Hampir setiap orang punya impian untuk hidup berumah tangga. Tak terkecuali cowok.  Meskipun beberapa di antara mereka yang sudah berusia matang dan mapan memilih untuk hidup membujang, namun jika ditanya apakah mereka mendambakan pernikahan, tentu saja sebagian besar akan menjawab dengan jawaban “iya”.

Berbicara mengenai rumah tangga atau kehidupan pasca pernikahan, cowok punya pandangan tersendiri dalam mempersiapkannya. Berbeda dengan persepsi cewek, kebanyakan dari mereka menganggap di mana pernikahan adalah hari-hari penuh kebersamaan. Mengerjakan segala sesuatu bersama dengan romantis layaknya film-film dongeng ala Cinderella. Sayangnya, hal-hal seperti ini jauh dari bayangan cowok tentang pernikahan. Sudut pandang cowok jauh berbeda dengan cewek. Kira-kira seperti apa, ya, isi otak cowok dalam memandang sebuah pernikahan? Yuk kita simak uraian dari Hipwee Boys kali ini!

1. Meski terlihat santai dan cuek, pada dasarnya cowok juga punya keinginan besar untuk berumah tangga

pengen nikah juga via dailysignal.com

Sikap acuh tak acuh cowok yang masih lajang mungkin membuat banyak cewek bertanya-tanya, apakah si cowok ini nggak punya keinginan untuk menikah dan betah membujang selamanya? Eits, jangan berprasangka dulu.

Sebelum akhirnya menikah, cowok akan sangat selektif untuk memilih calon istri. Mereka hanya ingin memastikan bahwa cewek yang akan jadi teman hidupnya kelak benar-benar pilihan yang tepat bagi mereka.

Advertisement

Fakta bahwa pada dasarnya cowok punya keinginan untuk menikah juga diungkapkan oleh sebuah studi dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science. Jurnal tersebut menjelaskan bahwa cowok yang sulit berkomitmen itu disebabkan oleh ‘genetik-nya’. Genetik yang dimaksud adalah tren mendarah daging atau gaya hidup hasil didikan lingkungan yang bersifat ‘bebas’ di era modern seperti sekarang ini. Nah, cowok tanpa gen pergaulan bebas ini diperkirakan jumlahnya masih banyak atau sekitar 60 persen dari total populasi pria di dunia. Mereka adalah cowok yang memiliki keinginan kuat untuk menikah layaknya cewek pada umumnya.

2. Soal tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga, cowok masih punya ambisi punya kedudukan yang lebih tinggi dibanding istrinya nanti

punya kedudukan tinggi via www.huffingtonpost.com

Sebagai cowok yang nantinya bakal jadi tulang punggung keluarga, mereka akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk menafkahi. Jadi, cowok akan berusaha sebaik mungkin untuk memapankan dirinya demi keluarganya nanti.

Salah satu pemikiran yang umumnya masih dipelihara kebanyakan cowok adalah keharusan untuk memiliki kedudukan yang tinggi. Cewek dengan tingkat kepintaran, kemampuan, dan posisi tinggi di tempat kerjanya masih dipandang sebagai ancaman bagi hegemoni cowok sebagai kepala rumah tangga. Selain itu, bagi cowok, hal semacam ini adalah masalah harga diri yang hampir tak bisa ditawar.

Hal ini sudah merupakan bagian dari kodrat cowok, ialah untuk mempertahankan wilayahnya atau kedudukannya sebagai laki-laki. Cowok akan menjadi kejam ketika diancam kehidupan cintanya atau kedudukannya.

3. Gejolak cowok ketika masih muda dan ketika sudah dewasa dan berkeluarga akan berbeda. Faktor hormon jadi salah satu penyebabnya

mainnya kadang-kadang aja via discoverlifegate.com

Sudah jadi rahasia umum jika cowok harus bersaing guna memastikan kedudukannya sebagai laki-laki dan juga demi pasangan hidupnya kelak. Namun, menginjak usia dewasa, mereka akan mulai gelisah, terutama jika ditodong perihal pernikahan. Salah satu kekhawatiran yang mereka hadapi adalah kenyataan bahwa mereka akan hidup bersama dengan pasangannya sepanjang hari dan kecil kemungkinannya untuk bisa bebas bergaul dengan teman-temannya.

Seiring bertambahnya usia, hormon testosteron yang mempengaruhi tingkat agresifitas cowok juga akan menurun. Mungkin saja hal ini sangat berpengaruh pada kemampuan cowok untuk mengontrol emosinya sehingga cowok akan cenderung lebih tenang dan bisa menahan segala macam keinginan seperti nongkrong tiap malam atau berfoya-foya. Energi yang mereka miliki akan dialihkan untuk memberikan perhatian lebih kepada keluarganya, istri dan anak-anaknya kelak.

4. Transformasi mendadak dari lajang ke seorang ayah merupakan hal yang juga menjadi perhatian bagi cowok sebelum memutuskan untuk menikah

apa kabar aku jadi ayah? via nogreaterjoy.org

Status ayah bagi seorang cowok menjadi perhatian tersendiri. Ada yang merasa takut dan belum sanggup membayangkan bahwa kelak akan ada makhluk kecil yang memanggilnya ‘ayah’. Namun, bagi mereka yang merasa telah siap, bayangan tentang ini justru sangat menyenangkan. Hal inilah yang diragukan oleh sebagian besar cewek, di mana mereka merasa cemas akan kemampuan suaminya menjadi seorang ayah kelak.

Namun, jangan salah, sebuah studi dalam jurnal Evolution and Human Behavior, menjelaskan bahwa cowok akan mengalami perubahan hormon pada otaknya saat akan menjadi seorang ayah. Perubahan yang dimaksud adalah peningkatan hormon prolaktin dan penurunan hormon testosteron.

Perubahan hormon secara nggak langsung membuat sang calon ayah lebih dewasa dan waspada lantaran merasa ada tanggung jawab besar yang harus dipegang, yaitu nyawa buah hatinya.

Jadi bagi cowok yang merasa takut punya anak karena merasa belum mampu menjaga dan mendidik anak setelah menikah nanti, jangan khawatir. Insting melindungi dan mengayomi yang dipunyai oleh seorang ayah akan secara otomatis terbangun di dalam diri semua cowok saat mereka punya anak.

5. Perbedaan cara didik juga sering dipikirkan matang-matang oleh cowok. Biar kompak saat mendidik anak nanti

mendidik anaknya untuk tangguh via www.huffingtonpost.com

Bagi kebanyakan cewek, memastikan buah hatinya ditangani secara halus dan terhindar dari segala bentuk kekerasan adalah wajib hukumnya. Perlakuan apapun yang sifatnya mengancam keselamatan anak akan ditentangnya meski dalam skala kecil sekalipun.

Berbeda dengan cewek pada umumnya, cowok akan mendidik anaknya dengan caranya sendiri. Mereka akan mengajarkan anaknya untuk menjadi tangguh.

Bagi cowok, nggak ada salahnya bermain bersama anak secara aktif, membiarkannya berlari kesana-kemari, melakukan gerakan spontan yang memicu adrenalin anak, dan melibatkannya dalam aktivitas yang bersifat melatih kekuatannya dari luar dan dalam. Dengan harapan, strategi mendidik ini membantu anak belajar lebih baik, lebih percaya diri dan siap untuk menghadapi dunia nyata.

Biasanya, 5 hal diatas itulah yang sering membuat cowok berpikir terlalu lama sebelum menikah. Cewek juga punya hal yang perlu dipertimbangkan dan kita semua paham itu. Namun, bukan hanya cewek saja yang berpikir keras saat mau menikah, tapi cowok juga. Sayangnya, nggak banyak orang yang paham dengan kekhawatiran yang dirasakan cowok dan seringnya justru malah nuduh bahwa semua cowok nggak mau komitmen. Salah kaprah itu!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!