Bittersweet – Chapter 2

bittersweet chapter 2

Joana mencepol rambutnya asal-asalan sebelum tangannya bergerak menyalakan keran air, dan membasuh wajahnya. Berkali-kali dan dengan keras. Setelah merasa perasaannya jadi lebih membaik, gadis itu langsung mengangkat wajah sehingga sejajar dengan kaca yang menempel indah di atas wastafel dengan kedua tangan yang bertumpu di sana.

Dia menarik napas dalam-dalam sebelum membuka mata dan menatap bayangan diri sendiri yang tercetak di cermin di hadapannya. Lewat cermin tersebut, Joana bisa melihat bagaimana dirinya terlihat sangat menyedihkan. Kantong matanya bengkak dan gelap. Wajahnya pun terlihat kusam, bagaikan tiada rona.

Menyeramkan. Menyedihkan. Mengenaskan.

Sepeninggal Miko tadi malam, Joana memang menumpahkan semua kekesalannya dengan menangis semalaman. Ia baru terlelap setelah azan subuh berkumandang. Kini Joana menyesal karena hal itu membuat wajahnya saat ini terlihat sangat mengenaskan.

Joana menghela napas panjang. Dia pikir, setelah menangis semalaman, pagi ini perasaannya akan membaik, akan terasa lebih ringan dan plong. Nyatanya tidak. Perasaannya masih kacau. Masih ada sakit yang bercampur nyeri. Tak berkurang sedikit pun, malah terasa semakin bertambah.

Tekad Joana sudah bulat. Dia harus mengakhiri hubungannya dengan Miko, guna menyelamatkan dirinya dari perasaan yang terus mengikis setiap sudut hatinya.

Ia keluar dari kamar mandi dengan langkah gontai. Joana meraih botol berisi air mineral yang selalu tersedia di nakasnya, lalu menenggak isinya yang tinggal setengah hingga tandas tak bersisa. Setelahnya, Joana melirik ponselnya yang kala itu layarnya menyala karena ada notifikasi masuk.

Tuan<3 

19 missed calls 

24 unread messages

Joana memang sengaja mengabaikan semua pesan dan telepon dari Miko sejak tadi malam. Benda pipih tersebut telah diatur dalam mode senyap, jadi, tidak akan ada yang merasa terganggu dengan dering nyaringnya.

Masih mengabaikan apa pun yang berkaitan dengan Miko, Joana menggerakkan jempolnya untuk membuka galeri. Dia berniat untuk mengunggah foto ke story Instagram. Namun, saat sedang memilih foto, tanpa disengaja jempolnya tergelincir dan malah berselancar jauh ke foto-foto yang diambil beberapa bulan lalu. 

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyendiri yang nggak suka sendirian. Sukanya bulan, tapi nggak suka jadi bulan-bulanan.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi