Pesta demokrasi terbesar di Indonesia alias Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah di depan mata. Jadi sebenarnya memang sewajarnya kalau hari-hari ini dipenuhi dengan perdebatan dan diskusi tentang visi, misi, serta program partai politik, caleg, maupun paslon presiden. Bukan cuma debat kusir dan saling menjatuhkan saja, tapi benar-benar membahas apa sih yang bakal dilakukan para calon pemangku jabatan ini kalau terpilih nanti. Nah kontroversi terbaru yang mungkin juga sudah banyak kalian dengar adalah seputar program ‘kartu sakti’ yang kembali ditawarkan petahana Joko Widodo.

Kartu-kartu sakti Jokowi via www.hipwee.com

Setelah menelurkan Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera, Jokowi kembali menawarkan paket kartu sakti baru jika dirinya kembali terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia untuk periode mendatang(2019-2024). Ada tiga kartu baru yang diperkenalkan yaitu Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Prakerja. 

Advertisement

Salah satunya, yakni Kartu Prakerja mendapat perhatian dan kritikan paling banyak. Pasalnya, program kartu ini kabarnya bakal menggaji mereka yang sedang mencari kerja atau orang baru saja di-PHK dari pekerjaannya. Singkat kata, melalui kartu ini, Pak Jokowi ingin memberi gaji kepada pengangguran. Sontak saja, langsung banyak orang terpantik dengan usulan yang sekilas terdengar too good to be true ini…

Pertama-tama, yuk kenalan dulu dengan tiga kartu sakti baru Jokowi. Enak sih ada program bantuan baru, tapi program-program kartu sebelumnya saja kayaknya masih banyak dikritik belum beres deh

Terus nggak bisakah dijadiin satu kartu pintar aja? Biar nggak kebanyakan kartu & bikin jebol dompet via www.hipwee.com

Program-program kartu baru ini sebenarnya cukup straight forward alias ya seperti tergambarkan seperti namanya. Dalam beberapa kesempatan seperti saat acara makan 30 ribu mangkok bakso bersama warga Cikarang pada tanggal 3 Maret yang lalu, sebagaimana dilansir Tempo, Pak Jokowi memberi perkenalan dan penjelasan singkat akan kegunaan kartu-kartu saktinya yang baru :

  • Kartu Sembako Murah : membantu warga kurang mampu untuk bisa membeli bahan-bahan pokok dengan harga murah
  • Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah : mirip seperti program KIP sebelumnya, tapi juga bisa digunakan untuk pendidikan tinggi atau kuliah
  • Kartu Prakerja : membiayai training atau semacam memberi honor kepada lulusan sekolah menengah, SMK, akademi, atau universitas yang sedang mencari pekerjaan
Advertisement

Di kesempatan lain, yaitu saat menghadiri deklarasi ormas Pemuda Pancasila seperti diberitakan Tirto, Pak Jokowi menjelaskan motivasi di balik program 3 kartu barunya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Bagus sih kalau memang SDM-SDM negara berflower ini bisa naik tingkat, tapi banyak pihak khawatir bisakah program-program baru ini berjalan sesuai target mengingat program kartu sakti sebelumnya pun masih mengalami banyak masalah.

Seperti bagaimana peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) dikutip dari Asumsi, Lais Abid, mengingatkan bawah program kartu baru justru bisa menjelma jadi masalah baru ketika tata kelola pelaksanaan program jaminan sosial di Indonesia masih tidak efektif.

Dikritik ‘norak’ dan sampai dilaporkan ke Banwaslu, gagasan Kartu Prakerja memang terdengar too good to be true. Enak banget sih kalau memang pengangguran beneran bisa dapat honor dari pemerintah

Pro-kontra Kartu Prakerja Jokowi via www.hipwee.com

“Anak-anak yang sudah lulus sekolah menengah, kejuruan, maupun akademi, dan universitas bisa memperoleh Kartu Pra Kerja. Kartu itu dapat digunakan untuk membiayai pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan pemerintah. Setelah training kita harapkan masuk industri. Kalau belum, akan diberi gaji atau honor dari sini,” ujar Jokowi seperti dilaporkan Tempo.

Ide utama dari program ini jelas baik. Agar mereka yang belum berhasil mendapat kerja atau mungkin sedang mencari pekerjaan baru, bisa meningkatkan skill dan peluang untuk mendapat pekerjaan. Tapi gagasan ini jelas menimbulkan berbagai pertanyaan dan juga diserang banyak kritikan.

Pihak oposisi seperti Fadli Zon menyebut program ini politis dan sangat norak. Jokowi bahkan sampai dilaporkan ke Banwaslu oleh Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) yang berpendapat janji Jokowi lewat program ini termasuk pelanggaran kampanye (menjanjikan ‘honor’) dan berpotensi jadi hoaks karena ragu pemerintah punya anggaran untuk menggaji semua pengangguran di Indonesia. Belum lagi data pengangguran yang mungkin ditafsirkan secara berbeda oleh pihak-pihak terkait.

Kementerian Ketenagakerjaan sendiri mengaku masih mengkaji dan menyempurnakan program Kartu Prakerja yang telah dikemukakan Pak Jokowi. Dilansir dari Kompas, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri juga menjelaskan meskipun Pak Jokowi menyebutkan kata ‘honor’, ide awal dari program ini adalah untuk para penerima Kartu Prakerja untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan. Bagi fresh graduate, bakal diberi perbaikan pelatihan. Sedangkan untuk mereka yang pindah kerjaan atau korban PHK akan diberi peningkatan maupun ganti ketrampilan.

Finlandia telah menggaji pengangguran di negaranya selama dua tahun via www.xaverian.ca

Ide ini sebenarnya mungkin mengarah ke sistem kesejahteraan universal basic income, yaitu sistem di mana semua warga negara berhak mendapatkan gaji dan penghidupan layak tanpa terkecuali. Intinya, memanusiakan manusia dan tidak ada orang yang sampai kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya. Hingga saat ini satu-satunya negara yang berani menguji coba sistem ini secara keseluruhan adalah Finlandia, salah satu negara termakmur di dunia. Hipwee pernah menulisnya di artikel berjudul Saking Makmurnya Negara yang Satu Ini, Pengangguran Saja Sampai Digaji Rp 7,8 Juta Sebulan“. Percobaan itu pun kini telah dihentikan setelah dua tahun, bukti kalau implementasinya susah banget…

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya