Bukannya Tanggung jawab, Cowok yang Ngehamilin Malah Bilang Pacarnya Perusak Masa Depan. Hah?

cowok nggak tanggung jawab

Sudah nggak terhitung lagi berapa pasangan yang terjebak dalam hubungan sesat dan kemudian membawa mereka pada masalah pelik karena ‘kebobolan‘. Pada akhirnya menyelesaikan hal yang terlanjur jadi aib ini kelewat rumit. Selain melibatkan orang tua, pasangan ini juga harus bertarung dengan ego masing-masing.

Advertisement

Wajarnya kalau sudah ‘kebobolan’, baik pihak cowok maupun cewek harus sama-sama tanggung jawab dan memperbaiki hubungan dengan orang sekelilingnya. Tapi banyak dari mereka yang justru saling menyalahkan, bertengkar, lalu menyebabkan permasalahan makin pelik. Seperti cerita yang terunggah dari akun curhat ke akun base @tanya2rl di Twitter berikut ini. Simak uraian Hipwee Hiburan berikut biar kita bisa belajar.

Cara berpacaran yang cenderung kelewatan memang nggak cuma berakibat secara fisik. Lebih ngeri dari itu, di kemudian hari, hal ini jadi masalah yang susah diurai kayak benang kusut

Padahal mereka masih sama-sama muda. via twitter.com

Kehidupan sosial kita memang punya sebuah nilai dan tatanan norma yang sebenarnya disusun demi kebaikan kita sendiri. Kita semua setuju kalau melakukan hubungan badan saat masih pacaran itu nggak dibenarkan. Akibat yang ditanggung rasanya terlalu rumit. Bahkan kalau si cewek terlanjur hamil, di saat itulah seharusnya kita belajar buat tanggung jawab dan nggak berbuat aneh-aneh lagi. Nah, pasangan ini justru nggak kapok dan malah melakukan hubungan badan lagi.

Bahkan kalau sudah terlanjur berbadan dua, menggugurkannya selalu jadi opsi. Padahal, ini sama aja menyelesaikan perkara dengan perkara baru

Kacau nggak sih?! via twitter.com

Menggugurkan kandungan cuma akan membuat seumur hidupmu penuh penyesalan. Bagaimana mungkin kita bisa memaafkan diri sendiri yang tega membunuh darah daging sendiri? Selain akibat secara psikologis, menggugurkan kandungan tanpa penanganan medis profesional juga berbahaya bagi nyawa si calon ibu. Sebenarnya tindakan si cewek sudah benar, dia mencoba mengajak sang pacar buat bertanggung jawab. Tapi sayang, banyak kemungkinan untuk selalu beda argumen di saat-saat krusial begini.

Advertisement

Kalau sudah bertengkar dan saling benci begini, kita nggak bisa lagi objektif sama masalah. Ego masing-masing yang lebih menang dan anak di dalam kandungan yang jadi korban

Percakapan antara si cowok dengan pacarnya. via twitter.com

Nggak seharusnya salah satu dari pasangan yang melakukan kesalahan ini mangkir dan nggak bertanggung jawab seperti yang dilakukan si cowok. Bukankah sebagai cowok seharusnya menghadapi masalah ini dengan jantan? Toh, pada akhirnya malu bersama dan ribet bersama akibat perbuatan bersama?

Sayangnya, si cowok justru yang memilih kabur dari masalah dan jadi benci sama pacarnya sendiri. Parahnya, cowok ini bingung harus berbuat apa, karena si cewek terlanjur bilang ke keluarganya. Hmm, kayaknya jawabannya udah jelas, ya, dia harus memperbaiki hubungan dengan cewek yang sudah dihamilinya sekaligus bertanggung jawab atas perbuatan mereka bersama.

Bukannya nyalahin cowok, melainkan kalau keadaannya sudah begini, cowok memang yang paling nggak punya beban buat meloloskan diri. Bagaimanapun yang hamil dan nggak bisa lari dari semua ini adalah si cewek. Makanya, buat siapa pun yang baca ini, pacaran sewajarnya aja deh. Udah, nggak usah macem-macem dan fokus sama komitmen.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

Editor

Senois.

CLOSE