Serius Jajaki Rencana Pindah Ibu Kota, Jokowi Tunjuk Palangkaraya. Padahal 4 Kota Ini Tak Kalah OK!

Mungkin kalian para Indekos Rangers udah tahu gimana capeknya pindahan. Kalian udah paham betul gimana repotnya pindahan, adaptasi dan hal repot lainnya. Nah kalau tiba-tiba pindahan, tiba-tiba disuruh pindah, tiba-tiba udah pindah?

Advertisement

Dan gimana kalo kalian tiba-tiba diberitahu bahwa Ibu Kota Negara Indonesia diam-diam udah mulai dipindah ke Palangkaraya!!

Bukan lagi Bundaran HI tapi alun-alun kota Palangkaraya via www.getborneo.com

Presiden Jokowi berkeinginan untuk memindahkan Ibu Kota negara kita ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Liputan6 melaporkan bahwa Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro akan melakukan kajian teknis terkait relokasi ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya atas permintaan Presiden. Meskipun sekarang masih sebatas wacana, Presiden Jokowi tampaknya serius ingin merealisasikan rencana besar ini.

Wacana pemindahan Ibu Kota Negara ke Palangkarya sebenarnya sudah ada sejak pemerintahan Ir. Soekarno. Namun rencana tersebut belum sempat terealisasi karena jatuhnya Orde Lama. Bahkan setelah lebih dari 40 tahun setelah lengsernya presiden pertama Indonesia ini, wacana itu masih sebatas wacana. Sesekali saja muncul kembali jadi isu ketika keadaan atau problematika Jakarta yang macet tiap hari, terlalu padat penduduknya, dan dilanda banjir tiap tahun, memuncak. Nah Presiden Jokowi sepertinya jadi pemimpin yang paling serius mendalami kemungkinan pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya.

Advertisement

Lokasinya di tengah via www.hamengkubuwono.com

Kenapa Palangkaraya? Sebenarnya alasannya cukup sederhana, Palangkaraya letaknya di tengah-tengah Indonesia. Dengan secara geografis memindah Ibu Kota ke titik tengah, diharapkan laju pemerintahan lebih efisien karena jarak ke lokasi-lokasi tujuan kurang lebih sama dekatnya. Selain itu pulau Kalimantan adalah salah satu pulau terbesar di dunia, jadi memungkinkan pertumbuhan penduduk tidak akan menghalangi mobilitas pemerintahan seperti yang terjadi di Jawa khususnya di Jakarta.

Pihak Bappenas mengakunya sih rencana ini masih sebatas wacana. Tapi ya siapa tahu sudah seserius apa. Padahal jika dilakukan jajak pendapat, mungkin tidak semua warga setuju akan pemilihan Palangkaraya. Sebenarnya selain Palangkaraya, ada beberapa kota yang punya potensi jadi Ibu Kota. Yuk simak daftar Hipwee News & Feature ini.

Advertisement
  1. Jayapura

Kalau memang berbicara tentang pemerataan dan memangkas kesenjangan sebagai latar belakang pemindahan Ibu Kota, kota satu ini tak boleh dilupakan. Berada di ujung Timur Indonesia, jika Ibu Kota Indonesia dipindah ke Jayapura pastilah arus jalannya pemerintah akan berbeda sekali dengan sekarang. Tentu saja pemerintah harus banyak bangun infrastuktur dan prasarana baru untuk bisa menjalankan roda pemerintahan dari sana. Butuh waktu dan investasi yang tidak sedikit, tapi bukankah itu intinya memindah Ibu Kota yaitu supaya pembangunan merata. Jadi kenapa tidak mulai dari daerah yang selama ini paling jarang tersentuh pembangunan?

  1. Makassar

Jika salah satu alasan kenapa Ibu Kota Negara dipindahkan ke Palangkaraya adalah pertimbangan geografis, maka Ibu Kota Sulawesi Selatan, Makassar harus dipertimbangkan karena letaknya juga yang berada di tengah wilayah NKRI. Selain hal tersebut, di Makassar juga penduduknya multi-etnis, so… bisa jadi tolok ukur keberagaman bagi kota-kota lain. Makassar juga punya Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dan pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar juga cukup strategis karena letaknya yang berada di jalur perlintasan Indonesia. Gimana nih kalo ke sini aja?

  1. Yogyakarta

Atau mungkin pemerintah perlu mendalami kemungkinan untuk kembali menjadikan Yogyakarta sebagai Ibu Kota Indonesia. Meski sekarang kota pelajar ini juga sudah sering macet, paling tidak dari segi infrastruktur dan pengalaman, kota ini sudah siap. Terlebih jika proses pemindahan harus berlangsung cepat, mungkin hanya beberapa kota di Indonesia yang bisa jadi pilihan.

  1. Palembang

Di pulau Sumatera, kota Palembang sering disebut-sebut sesuai untuk jadi pilihan Ibu Kota baru karena nilai historisnya. Kota yang dulu merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya ini dinilai memegang peran sejarah besar dalam penyatuan bangsa Indonesia. Siapa tahu seperti Kerajaan Sriwijaya yang termahsyur karena kekuatan maritimnya, Indonesia ke depannya bisa lebih memperkuat bidang kelautannya. Terlebih lagi jaraknya yang relatif lebih dekat ke ibu kota-ibu kota negara Asia Tenggara lainnya. Urusan bilateral maupun regional mungkin bisa ditingkatkan.

Warga Indonesia mungkin sedikit was-was atau sama sekali tidak bisa membayangkan jika Jakarta benar-benar tak lagi jadi Ibu Kota. Indonesia sebenarnya dulu pernah memindahkan Ibu Kota dalam situasi darurat. Solusi pemindahan negara ini juga telah diambil oleh banyak negara. Dari Brazil hingga negara tetangga kita Malaysia, sudah berani memindahkan Ibu Kota Negara. Tipe pemindahannya pun macam-macam, ada yang seluruhnya memindahkan Ibu Kota resmi seluruhnya seperti Brazil dan ada juga yang hanya memindahkan pusat administrasi seperti Malaysia.

Nah tinggal pemerintah menimbang-nimbang sih. Setelah selama ini berusah menyelesaikan persoalan Jakarta yang justru tampaknya kian menumpuk, mungkin pemindahan Ibu Kota Negara ini memang benar-benar bisa jadi solusi.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kertas...

744 Comments

  1. Arie Rahman berkata:

    Feeling gw pindah ke Makassar??

  2. Dwi Liciouz berkata:

    ya iyalah serius pengen pindah,, di jakarta kan selonjoran aja susah..

  3. Ato Suparto berkata:

    Vote Papua.. Biar yg mau nyalon jadi Legislator orang yg bener2 mau kerja buat indonesia, gak cuma mau enaknya aja mewah2an di Jakarta…

  4. Kukuh Dls berkata:

    Pindahin ke lampung aja

  5. Bryan Supeni berkata:

    kembali ke dulu aja sebelum jakarta jadi ibu kota

  6. Nurissa Diyah berkata:

    Penulisan yang benar “Palangka Raya”
    #sekedarmengingatkan 😉

  7. Ihsan Albarokah berkata:

    PALEMBANG aja… Mantap

  8. Ari Santoso berkata:

    Duuuuuh jangan ke Jogja. Ato ke Bukitinggi aja, lagian disana pernah jadi ibukota waktu agresi militer belanda 2. Waktu itu namanya PDRI(Pemerintahan Darurat Republik Indonesia), “presidennya” waktu itu dijabat Pak Sjafrudin Prawiranegara #CMIIW

CLOSE