Sebuah kabar baik datang dari Philadelphia, tepatnya dari Rumah Sakit Anak Philadelphia. Seorang ilmuwan bernama dr Alan Flake bersama tim di rumah sakit itu berhasil mengembangkan rahim artifisial yang mirip dengan kantong plastik transparan. Kantong rahim buatan itu diujicobakan pada janin-janin domba yang lahir prematur untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan kantong rahim artifisialnya.

Kenapa ini penting? CNN melaporkan bahwa penemuan ini mungkin merupakan terobosan paling penting untuk mengurangi angka risiko kematian dan kesehatan pada bayi prematur yang masih terbilang tinggi. Satu lagi nih kemajuan buat umat manusia. Yuk simak cerita selengkapnya di Hipwee News & Feature!

1. Penemuan ini pastinya nggak sembarangan, sebenarnya terbuat dari apa sih?

Advertisement

Kantong rahim artifisial yang lebih mirip kantong plastik transparan itu terbuat dari bahan yang aman untuk janin. Bahan kantong transparan itu sendiri terbuat dari polietilena yang secara khusus dikembangkan untuk penelitian ini. Bahan polietilena kelas rendah biasa digunakan untuk botol susu bayi dan semacamnya. Selain itu dalam kantong rahim itu ditambahkan pula cairan yang mirip dengan air ketuban yang mengandung cairan bernama amnion. Cairan ini berfungsi untuk menyediakan semua nutrisi dan perlindungan yang dibutuhkan dalam pertumbuhan janin. Didalamnya juga ada kantong pertukaran gas seperti plasenta.

2. Cara kerjanya pun mirip seperti rahim asli

Cara kerjanya pun dibuat lebih kurang mengikuti cara kerja rahim asli. Sistem peredaran darah yang terjaga, cairan yang higenis dan penggunaan jantung alami milik janin sendiri untuk memompa darah, tidak menggunakan alat pompa eksternal. Bahkan untuk memberi kesan alami, janin ditempatkan pada tempat yang gelap dan diperdengarkan detak jantung ibunya.

3. Percobaan pada janin domba pun menuai hasil yang tidak mengecewakan

Rahim buatan ini telah diujicobakan kepada janin bayi domba yang lahir prematur. Janin domba yag berusia 105 sampai 111 hari dipilih karena perkembanganan janinnya sama dengan janin manusia yang lahir prematur di usia 23 minggu. Hasilnya pun menurut dr Alan Flake cukup memuaskan. Rahim buatan itu mampu mengoptimalkan pertumbuhan janin seperti janin yang lahir normal. Kesehatan organ vital seperti otak dan paru-paru janin domba itu pun normal.

4. Meskipun baru diujicobakan pada bayi domba prematur, kantong plastik ajaib ini nantinya diharapkan akan mampu menurunkan risiko kematian & kesehatan bayi manusia yang prematur

Advertisement

Para ilmuwan di Rumah Sakit Anak Philadelphia pun menginginkan perkembangan rahim buatan ini dapat mengalami peningkatan sehingga dapat diujicobakan kepada manusia. Namun upaya itu agaknya masih mengalami kendala terkait perizinan perihal kode etik uji coba pada manusia. Selain hal tersebut, bagaimana alat ini masih harus terus disesuaikan dan ditingkatkan untuk semaksimal mungkin menjembatani perbedaan antara janin domba dan manusia.

Saat ini, 1 diantara 10 kehamilan di dunia ini berakhir prematur. Pada bayi prematur yang lahir kurang dari 23 minggu, kesempatan bertahan hidup hampir 0%. Sementara untuk bayi prematur 23 minggu sebesar 15%, pada 24 minggu meningkat hingga 55%, dan akhirnya 80% jika umur janin 25 minggu. Hanya dengan beberapa hari ekstra dalam rahim, kesempatan hidup meningkat drastis. Maka dari itu, penelitian ini sangat penting untuk umat manusia. Ya semoga saja besok teknologi ini nantinya benar-benar bisa menyelamatkan lebih banyak umat manusia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya