Belum usai euforia Asian Games di Indonesia, nama Jonathan Christie melesat bagaikan roket. Peraih medali emas cabang olahraga bulutangkis tunggal putra tersebut sempat dielu-elukan karena kehebatan dan ketampanannya di lapangan. Belum selesai soal komentar berbau seksual yang jadi buah bibir warganet, sekarang giliran komentar SARA yang justru bertebaran.

Makin nggak bisa dimengerti, warganet seolah tambah nggak bijak dalam berkomunikasi di dunia maya. Masalah keyakinan Jojo pun, kini jadi bahan omongan. Sebenarnya Indonesia adalah negara yang membebaskan warga negaranya memeluk agama lo, tapi seolah kalau nggak seagama lalu jadi masalah. Berikut Hipwee Hiburan bakal menguraikan sebuah refleksi perilaku warganet kita yang semakin nggak terkontrol. Semoga bisa jadi pelajaran yang bikin kita makin bijak, ya!

Jojo beberapa waktu lalu mengunggah foto yang memperlihatkan dia tengah melakukan selebrasi sambil hormat bendera. Nggak lupa dia menuliskan kutipan kalimat religius

Unggahan Jojo. via www.instagram.com

Advertisement

Seakan belum habis, kebanggan dan kebahagiaan Jojo setelah berhasil memenangkan medali emas untuk Indonesia masih dia tunjukkan lewat unggahan di media sosial. Jojo juga seolah mengungkap rasa syukurnya berdasarkan apa yang dia yakini. Hal ini terbilang wajar jika Jojo memang sosok yang memiliki keyakinan kuat.

Setelah menyumbang satu emas untuk Indonesia, kepopuleran Jojo di media sosial juga nggak terelakkan. Dalam dua hari saja, follower-nya bertambah drastis dan langsung bercentang biru

Ciyeee… sudah centang biru. via www.instagram.com

Sosok Jojo makin terkenal setelah jadi bintang baru di cabang olahraga badminton. Maka nggak heran akun Instagram-nya yang semula hanya memiliki ratusan ribu pengikut mendadak diikuti banyak warganet. Akunnya pun mendapatkan verifikasi resmi dari Instagram sehari setelah dia memenangkan pertandingan bulutangkis tunggal putra.

Sayangnya, banyak komentar SARA bertebaran di akun Jojo. Kadang sampai nggak tega bacanya, miris banget, asli! 🙁

Kejam sih, tapi jangan ikutan emosi ya Guys! via www.instagram.com

Isu SARA termasuk di dalamnya suku, agama, dan ras, memang disepakati jadi hal yang sensitif untuk disinggung di masyarakat kita. Mungkin untuk dijadikan obrolan personal yang lingkupnya kecil, itu nggak akan masalah. Namun kalau skalanya sudah publik, bukannya itu bahaya?

Advertisement

Beberapa warganet yang ‘wani‘ justru mengkritik kutipan Jojo yang merupakan kutipan ayat kitab Injil. Meski akhirnya banyak yang menghujat dan menyalahkan komentar ngawur mereka, walhasil komen berbau SARA ini justru menempati top comment di kolom unggahan. Hmm, jadi curiga jangan-jangan komentarnya sengaja provokatif biar dapat perhatian warganet lain nih?

Menuliskan sesuatu di dunia maya sebenarnya sama dengan memasang spanduk besar di pinggir jalan protokol. Semua orang dari seluruh dunia bisa mengakses dan membacanya, apa nggak malu?

Duh, malu nggak kalau komentarnya dipajang begini? via www.itv.com

Anggapan soal warganet Indonesia yang kejam sebenarnya sudah bergulir sejak lama. Mulai dari yang berkomentar pedas soal bentuk tubuh artis, menjelek-jelekkan seseorang secara langsung, bahkan komen mengumpat dengan kata kasar sering banget terjadi. Nggak heran kalau jempol warganet dianggap lebih kejam daripada ibu kota tiri.

Lalu, apakah mereka yang masih belum bisa bijak dan santun dalam berselancar di dunia maya ini tahu kalau yang mereka lakukan itu punya dampak yang begitu besar? Menuliskan sesuatu di dunia maya sama saja dengan berbicara di depan jutaan pengguna internet lain. Bahkan berkomentar di unggahan orang juga sama dengan memasang tulisan spanduk besar di jalan raya yang ramai. Nah, kalau sudah begini, berkomentar santun dan bijak adalah opsi yang bagus biar nggak meninggalkan jejak digital buruk. Bisa jadi, suatu saat kamu akan menyesal dengan apa yang kamu tuliskan hari ini karena di masa depan pikiranmu berkembang dan lebih terbuka.

Terkadang, masyarakat kita memang masih sulit memahami bagaimana dunia maya terbentuk. Meski tampaknya dunia maya itu nggak nyata, tapi sebenarnya kita nyata-nyata ada di dalamnya lo. Untuk kamu yang bisa menahan emosi untuk nggak ikut ‘berdebat’ dan komentar negatif, salut deh!

Sebaiknya, saat berkomentar selalu posisikan diri seolah sedang berhadapan dengan pengunggah dan pembicaraan kita disaksikan oleh seluruh pengguna internet. Maka, kamu akan lebih bijak untuk menampilkan jejak digitalmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya