Buat kalian yang suka bawa motor kemana-mana, pasti sudah mulai repot saat musim hujan datang seperti sekarang ini. Sering tiba-tiba hujan deras pas masih di tengah jalan, padahal sebelumnya cuaca panas banget. Belum lagi banjir yang bikin kita harus ganti sandal jepit di tengah perjalanan. Cuaca yang makin sulit diprediksi ini bikin kita juga harus makin waspada. Soalnya kadang cuaca buruk bisa tiba-tiba datang tanpa permisi dulu.

Kayak yang baru aja terjadi di Bogor kemarin. Kota yang dijuluki kota hujan itu baru saja ditimpa angin puting beliung. Akibatnya banyak bangunan rusak karena tertimpa ranting atau dahan pohon. Bahkan di salah satu video yang beredar di media sosial, ada atap seng yang terbang karena tertiup angin. Kali ini Hipwee News & Feature sudah merangkum info soal angin puting beliung, termasuk tanda-tandanya, biar kamu bisa waspada juga.

Bogor baru saja dilanda hujan deras disertai angin puting beliung. Puluhan rumah rusak dan 1 orang meninggal dunia setelah mobilnya tertimpa pohon

Advertisement

Kamu mungkin termasuk salah satu warganet yang lihat betapa mengerikannya video-video puting beliung di Bogor yang beredar di media sosial kemarin. Atap-atap beterbangan, pepohonan juga bergerak-gerak seperti mau roboh. Belum lagi teriakan orang-orang di video, bikin suasana yang tergambar makin mencekam.

Kamis tanggal 6 Desember kemarin di Bogor, Jawa Barat memang baru terjadi angin puting beliung disertai hujan deras. Kalau dari laporan UPT BMKG Stasiun Klimatologi (Staklim) Bogor, peristiwa itu terjadi di kawasan Batutulis sekitar jam 3 sore. Sejak pukul 14.30, sebenarnya awan Cumulonimbus sudah tampak dari satelit Himawari. Tiga puluh menit setelahnya baru hujan dilaporkan turun dengan derasnya, disertai angin puting beliung. Saking kencangnya angin, atap-atap bangunan banyak yang beterbangan. Pohon-pohon tumbang menimpa mobil dan motor. Bahkan katanya sampai ada yang meninggal karena mobilnya tertimpa pohon lo!

Meski umumnya cuma berlangsung selama 10 menit, tapi kekuatan puting beliung nggak bisa diremehkan

Mobil yang tertimpa pohon di Bogor via jabar.metrotvnews.com

Kebanyakan angin puting beliung –atau ada juga yang menyebutnya tornado– berlangsung cukup singkat. Rata-rata cuma sekitar 10 menit. Meskipun cuma sebentar, tapi kekuatan angin ini nggak bisa diremehkan lo. Angin puting beliung termasuk angin lokal yang muncul di satu titip lokasi. Luas perputarannya mencapai 5-10 kilometer. Karena cuma berlangsung singkat, angin ini cukup sulit diprediksi. Angin yang membentuk pusaran angin dan mirip corong terbalik ini kecepatannya bisa mencapai 45 km/jam lo! Karena cukup kencang, ia bisa menerbangkan benda-benda di sekitarnya dan menumbangkan pepohonan.

Puting beliung bisa terjadi dimana saja, apalagi pas masa-masa transisi dari kemarau ke musim hujan gini. Untuk lebih waspada, nggak ada salahnya buat memahami tanda-tandanya

Waspadai tanda-tandanya via www.jawapos.com

Advertisement

Puting beliung termasuk fenomena alamiah yang biasa terjadi. Apalagi di masa-masa transisi dari kemarau ke musim hujan seperti saat ini (atau sebaliknya). Kamu yang tinggal di daerah lain di Indonesia juga harus waspada. Meski termasuk sulit diprediksi secara pasti, tapi tanda-tanda kemunculan angin puting beliung bisa dilihat dari beberapa situasi seperti yang diungkapkan Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko:

  • Satu hari sebelumnya udara terasa sangat panas, dirasakan sejak malam sampai pagi hari
  • Selanjutnya akan tampak awan putih berlapis-lapis dan 1 jenis di antaranya ada yang berwarna abu-abu jelas, menjulang tinggi layaknya bunga kol
  • Lalu awan Cumulus berwarna abu-abu tadi dengan cepat berubah jadi lebih gelap. Awan ini disebut Cumulonimbus (CB)
  • Bersamaan dengan itu, di sekeliling kita pepohonan mulai bergoyang-goyang karena dorongan angin
  • Hujan pun turun tiba-tiba dengan derasnya. Kalau turunnya gerimis aja berarti pusaran angin puting beliung terjadi di tempat lain

Banyak yang bingung, puting beliung ini sebenarnya sama nggak sih sama angin topan? Walaupun rada mirip, tapi ternyata keduanya berbeda lo

Angin topan bisa sebabkan kenaikan gelombang air laut via www.bbc.com

Biar lebih jelas, perlu diluruskan dulu kalau angin tornado ini sebetulnya sama dengan puting beliung –kalau di Indonesia sebutannya puting beliung. Tapi walaupun sama-sama terbentuk dari awan CB, kalau dilihat dari ukuran besarnya, tornado lebih besar dari puting beliung.

Puting beliung terbentuk dari satu atau sebagian kecil awan CB, sedangkan tornado terbentuk dari puluhan awan CB. Karena lebih besar, tornado biasanya berlangsung lebih lama.

Lah terus apa bedanya sama angin topan? Nah, kalau topan ini termasuk fenomena alam yang terbentuk di lautan Pasifik. Angin topan lekat dengan badai, hubungannya sama kenaikan air laut guys dan bisa memicu banjir. Sedangkan puting beliung bisa terjadi dimana saja, umumnya di pemukiman gitu ya.

Hmm.. cuaca yang makin nggak menentu gini memang seram sih. Tapi bukan berarti kita cuma harus pasrah aja sama keadaan. Mempersiapkan diri akan segala kemungkinan buruk akan jauh lebih baik dibanding diam aja menunggu datangnya takdir. Hehe…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya