Kalau ditanya soal lebaran Idul Fitri, setiap orang yang beragama Islam pasti sepakat bakal mengatakan: momen langka yang paling membahagiakan dan ditunggu-tunggu kedatangannya setiap tahun. Karena lebaran, kita bisa kumpul bareng keluarga, bermaaf-maafan, saling bercerita, bahkan bersenda gurau. Dan karena lebaran pula, kita kenal yang namanya THR sampai istilah mudik.

Walau momen lebaran akan dihiasi dengan nuansa kekeluargaan, keceriaan serta canda dan tawa, ternyata tetap ada saja hal-hal yang kerap mengganjal di hati. Om, tante, sepupu sampai keponakan tak hanya akan menanyakan kabar saat ini, tapi hal-hal yang bisa membuat beberapa orang ‘nyesek’. Nah, kali ini Hipwee ngelist pertanyaan yang kemungkinan bakal kamu terima di hari lebaran. Ya biar nggak kaget aja nanti, sekaligus persiapan dari sekarang.

1. Pertanyaan ini biasanya dilontarkan oleh para tetua, seperti om atau tantemu. “Calonnya mana?”

“Nganu, om. Lagi… mudik. Iya, lagi mudik.” via statik.tempo.co

Kalau orang yang udah punya pacar mah kamu bisa jawab dengan alasan sesungguhnya. Misalkan dia lagi mudik ke rumah neneknya, kamu bisa bilang, “Lagi mudik, om”. Lha kalau nggak belum punya pacar, mau bilang gimana? Mau bilang jomblo, kamunya gengsi. Akhirnya, lebih baik kamu jawab dengan senyum

2. Pertanyaan paling menyeramkan bagi orang-orang yang memang sudah masuk umurnya.

Kata orang yang pernah mengalaminya, pertanyaan ini adalah pertanyaan paling horor di antara pertanyaan lainnya. Lebih horor dari film horor manapun. Pertanyaan ini sungguh sensitif buat orang-orang ysng sudah masuk umurnya, menurut masyarakat umum. Lebih sakit lagi kalau kita baru saja mengalami hal yang buruk, seperti putus atau ditinggal sang calon, di mana si penanya tak tahu kejadian sesungguhnya. Aduhhhh…

Advertisement

“Insha Allah Mei, om.” via wallpaperscraft.com

3. Khusus mahasiswa tingkat akhir! Sudah siap terima pertanyaan yang bisa bikin kamu kikuk?

“Alhamdulillah, om. Cuma kurang dikit.” (padahal masih banyak) via i.ytimg.com

Kabar soal kamu yang lagi sibuk skripsi kemungkinan besar sudah tersebar kemana-mana. Biasanya sih yang nyebar-nyebar kabar soal itu adalah orang tua kita sendiri. Buat kamu yang lancar garap skripsinya, kayanya bakal biasa-biasa aja buat jawab pertanyaan itu. Nah kalau skripsinya banyak rintangan seperti banyak revisi, dosen pelit bimbingan, sampai susahnya penelitian di lapang, gimana? Kan kasian kalau ditanya gitu. Alih-alih refresh otak pas lebaran, eh malah diingetin.

4. Kalau ini mah bukan cuma buat mahasiswa tingkat akhir, tapi buat veteran kampus. Jadi kapan wisuda, guys?

“Doain secepatnya ya, om. Dikit lagi kok.”

Pertanyaan ini biasanya datang beriringan dan tak jauh dari pertanyaan, “gimana skripsinya?”. Pertanyaan ini bisa jadi tamparan buat para legenda-legenda kampus. Senyumin ajalah ya.