The Silent Romeo #2 – Rahasia Nash

the silent romeo mooseboo

Misi menakhlukkan tantangan dari Shafa pun dimulai. Luna mulai mengejar Nash dan minta waktu untuk wawancara secara langsung. Namun, Luna justru menguak rahasia yang membuat Nash dikenal sebagai The Silent Romeo selama ini.
***

“Nashayoga Tjahrir,” gumam Luna membaca TOR dari Shafa dan mengamati data-data yang tersaji pada laptopnya sekali lagi.

Jam sudah menunjukan pukul tiga pagi di kontrakan Luna, tetapi kepalanya masih dipenuhi tugas dari Shafa beberapa jam yang lalu.

“Dia lagi terkenal banget gara-gara video jalan bareng Ganish si selebgram 10 juta follower itu. Dan ada kabar, kalau dia juga sering nginap di hotel sama Freya, artis pendatang baru yang menang piala citra kemarin. Cuma karena ada berita perselingkuhan Gina sama pejabat, berita Nash langsung turun. Kalau kita bisa naikin lagi berita si Nash, gue yakin kita bisa ngalahin berita perselingkuhan Gina yang dibikin media lain. Karena enggak ada satu pun media yang bisa wawancara Nash secara langsung.”

“Serius?”

Shafa mengangguk. “Even majalah sekelas Vogue cuma bisa wawancara dengan dia via email. Nggak ada satu media pun yang pernah dengar dia ngomong. Dan nggak banyak kehidupan pribadi dia yang di-publish ke publik.”

“Dia bisa seterkenal itu?”

Lagi, Shafa mengangguk. “Dia definisi public figure yang terkenal karena karya. Bukan sensasi kayak yang lain. Makanya gosip dia dengan cewek-cewek kemarin bisa langsung heboh. Lo bisa bayangin kan gimana kalau kita bisa wawancara si Silent Romeo?”

“Silent Romeo?”

“Julukan dia di dunia model.”

“Alay amat.”

“Pokoknya lo harus bisa dekatin dia, buat janji wawancara, dan buat dia nggak bisa nolak.”

“Caranya?”

“Bukan urusan gue.”

Luna menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Dia lalu mengambil sticky note yang diberikan Shafa dan freepass untuk masuk ke dalam backstage runaway Jennifer Yusman, salah satu perancang busana muda Indonesia yang terkenal di luar negeri. 

Shafa bilang, Nash akan menjadi salah satu model di runaway nanti. Maka, mau tidak mau mulai besok Luna harus bisa mendekati Nash.

“Semangat, Luna!”

***

Luna yang baru saja tiba di sebuah mal di Jakarta terburu-buru berlari dan memasuki area runaway. Dia lalu berjalan menunduk dan mencari posisi strategis di antara para undangan sambil memperhatikan model-model rancangan Jennifer Yusman yang berjalan angkuh bak angsa putih di atas runaway.

Baru lima menit Luna menonton acara peragaan busana hari itu, mata Luna seketika terpaku melihat sosok yang semalaman hanya bisa dia amati dari layar laptop berdiri di depannya. 

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mooseboo atau yang biasa dipanggil Acuy. Penggiat media digital yang menjadikan kegiatan menulis sebagai pelarian diri dari ganasnya deadline kantor dan berisiknya isi kepala. Untuk tahu lebih banyak karya-karya dari Mooseboo, kunjungi instagramnya di @Mooseboo_

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi