Kamu perempuan, buat apa sekolah tinggi-tinggi? Nanti kalau menikah dan punya anak, kamu bakal berakhir di dapur aja~

Di masa sekarang ini, banyak lo orang yang masih punya pendapat seperti itu. Mereka berpikir bahwa pendidikan tinggi buat perempuan itu nggak penting. Katanya sih karena perempuan hakikatnya, ya, berada di dapur dan melayani suami serta anak-anaknya. 😐

Advertisement

Tapi hal itu disanggah oleh pendapat Tasya Kamila. Calon ibu muda yang baru saja mengumumkan kehamilannya di Instagram ini punya pendapat yang lebih terbuka. Dia nggak setuju dengan pikiran kalau pendidikan yang tinggi akan sia-sia setelah berumah tangga dan punya anak. Yang suka sini dan nyinyir soal hal itu, silakan baca deh~

Baru saja mengabarkan kehamilannya melalui Instagram, Tasya Kamila ditanya soal status pendidikannya yang dianggap sia-sia setelah nantinya menjadi ibu

View this post on Instagram

Ada yg sudah baca artikel ini? Wow ternyata jadi jadi perbincangan diantara netizen, dan akhirnya banyak banget yang share ke aku, nanyain ke aku, bahkan ada bbrp teman yg ikutan geram karena lagi sama2 ngerjain project bareng aku dan gemes aja kenapa pada gak sabar banget nunggu proyek kami launch taun depan 😝 Sebenarnya kemarin itu pertanyaannya cuma “Tasya kan sekarang hamil, merasa pendidikannya sia2 gak sih?” Makanya aku jawab dgn “Emang ada yang salah dengan seorang ibu yang berpendidikan, atau seorang yang berpendidikan kemudian memutuskan untuk jadi ibu?” Dst yang aku utarakan melalui sesi wawancara kmrn. Cuma mungkin di artikel malah ditulis aku mau jadi ibu rumah tangga, dan akhirnya jadi pada salah kaprah, terus netizen pada nanya deh abis S2 dengan beasiswa pula, kok cuma jadi ibu rumah tangga?? Mana pengabdiannya utk negara? Nah, mungkin netizen yg mempertanyakan hal tersebut belum follow IG aku, krn kalau yg follow pasti tau bahwa dari sebelum lulus S2 pun aku dan teman2ku sudah mengembangkan program utk menjawab permasalahan energi di Sumba, disamping kegiatan2ku yang sudah dibina dari sebelum S2. Saat ini, (lagi hamil pun) Alhmd aku banyak dpt kesempatan utk sharing ilmu dan pengalaman tentang pendidikan, tentang lingkungan hidup, dan industri kreatif ke teman2 mahasiswa dan siswa2 sekolah. Terus, buat yg masih kepo ke depannya aku mau ngapain, aku bersama beberapa temanku skrg sedang mengembangkan program di bidang lingkungan, energi terbarukan, dan keberlanjutan melalui yayasan aku. Hopefully awal 2019 bisa launch! Amiin. Memang prosesnya tidak instan, membutuhkan waktu, apalagi dengan kegiatanku di sana sini. Tapi, bukan berarti keputusanku untuk berkeluarga mengurangi rasa semangat dan motivasiku untuk terus berkarya dan terus berusaha untuk memberikan solusi bagi berbagai isu2 yang dihadapi Indonesia. Kadang memang aku harus bagi waktu dan tenaga, mungkin ada waktu2 di mana nantinya aku harus lbh memprioritaskan keluarga, tapi aku optimis, ketika sudah menemukan ritmenya, insyaAllah dengan bantuan orang2 di sekitarku, aku bisa kembali berkarya lagi.

A post shared by Tasya Kamila (@tasyakamila) on

Kehamilan Tasya Kamila diumumkan dalam video Instagram singkat yang sangat indah beberapa waktu lalu. Kini ‘bumil’ itu malah dihadapkan oleh pertanyaan soal status pendidikannya dan perannya jadi ibu kelak. Dalam sebuah unggahan di Instagram, Tasya memberikan klarifikasi soal artikel yang memuat soal hal tersebut. Katanya, pada sebuah wawancara dia ditanya mengenai kehamilannya dan apakah dia merasa pendidikannya yang tinggi itu jadi sia-sia.

