Sejalan dengan salah satu asas mendasar negeri ini untuk melaksanakan ketertiban dunia, Indonesia memang selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain. Makanya kunjungan-kunjungan kenegaraan dari atau ke Indonesia, jadi kegiatan rutin untuk membina kerjasama internasional antar negara. Seperti yang baru-baru ini dilakukan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, di Indonesia.

Pada Kamis (9/11) kemarin, Moon terlihat berkunjung ke Istana Bogor untuk bertemu dengan Jokowi. Tapi bukan kedatangannya itu saja yang menarik perhatian masyarakat, melainkan juga kunjungannya bersama Jokowi ke Bogor Trade Mall. Bukan apa-apa, warganet malah banyak membahas soal baju batik yang dibeli 2 petinggi negara tersebut tetapi lupa dibayar. Tapi dibalik itu semua ada cara diplomasi unik yang diam-diam dilakukan Jokowi. Simak selengkapnya bareng Hipwee News & Feature kali ini yuk~

Jokowi menularkan hobi blusukan-nya ke Presiden Korsel dengan mengajak berbelanja batik di Bogor Trade Mall

Jokowi dan Moon saat blusukan di Bogor Trade Mall via nasional.kompas.com

Advertisement

Di tengah kunjungannya ke Indonesia, Moon diajak Jokowi blusukan ke Bogor Trade Mall yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Istana Bogor. Setibanya di pusat perbelanjaan tersebut sekitar pukul 16.55, keduanya langsung bertandang ke satu toko batik di sana dan menjajal dua batik lengan pendek. Motif batik keduanya tampak sama hanya warnanya yang berbeda. Jokowi warna biru, Moon warna cokelat. Tanpa perlu pikir panjang, keduanya langsung cocok dan membawa batik itu pergi.

Berdasarkan pengakuan pedagang, batik yang dibeli Jokowi dan Moon tak langsung dibayar. Pada malam harinya baru ada petugas istana yang membayarkan

Jokowi dan Iriana saat menerima kunjungan Presiden Korsel dan istri di Istana Bogor via news.okezone.com

Dilansir Kompas, pedagang yang menjual batik itu mengatakan kalau rombongan mereka langsung pergi dengan membawa dua baju batik, tanpa membayar terlebih dulu. Ia menambahkan, harga batik Jokowi dan Moon masing-masing dibanderol dengan harga Rp100.000. Terbilang cukup murah karena memang jenisnya adalah batik print bukan batik tulis. Tapi tak berselang lama, malamnya batik itu akhirnya dibayar oleh petugas istana. Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media, Bey Machmudin, seperti dikutip dari Kompas, hal tersebut cuma salah paham. Pihak istana mengira baju batik itu tak jadi dibeli. Namun menurut keterangan penjual, baju tersebut telah dibawa salah satu staf protokol kepresidenan.

Terlepas dari miskomunikasi tersebut, ini adalah salah satu cara diplomasi unik yang dilakukan Jokowi lewat budaya tradisional Indonesia yaitu batik

Batik jadi objek diplomasi via hellosemarang.com

Diplomasi banyak dilakukan negara untuk membina kerjasama dengan negara lain. Diplomasi sendiri banyak jenisnya, salah satunya bisa dilakukan dengan pertukaran budaya. Cara Jokowi sendiri terbilang unik. Jokowi tak segan mengajak Moon untuk blusukan sesuai ciri khas yang melekat pada dirinya. Saat berkunjung ke Bogor Trade Mall, Jokowi langsung mengajaknya ke toko batik. Tujuannya untuk memperkenalkan salah satu budaya Indonesia kepada Korsel. Melalui promosi budaya tersebut, diharapkan hubungan kedua negara ini bisa semakin maju dan menguntungkan satu sama lain.

Salah satu diplomasi terkenal juga pernah dilakukan Cina puluhan tahun lalu, lewat olahraga pingpong

Bahkan ketika negara bertikai, diplomasi olahraga bisa jadi salah satu ajang bertemu via www.tribunnews.com

Advertisement

Bicara soal diplomasi, ada salah satu diplomasi terkenal yang dilakukan Cina lewat olahraga pingpong. Pada 1971 silam, di Jepang diselenggarakan kejuaraan tenis meja internasional. Saat itu timnas AS kedapatan melawan timnas Cina. Saat itu kabarnya ada salah satu tim AS, Glenn Cowan, tertinggal bus. Singkat cerita, ia akhirnya ditumpangi bus milik tim Cina dan membuatnya berteman dengan Zhuang Zedong dari Cina. Padahal saat itu AS dan Cina sedang bersitegang sejak dimulainya perang dingin.

Pertemanan yang dianggap langka ini diliput besar-besaran oleh berbagai media hingga dianggap sebagai lampu hijau bagi Cina untuk membuka hubungan dengan AS. Mao Zedong yang saat itu mempimpin Cina, memutuskan menggunakan kesempatan ini untuk menjalin hubungan dengan mengundang timnas AS ke Cina dalam rangka pertandingan persahabatan. Karena diplomasi pingpong itulah akhirnya AS menghentikan embargo perdagangannya terhadap Cina.

Diplomasi jadi salah satu upaya suatu negara tetap ‘bertahan’ di tengah kemajuan zaman dan membuka peluang kerjasama dengan negara lain

Di tengah-tengah pemimpin negara lain, Jokowi berdiri di samping Donald Trump via bbc.co.uk

Seperti halnya manusia, yang tak bisa hidup tanpa manusia lain karena kita diciptakan untuk menjadi makhluk sosial. Begitu juga dengan negara, yang rasanya akan sulit ‘hidup’ tanpa adanya interaksi dengan negara lain. Apalagi sekarang globalisasi begitu gencar dilakukan karena teknologi sudah semakin maju. Sejauh apapun jarak negara kita dengan negara lain, kerjasama di bidang apapun sangat mungkin dilakukan.

Di sini diplomasi berperan penting untuk menjaga hubungan kita dengan banyak negara di dunia. Melalui diplomasi, budaya kita jadi banyak diketahui negara lain, pun sebaliknya. Hal ini tentu membuka pintu perdagangan masing-masing negara. Tak hanya di bidang ekonomi, keuntungan membina hubungan diplomatik juga bisa dirasakan di lini sosial, politik, hingga teknologi.

Kedekatan Jokowi dengan Presiden Korsel juga bisa dilihat dari hadiah yang diberikan Moon kepada Kahiyang sebagai hadiah pernikahannya. Moon diketahui memberikan kado berupa album EXO lengkap dengan tandatangan anggotanya. Selain itu, Kahiyang juga mendapat hadiah berupa video eksklusif ucapan selamat dari salah satu anggota Shinee, Choi Minho. Sweet sekali ya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya