Hidup berkecukupan dan sejahtera merupakan salah satu impian yang diidam-idamkan kebanyakan orang. Banyak cara yang dilakukan demi mencapai tahap tersebut, mulai dari giat menuntut ilmu sampai usaha bisnis habis-habisan. Salah satu usaha bisnis yang mungkin kerap kamu temui adalah jaringan bisnis MLM. Bisnis MLM umumnya menawarkan penghasilan cukup fantastis dalam waktu relatif singkat, dengan salah satu syarat utamanya; merekrut downline sebanyak-banyaknya.

Nah, baru-baru ini, media sosial Twitter dihebohkan oleh sebuah utas yang menceritakan tentang hancurnya sebuah pertemanan hanya lantaran usaha perekrutan bisnis MLM yang kurang menyenangkan. Meski sebenarnya ada usaha MLM yang masih menjunjung etika bisnis yang baik, tak jarang usaha perekrutan MLM malah berujung kerugian. Bukan hanya materi tetapi juga tali silaturahmi. Seperti apa kisahnya? Simak ulasannya berikut ini ya~

Banyak kasus perekrutan MLM yang akhirnya membuat hubungan seseorang dengan temannya jadi hancur lebur. Ada yang pernah mengalami?

Advertisement

Sebenarnya, kasus perekrutan MLM yang kurang menyenangkan di Indonesia sendiri bukanlah hal yang baru. Bahkan, seringkali kita nggak sadar lo jika ternyata orang-orang terdekat kita adalah salah satu agen dari mereka. Seperti cerita yang telah dituliskan oleh akun @Ejakkulasi di laman Twitter-nya ini.  Sebenarnya, titik masalah bukan pada MLM-nya, melainkan pada tata krama perekrutan sejumlah oknum yang dirasa terlalu berlebihan. Kecuali MLM yang diusung adalah bisnis bodong ya tentunya. Ini beda lagi ceritanya.

Yang wajib kamu waspadai adalah bisnis abal-abal berbasis MLM yang terkadang mengiming-imingi calon korbannya dengan penghasilan yang “nggak masuk akal” dalam waktu super singkat

Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash via unsplash.com

Bisnis MLM yang baik biasanya sudah dikenal punya reputasi yang baik dan perusahaannya pun jelas dan resmi. Sedangkan bisnis MLM bodong biasanya berasal dari antah berantah, punya iming-iming fantastis yang terlalu berlebihan sampai target yang gila-gilaan. Tak jarang, para calon anggota harus menanamkan modal terlebih dahulu, dengan janji-janji manis nantinya modal tersebut bakal dikembalikan berkali lipat. Yang lebih ekstrem, biasanya para calon anggota diprospek untuk ‘mencari mangsa’ dengan giat, demi segera meraih pendapatan fantastis yang dijanjikan.

Advertisement

Ini nih yang kadang bisa bikin tali silaturahmi jadi kacau. Perekrutan yang terlalu memaksa sampai harus mengancam bisa jadi membuat pertemanan atau persaudaraan yang awalnya baik-baik saja jadi hancur lebur.

Perekrutan bisnis abal-abal MLM ini biasanya bersifat memaksa dan seringkali yang mengajak adalah orang-orang terdekat kita

Photo by Tyler Nix on Unsplash via unsplash.com

Seperti yang terjadi pada utas di Twitter tadi, perekrutan bisnis MLM ini biasanya dan seringkali dilakukan oleh orang terdekat kita sendiri lo, seperti misalnya teman atau sahabat. Nggak cukup hanya sampai di situ, perekrutan bisnis abal-abal seperti ini pun biasanya dilakukan dengan cara yang terkesan memaksa.

Mereka akan meminta calon korban dengan rutin mengikuti kegiatan mereka, dari mulai membayar biaya “pelatihan” yang tentunya juga abal-abal hingga mempengaruhi calon korban untuk melakukan hal apa saja demi mendapatkan modal. Duh, kalau sudah sampai begini sih kamu wajib waspada saat ditawari kerabat atau sahabatmu.

Kalau kalian bisa lebih cermat, udah banyak lo yang mengupas bobroknya bisnis-bisnis bodong dengan cara MLM seperti ini

Penangkapan salah satu pelaku bisnis abal-abal oleh polisi via www.youtube.com

Sebenarnya untuk meminimalisir terjadinya hal serupa, kalian bisa melakukannya dengan mudah lo. Banyak situs atau media massa ternama seperti yang dilaporkan oleh Kompas yang menuliskan daftar bisnis abal-abal MLM yang ada di Indonesia. Dengan mengetahui dan mempelajari pola mereka sejak dini, kalian akan dapat terhindar dengan jeratan hitam MLM tersebut.

Adapun ciri-ciri MLM bodong, seperti dilansir laman Kumparan adalah sebagai berikut:

  • Berskema Ponzi iming-iming besar alias modus investasi palsu
  • Produknya fiktif dan hanya menekankan pada investasi, bukan pada penjualan produk
  • Komisi bombastis dari perekrutan anggota
  • Tidak memiliki legalitas perusahaan yang valid
  • Tidak mempunyai sistem pengembalian produk yang rasional
  • Setiap produk yang diperdagangkan tidak memiliki nilai pasar yang wajar. Harganya bisa melambung sangat tinggi.

Meski kadang terkesan menyebalkan jika dilakukan dengan cara memaksa, tetap ada pelajaran penting dari bisnis MLM yang bisa kamu petik lo

MLM / Credit photo: Pexels via www.pexels.com

Lepas dari segala pro kontranya, ada beberapa bisnis seperti misalnya asuransi yang bisa dijalankan dengan baik melalui sistem MLM ini. Dengan catatan, perusahaannya jelas dan terdaftar resmi serta punya etika bisnis yang baik. Biasanya, para anggota dilatih untuk pintar bicara, mendemonstrasikan sesuatu dan piawai memasarkan produk-produk mereka dengan percaya diri. Nggak sembarang orang bisa punya keahlian semacam ini, yang bisa jadi bekalmu kalau kamu butuh tampil lebih percaya diri di dunia kerja.

Pengalaman pengguna Twitter @Ejakkulasi  bisa jadi pernah juga kamu alami, dan bahkan bisa jadi sedang kamu alami saat ini. Kalau ditawari baik-baik dan kamu tidak tertarik, menolak baik-baik bisa jadi solusi. Namun jika sampai memaksa, tak usah terlalu menggubris apalagi sampai dimasukkan ke hati ya, daripada makin runyam nantinya. Kecuali kalau sudah sampai tahap meneror dan mengancam, mencari penengah bisa dicoba. Daripada malah berantem nggak jelas dan merusak tali pertemanan?

Kalau kamu, pernah mengalami ditodong paksa perekrutan bisnis MLM nggak?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya