Belum kelar soal Hanna Annisa yang hingga kini kasusnya masih belum tuntas. Masyarakat kembali digegerkan dengan tersebarnya video porno yang melibatkan dua anak yang masih di bawah umur. Video yang berdurasi waktu hingga satu jam lebih ini bahkan sudah tersebar di situs-situs dewasa.

Tidak perlu waktu lama, video ini langsung jadi buah bibir di Indonesia. Meski belum banyak fakta yang diketahui soal asal usul video yang meresahkan ini, sebagaimana dilansir dari Kompas, bahasa daerah dari salah satu wilayah Indonesia tampaknya terekam dalam video itu. Untuk info selengkapnya, yuk simak penjelasan Hipwee News & Feature ini.

Berbeda dengan video porno viral yang banyaknya tidak sengaja tersebar, pengambilan gambar dalam video ini justru tampak seperti video professional

Dalam video yang kelihatannya berlokasi di kamar sebuah hotel berbintang, dua anak kecil diajak untuk beradegan tidak senonoh dengan wanita dewasa. Jika dilihat dari angle dan pengambilan gambarnya pun, video tersebut tampak tidak sembarangan dibuat. Melainkan memang sengaja direkam untuk industri pornografi professional. Si perekam bahkan terdengar memberikan instruksi kepada anak-anak tersebut untuk melakukan adegan tertentu.

Perekam menggunakan bahasa daerah tertentu di Indonesia. Ngeri sih bayangin hal seperti ini terjadi di sekitar kita

Perekam berdialek bahasa daerah via megapolitan.kompas.com

Hingga kini memang belum diketahuin dengan persis kapan dan di mana pengambilan video tersebut dibuat. Namun si perekam tampak menggunakan dialek salah satu bahasa daerah di Indonesia. Kamar yang digunakan juga tampak layaknya kamar hotel dengan beberapa kursi, meja, kasur yang lebar serta terlihat beberapa botol minuman keras khas Indonesia di sana. Sehingga, video tersebut memang bukan video orang dari luar negeri yang wajah dan penampilannya serumpun dengan kita. Video tersebut memang bikinan orang Indonesia.

Pihak kepolisian saat ini berusaha mengusut tuntas video tersebut. Nggak main-main undang-undang yang mengancam pelaku adalah pasal berlapis

Usut sampai tuntas via interaksyon.com

Saat ini pihak penyidik tengah memburu pelaku yang ada dalam video tidak senonoh tersebut. Masih seperti dilaporkan Kompas, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak berusaha mencari video tersebut dan membuka situs-situs pornografi. Seringnya situs pornografi semacam ini berisikan pishing dan virus/spam yang justru hanya ingin mencuri data khalayak. Kepala KPAI Susanto juga mengatakan kalau video ini bakal memberikan dampat yang buruk. Anak bisa saja melakukan imitasi terhadap adegan dalam video karena ketidaktahuan. Dampak yang ditimbulkan dari tersebarnya video ini bisa sangat berbahaya.

Banyak yang mengecam atas apa yang dilakukan orang-orang dalam video porno tersebut. Anak-anak seolah jadi korban eksploitasi dan dimanfaatkan hanya demi konten pornografi dan komersialisasi yang ujung-ujungnya buat mencari uang. Tentu saja, masa depan moral anak-anak dalam video tersebut yang jadi taruhannya. Pelaku dalam video seharusnya diberi hukuman yang bikin jera. Bahkan mereka bisa dituntut dengan pasal berlapis yaitu UU terkait pelecehan seksual, perlindungan anak, hingga UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sebagai warga negara yang baik, alangkah bijak jika kita tidak ikut-ikutan penasaran dan mencari tahu adegan dalam video tersebut. Hal ini tentu saja akan makin membuat anak-anak di bawah umur yang belum tahu apa-apa kembai dirugikan. Kita tunggu hingga pihak berwajibkan melakukan tugasnya, semoga pelaku cepat diusut ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya