The Silent Romeo #1 – Gosip=Cuan

The Silent Romeo chapter 1

Luna selalu ingin menjadi pembawa acara berita seperti idolanya, Nasyla Sina. Sayangnya, ia justru terjebak di desk infotainment yang mengharuskannya mengejar selebritas. Kini kesempatan itu tiba, tetapi apa Luna bisa langsung mendapatkannya dengan mudah?
***

Delapan orang wartawan dengan handphone, kamera, dan lanyard bertuliskan pers dari beberapa media berkumpul di depan sebuah rumah besar di daerah Kemang. Gerbang tinggi rumah itu terlihat terkunci rapat, tetapi orang-orang di sana justru dengan santai berkerumun di sebuah warung sambil mengamati pintu gerbang rumah tersebut. Sementara kepulan asap rokok membumbung dengan aroma kopi hitam terendus kental dari atas meja warung kecil itu.

“Menurut lo dia berani balik nggak?” tanya seorang pria berambut gondrong sembari menyesap kopi hitamnya di depan warung.

“Enggak sih. Terlalu berani dia kalau balik, apalagi orang rumahnya pasti udah ngasih tahu soal kita,” sahut pria lain dengan lanyard bertuliskan Bejo dan logo program WazzUp Celebrity di sampingnya. “Menurut lo gimana, Lun?”

Perempuan yang disebut Luna itu menggeram dengan wajah yang ditangkupkan di atas meja warung dan melanjutkan tidurnya.

“Tepar dia?” tanya pria gondrong tadi kemudian menyalakan rokok miliknya.

“Tepar … semalam ikut gue ngejar Roni Sudarmo di Depok sampai pukul 12.”

“Dapat?” tanya yang lain penasaran.

“Enggak! Orangnya nggak muncul juga.”

“Dibilang, kalau cari si Roni jangan di sana, tim gue dapat kok kemarin,” kekeh seorang pria dari media Gosip Kita dengan wajah pongah. 

“Begini nih orang sombong yang nggak mau spill informasi. Giliran nggak dapat info di grup, dia marah-marah,” decak Bejo sebal.

“Bejo berisik!” omel Luna lalu mendongakkan wajahnya. Mata panda, rambut sebahu yang awut-awutan, dan sisa tisu menempel di ujung bibirnya pun tampak. Beruntung, pria-pria di sana sudah terbiasa melihat wanita-wanita seperti Luna dalam kerumunan mereka.

“Eh, datang tuh datang!” teriak salah seorang wartawan ketika mobil Alphard berhenti di pintu gerbang rumah itu. 

“Siang, Mbak Gina…. Wih… makin cantik aja nih, boleh tanya-tanya sebentar?”

“Mbak Gina wawancara sebentar, ya?”

Mata Luna membelalak ketika suara rekan-rekannya terdengar. Apalagi Bejo sudah menyerobot ke depan mobil, mengambil gambar, dan meninggalkan dia seorang diri. Sementara semua wartawan yang sempat berkumpul di warung sudah mengerumuni mobil mewah itu.

“Luna! Buru!” teriak Bejo yang tubuhnya sudah terjebak di badan mobil.

Luna buru-buru bangkit dan berlari mengabaikan kepalanya yang terasa berputar akibat kurang tidur. Maka ketika sebuah lubang besar di jalan luput dari pandangan Luna, dia pun terjerembap dan terjun bebas di tengah jalanan aspal. 

BRUK!

Fokus kerumunan wartawan di sana spontan berpindah kepadanya. Termasuk tatapan seorang artis muda yang baru saja terkena skandal perselingkuhan itu dari balik jendela mobilnya. 

Luna bangkit. Sebuah cairan merah meluncur deras dari hidungnya. Semua orang terlihat kaget dan panik. Luna menjadi artis dadakan hari itu.      

***

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mooseboo atau yang biasa dipanggil Acuy. Penggiat media digital yang menjadikan kegiatan menulis sebagai pelarian diri dari ganasnya deadline kantor dan berisiknya isi kepala. Untuk tahu lebih banyak karya-karya dari Mooseboo, kunjungi instagramnya di @Mooseboo_

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi