Punya badan minimalis memang banyak enaknya. Mau makan apa aja bebaaas, gak mesti pusing mikirin lemak di perut atau pinggang. Akomodatif deh buatmu yang memang hobinya makan.

Berhubung gak semua orang beruntung punya badan minimalis begini, kejadian sehari-hari di bawah ini pun cuma kamu yang ngerti. Mulai dari enak sampai gak enaknya, orang lain belum tentu tahu. Tapi kamu yang mengalami kejadian ini sehari-hari sudah pasti mengerti.

Nah, apa aja sih kejadian sehari-hari yang sering kamu alami sebagai si hobi makan yang badannya gak pernah melar?

1. Punya badan minimalis kadang bikin teman-temanmu iri. “Ih, makanmu banyak, gimana caranya sih kamu tetep kurus gitu?”

Dipuji makan banyak bodi tetep minimalis via www.crushable.com

Banyak orang susah payah mati-matian biar jadi kurus dengan gak makan malam atau yang lainnya. Tapi kamu? Gak usah diet sekalipun bakal tetep langsing. Mau makan malem dua kali pakai nasi sama mie, makan siang penuh karbohidrat, sama minum susu, nggak ada ngaruh-ngaruhnya sama sekali ke berat badanmu. Dan gara-gara ini, kamu pun jadi sering dipuji…

Advertisement

“Ya ampun, kamu biar bisa kurus gini rahasianya apa sih? Bagi-bagi dong!”

“Sob, pernah makan nasi? Perutnya oke banget nggak pernah kayak Oom-Oom.”

“Ya ampun, enak banget sih jadi kamu. Mau makan sewarung ga bakal bisa bengkak?”

Di momen seperti ini, kamu bisa banget berbangga hati dengan kata kurus yang melekat di kamu.

2. Tapi gak semua hal yang kamu dengar itu pujian. Ada aja sih yang nuduh kamu cacingan

Banyak yang menyarankan buat beli ini via www.tokopedia.com

Gak selamanya kamu dapat pujian karena tubuh yang tetap langsing ini. Ada kalanya orang curiga kenapa kamu nggak gendut-gendut. Salah satu orang yang paling sering curiga, siapa lagi kalau bukan sahabat sendiri. Karena rentan waktu pertemanan kalian yang udah cukup lama, cara berbicara kamu dan dia pun ceplas-ceplos satu sama lain.

Misalnya nih, ketika suatu hari kalian lagi makan dengan lahap dan asiknya, tiba-tiba sahabatmu mu menatapmu dengan sinis sambil berkata…

“Fix, kamu kena penyakit cacingan dari bayi.”

Kamu : “…. Salahku apa….”

Sebagai pihak yang tak bersalah, kamu hanya bisa melengos dan melanjutkan makan kembali.

3. Melihat berat badanmu yang gak nambah-nambah, orangtua jadi khawatir. Dikiranya kamu sakit atau kenapa-napa

Jagungnya buat aku semua ya via www.huffingtonpost.com

Orangtua akan merasa senang lho kalau anaknya makan dengan lahapnya. Apalagi kamu, tipe anak yang doyan makan dan nambah. Tapi bentar, kok udah banyak makan gini… Berat badanmu nggak nambah-nambah ya?

“Kamu nggak coba periksa aja, Mas? Ke dokter aja gitu. Siapa tahu kamu sakit apa…”

“Ah, sakit apaan?” *melengos*

4. Tak jarang orangtua berceletuk, “Gemukin dikit tuh badan, biar gak dikira gak pernah dikasih makan sama Bapak-Ibu.”

Padahal makanmu ya udah banyak via www.bisnisagege.com

Pada suatu hari, kamu baru pulang sekolah atau kuliah, masuk rumah dengan loyo dan disambut dengan ayahmu yang sedang nonton tivi di ruang tamu. Nggak ada angin atau badai, ayahmu tiba-tiba melontarkan sebuah statement yang menyayat hati…

Kamu makin lama kok makin kurus, sih? Gemukin itu badan! Nanti dikira orang Bapak-Ibu nggak pernah ngasih kamu makan.

Ayahku tercinta, kamu adalah saksi bagaimana aku menghabiskan nasi dan lauk pauk di piringku setiap hari. Bukan
salahku, Pak.

5. Bukannya kamu gak mau gemuk, tapi emang nggak bisa!

Aku ga bisa diginiin. via spazp.tumblr.com

Setelah mendengar komentar-komentar pedas dari orang rumah, kamu pasti merasa bad mood. Kamu seperti disalahkan karena tidak mau berusaha menjadi lebih gemuk. Aku pingin ada pertambahan 3-5kg ketika menimbang badan. Seberapa banyak aku berusaha untuk mengenyangkan perutku, tetep nggak bisa. Bukannya aku gak mau gemuk, tapi emang gak bisaaa!

6. Banyak juga yang sarkastis nanya, “Itu makanan turunnya ke mana, badan segitu-gitu aja?”

Badan segitu aja nih? Enak bangeet via .tumblr.com

Tidak berhenti di rumah saja, banyak teman-teman yang mungkin kaget dengan kuantitas makanmu yang berlawanan dengan ukuran badanmu yang konstan. Banyak dari mereka yang melontarkan ucapan pedas buatmu, seperti

“Makan udah kayak Samson, tapi badan ga berubah. Enak banget kamu. Gak kayak aku cepet gendut

“Coba aku jadi kamu, pasti aku bakalan jadi orang paling bahagia di dunia. Ga bakal mekar nih badan.”

Ya, mereka mengeluarkan jurus sarkasme. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa selain… lanjut makan.

7. Yang mulai khawatir sama kekonstanan ukuran badanmu juga banyak dan tanya “Kamu nggak kena anorexia, kan?”

Pertanyaanmu nggak lucu, Om. via twitter.com

Di dekatmu, banyak temen-temen yang mulai khawatir dengan kekurusanmu. Mungkin mereka hanya mengamati waktu kamu diem dan nggak mengonsumsi apa-apa. Tiba-tiba mereka bertanya dengan hati-hati,

Maaf ya sebelumnya. Kamu nggak kena anorexia kan? Aku khawatir kok kamu segitu terus badannya

Pertanyaan itu membuatmu merenung. Apa aku seperti itu di mata mereka?

8. Eh tapi kalo dipikir-pikir bener juga. Badanmu dari SMP kayak-nya segini-segini aja.

Wah, bener uga ternyata via tumblr.com

Ketika kamu merenung dan memikirkan tentang komentar orang-orang, kamu memutuskan untuk berdiri di depan cermin dan mengamati dirimu sendiri. Memutar badan ke kanan, ke kiri, ke belakang. Diam sebentar, lalu muter-muter lagi. Setelah itu kamu menyadari bahwa bener juga kata mereka. Kamu dari jaman SMP badannya nggak
berkembang. Ukuran baju dari SMP tetep S sampe detik ini. Nggak usah diambil pusing lah ya. Hehehehe.

9. Para kalangan sok tahu pun ngak bisa diam diri dan kepo “Kamu lagi ada masalah?”

Gosipin dia kenapa kurus melulu via www.cnbc.com

Kamu udah nggak ambil pusing dengan apa kata orang tentangmu. Tapi, tiba-tiba ada orang-orang yang dasarnya kepo dan pingin ngomongin kamu tanya,

Kamu lagi ada masalah? Kelihatan gak bahagia gitu, kurus terus kamunya.

Nggak, nggak ada yang salah kok. Yang salah kalau orang-orang tetep kepo 😉

10. Kamu sebagai sang “korban” pun merasa tetap baik-baik saja. Toh, gak harus jadi gemuk ‘kan buat berbahagia?

Bahagia banget nih via theartmad.com

Sebagai orang yang memiliki raga sehat walafiat dengan batin yang bahagia, dengan tenang kamu akan memberikan mereka sebuah jawaban. Jawaban yang memberikan kepuasan bagi yang bertanya dan kamu, yang selama
ini menderita sebagai sasaran topik “kurus” ini.

Jadi orang bahagia, baromoter-nya nggak harus jadi gemuk, kan? Kurus-kurus gini aku hidupku happy banget, lho.

Gimana nih perasaan kalian tentang jadi makhluk berbadan minimalis walau porsi makan banyak banget? 🙂