Bagi Tasya, jadi ibu yang punya pendidikan tinggi nggak ada salahnya. Artis yang dapat gelar S-2 dari luar negeri dengan beasiswa negara ini masih terus berkontribusi bagi negara

Tasya Kamila mendapat gelar master di Columbia University, New York, Amerika Serikat jurusan Public Administration. via nakita.grid.id

Advertisement

Tasya lantas memberi jawaban tegas bahwa menjadi ibu yang punya pendidikan tinggi itu nggak ada salahnya. Meski sudah berumah tangga dan menjadi ibu, Tasya Kamila akan tetap berkontribusi bagi negara Indonesia. Bahkan, sebelum mengenyam pendidikan magister di luar negeri dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Tasya sudah punya proyek untuk menyelesaikan masalah energi di Sumba lo!

Ternyata, Tasya sudah sejak lama punya proyek untuk memajukan Indonesia. Itu bukti bahwa meski menjadi artis dan sudah berkeluarga, dia nggak lantas leha-leha

Tasya Kamila membuat ‘Energy Empowered Village’ di Sumba. via www.youtube.com

Selain proyek energi di Sumba, saat ini Tasya Kamila dan teman-temannya sedang membuat proyek soal lingkungan dan energi terbarukan di Indonesia yang diluncurkan awal tahun 2019 mendatang. Tasya juga sering mengisi acara untuk berbagi tentang pendidikan, lingkungan hidup, serta industri kreatif. Bahkan, kegiatannya terus berjalan meskipun saat ini sedang menjalani proses kehamilan. Tuh, walau merupakan artis ternama dan sudah berkeluarga, Tasya nggak mau leha-leha, kan~

Warganet Instagram juga mendukung pernyataan Tasya secara positif. Bagi mereka, pendidikan bagi ibu itu penting banget, karena nantinya akan jadi pendidik pertama buat sang anak

Warganet banyak yang setuju dengan pernyataan Tasya lo. via www.instagram.com

Tanggapan positif dituai oleh Tasya Kamila dalam unggahannya tersebut. Kebanyakan setuju dengan pernyataan Tasya bahwa jadi ibu yang berpendidikan itu nggak ada salahnya. Menurut mereka, ibu akan jadi pendidik pertama buat anak mereka sehingga jadi ibu yang cerdas itu penting sekali. Ada juga yang berkata bahwa bekerja dan berkarya nggak harus selalu kerja kantoran. Pemikiran kalau pendidikan tinggi buat perempuan itu sia-sia karena akan berakhir di dapur juga disanggah oleh warganet lo.

Sebenarnya bukan Tasya Kamila saja yang jadi figur publik berpendidikan tinggi, berkeluarga, punya anak, tapi tetap punya karya besar. Contohnya adalah Dian Sastrowardoyo

Dian Sastro pernah melakukan proyek untuk penyediaan air bersih di Sumba Timur. via kupang.tribunnews.com

Selain Tasya Kamila, ada lo artis lain yang juga berpendidikan tinggi serta sudah punya anak tapi tetap punya karya serta kontribusi buat Indonesia. Bahkan mereka mampu membagi waktu antara keluarga dan pekerjaannya. Sebut saja artis Dian Sastrowardoyo yang berhasil menyelesaikan pendidikan S-2 di Universitas Indonesia tahun 2014 yang lalu. Meski begitu, Dian Sastrowardoyo tetap berkontribusi bagi Indonesia. Salah satunya adalah menggalang dana untuk proyek air bersih di Sumba Timur.

Mereka memang pantas deh jadi panutan generasi penerus bangsa sebagai sosok perempuan yang hebat. Itulah bukti kalau perempuan juga berhak dong punya pendidikan tinggi dan terus berkarya. Dan memang seharusnya berumah tangga serta punya anak nggak menghalangi perempuan buat menggapai impiannya. Betul nggak?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya