley rela kehilangan nyawa, Chriss ikhlas menyerahkan seluruh hidupnya demi anak mereka: Lennon James Picco.

Baby Lennon yang Diperkirakan Lahir Pada Februari 2015 Ternyata Ingin Melihat Dunia Lebih Cepat

Pre-maternity photo Ashley

Pre-maternity photo Ashley via www.facebook.com

Advertisement

Foto sepatu boots kecil di tengah sepatu musim dingin Ashley dan Chriss diunggah oleh Ashley di laman Facebooknya pada 2,5 bulan lalu. Gambar ini seakan menunjukkan kesiapan mereka untuk menyambut putra yang sudah diidamkan sejak lama. Tapi seperti seorang anak yang tak sabaran saat minta dibelikan mainan, Baby Picco ternyata harus lahir lebih cepat dari waktunya.

Pada 8 November lalu, Ashley terpaksa melahirkan Lennon 3,5 bulan lebih awal lewat operasi caesar. Masih belum diketahui apa alasan di balik tindakan operasi yang dilakukan Ashley. Satu yang pasti, Ashley meninggal setelah operasi selesai dilaksanakan. Mewariskan Lennon kecil pada Chriss yang kini harus berjuang merawatnya sendirian.

Seperti Ayah yang Keras Kepala, Chriss Berusaha Sekuat Tenaga Mempertahankan Lennon Di Dunia

Chriss berusaha mempertahankan Lennon di dunia

Chriss berusaha mempertahankan Lennon di dunia via viralt.aftonbladet.se

Lahir 3,5 bulan lebih awal membuat organ-organ vital Lennon belum berfungsi sempurna. Demi membuat kondisinya stabil, ia harus ditempatkan di ruang perawatan intensif Loma Linda University Children Hospital, California. Rasa kehilangan setelah ditinggalkan istri tercinta tidak membuat Chriss terpuruk. Tanpa mengenal rehat, Chriss terus menunggui Lennon di sisi inkubatornya.

Advertisement

Selama 3 hari, Chriss tidak pernah beranjak dari sisi Lennon. Berharap kegigihannya menular ke semangat hidup pria kecil yang kini sedang meregang nyawa. Jika hidup adalah proses berdamai dengan rentetan kehilangan, Chriss seperti sedang melakukan tawar-menawar agar ia tidak dihantam kepedihan di saat bersamaan.

Blackbird, The Beatles — Lagu yang Jadi Jangkar Lennon Selama 96 Jam

Blacbird jadi jangkar Lennon di dunia

Blacbird jadi jangkar Lennon di dunia via cdn.abclocal.go.com

Semasa hamil, Ashley selalu memutarkan musik untuk merangsang Lennon bergerak. Pasangan ini memang dekat dengan musik. Chriss dikenal sebagai seorang penulis lagu rohani yang aktif dalam kegiatan gereja. Setiap menjelang Natal, Chriss mengeluarkan album rohani yang ia pasarkan melalui iTunes.

Berbekal pengalaman itu, Chriss membawa gitarnya ke ruang perawatan Lennon dan memainkan musik untuk putra kecilnya. Selama 3 hari berturut-turut, tanpa lelah Chriss memetik gitar sembari bersenandung demi menyemangati putranya agar bisa bertahan lebih lama. Video Chriss memainkan lagu Blackbird dari The Beatles di samping inkubator Lennon yang sempat diabadikan oleh kawan Chriss pun mengundang perhatian khalayak.

Blackbird singing in the dead of night
Take these broken wings and learn to fly
All your life
You were only waiting for this moment to arise.

Dalam setiap petikan gitarnya, Chriss seakan ingin berkata pada Lennon bahwa putranya pasti punya kekuatan untuk bertahan. Akan ada masa Lennon tumbuh besar dan sehat, meski ia harus terlahir lebih cepat. Dalam tiap helaan nafas Lennon yang harus dibantu alat pernafasan Chriss menitipkan pengharapan.

Perjuangan Lennon, Akhirnya, Bermuara Di Lengan Chriss

"Sampai bertemu lagi, Nak"

“Sampai bertemu lagi, Nak”

Pada hari Rabu lalu, Lennon akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dalam buaian Chriss. Sempat bertahan selama 4 hari dengan bantuan alat bantu pernafasan, Lennon menyerah dan memilih mengikuti langkah Ashley yang sudah lebih dulu pergi. Chriss menceritakan kepergian Lennon dalam status Facebooknya yang membuat ribuan pasang mata mendadak sendu:

Pejuang kecilku, Lennon James Picco pergi selamanya dalam pelukanku tadi malam. Dia dikelilingi oleh keluarga, teman-teman terbaik, dan dokter juga perawat terhebat yang bisa ditemukannya di seluruh dunia. Lennon memakai baju bergambar gitar yang sempat dibelikan Ashley untuknya. Dia juga pergi dengan hangat dalam balutan selimut yang dirajut oleh seorang teman dengan bordiran khusus bertuliskan “Lennon.”

Aku sangat bersyukur atas 4 hari bersamanya yang tidak akan bisa kulupakan.

Saat ini, Ashley di surga pasti angat bahagia bertemu Lennon. Akhirnya kini Ashley bisa menggendongnya, memandikannya, bernyanyi untuk Lennon — sebuah kemewahan yang bisa kurasakan dalam 4 hari ini.

Aku adalah lelaki yang sangat beruntung bisa mencintainya sejak ia masih belum tercipta, menyayanginya sejak ia masih berada di dalam kandungan Ashley, bisa melihat wajahnya yang amat berharga, dan bisa mendapatkan kesempatan merengkuh tubuh kecilnya yang sempurna saat aku berbisik di telinganya, “Sampai bertemu lagi, Nak.”

Setelah membaca gambaran cinta tulus orang tua pada anaknya dalam kisah Chriss dan Ashley, masih mau merasa orang tuamu tak cukup menyayangimu?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya