Kasus plagiat memang nggak hanya mengintai para pejuang skripsi saja, melainkan juga para musisi. Terang saja kasus plagiat ini masih menjadi perdebatan hingga sekarang, sebab musik cuma punya tujuh tangga nada saja kan? Nggak salah juga kalau ada beberapa orang kemudian menganggap wajar jika ada kemiripan sebuah aransemen musik. Dibilang masalah ya masalah, masalah klasik yang nggak bisa dipisahkan dari industri kreatif. Musisi legendaris seperti John Lennon dan Paul McCartney aja pernah dituduh plagiat.

Orisinalitas sudah bukan terlalu krusial dalam mengulas karya musik. Yang dewasa ini masih bisa diperjuangkan adalah authencity atau seberapa otentik karya itu. Bagaimana seorang musisi mampu mengolah elemen dan unsur-unsur yang sama untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda. Artinya ada karya yang mirip dengan karya lain itu pasti, bedanya adalah seberapa mirip? Nah, kita mulai dari lagu-lagu di bawah ini. Menurutmu gimana? Sudah mirip banget atau mirip aja?

Selimut Tetangga-nya Republik VS Somewhere Only We Know-nya Keane ini terlihat mirip sejak dari intro lho… cuma intro aja apa gimana?

I walked across an empty land
I knew the pathway like the back of my hand
I felt the earth beneath my feet
Sat by the river and it made me complete

Tak usah kau menangis meratapi aku
Tak perlu kau berfikir ku meninggalkanku …

Advertisement

Pernah nggak, awalnya kamu dengerin lagunya Keane yang Somewhere Only We Know ini, trus kok bibirmu tiba-tiba justru melantunkan lirik lagu Selimut Tetangga-nya Republik ya? Ini karena kamu mendadak inget tetangga apa emang nadanya mirip? Coba deh dengerin, nyanyiin. Intronya aja kah atau sampai kelar tuh?

Berdiri Terinjak-nya PWG VS Hyper Insomnia-nya Sum 41. Selain nada di lagu ini, ada lagu lain dari PWG juga yang liriknya ‘mirip’ sama lagu mancanegara.

Ada kala ku terjatuh menahan perih
Namun luka yang trus kau hempaskan
Kini tak berarti

Advertisement

Yang ini gimana? Mirip nggak model-modelnya? Ya kali emang satu teritori musikal. Eh tapi ada isu lain sih emang soal si Pee Wee Gaskins ini. Tau lirik lagu yang Tatiana?

well i’ll wait until you listen
every words i have to say
noticing how bad i’ve been this week
now you’re lying on the table
with everything i’ve said to you
so let’s start over

Mirip kah dengan lirik lagu Taking Back Sunday yang Photograph Is Proof (I Know You Know)???

Well, i’ll wait till you listen
I wont say a word
to follow your instincts
just never worked for me
your silent but strong, (yeah, I’m playing that card)
and your noticing nothing again

Ya, alirannya juga memang nggak jauh-jauh, masih di sekitaran pop punk gitu. Nggak yang sama persis emang, ada yang diganti beberapa gitu. Persepsimu gimana?

Dengarkan Curhatku-nya Vierra VS Rooftops-nya Lostprophet. Yang judul Bersamamu juga katanya mirip sama Close-nya Westlife. Sudah dengerin belum?

Beberapa orang sempat mengaku, pas denger lagunya Vierra-Dengarkan Curhatku yang sempet booming dan jadi tren ini, mereka ngerasa salah denger atau keliru atau gimana. Sebab, mereka merasa ada nada dan instrumen yang sama dengan lagu orang lain. Ya lagu Rooftops punya Lostprophets. Coba deh kamu puter yang kenceng sekarang..  Terus ada lagi, katanya yang Bersamamu, bagian intro dan reff-nya sangat mirip dengan lagunya Westlife yang Close.

Vierratale : Ku kan setia,menjagamu,bersama dirimu,dirimu,dirimu
Westlife : You give me stength,you give me hope,you give me someone to love,someone to …

Cinta Ini Membunuhku milik d’Masiv VS I Don’t Love You punya MCR. Kemiripan yang ini sih udah sering banget diperbincangkan.

Mendengar lagu hits milik d’Masiv ini sangat kental sekali nuansa MCR nya.  d’Masiv sendiri memang kerap dicap sebagai band plagiat. Banyak orang yang rela menghabiskan waktu untuk membandingkan lagu milik Ryan dan kawan-kawan ini dengan band-band luar negeri. Agak kurang kerjaan sih kalau itu sengaja ditujukan buat menjatuhkan d’Masiv. Selain Cinta Ini Membunuhku yang intronya mirip dengan I Don’t Love You, ada lagi lagu Dan Kamu misalnya, yang dianggap sama dengan Switchfoot, Head Over Heels. Nggak cuma itu, beberapa lagu di album pertamanya banyak dimirip-miripin dengan lagu milik Incubus dan Keane. Hmmm… iya nggak ya?

Cinta Ini Membunuhku

Kau membuat ku berantakan

Kau membuat ku tak karuan

Kau membuat ku tak berdaya

Kau menolakku acuhkan diriku

Mari Bercinta-nya Aura Kasih VS Give It To You-nya Sean Paul feat Eve. Katanya sih beat musik, detak dan temanya sama. Menurutmu gimana?

Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku

Sudah akrab dengan refrain lagu Mari Bercinta milik Aura Kasih ini kan? Ini lagu yang melambungkan nama si doi kala itu, iya emang. Nah, entah disengaja atau gimana, lagu ini banyak kesamaan gitu dengan lagunya Sean Paul feat Eve. Aura emang sempat mengakui kemiripan nada lagu Mari Bercinta dan Give It To You. Namun, dia juga bilang kalau tak membuat aransemen lagu itu, dia hanya menciptakan lirik lagu. Kamu ngerasa nggak sih?

Ku Bahagia punya Melly VS Stranger by The Day-nya Shades Apart. Apa iya level plagiatnya sangat?

Yang ini, katanya tiap bait sama nadanya dengan milik Shades Apart. Iya nggak sih?Apa cuma intronya aja ya? Kamu dengerin tiga kali deh coba…

Di atas bumi ini ku berpijak

Pada jiwa yang tenang di hatiku

Tak pernah ada duka yg terlintas

Ku bahagia


Snow is falling from the sky – in the middle of July
Sun was shining in my eyes again last night
Alarm goes off without a sound – the silence is so loud
Something isn’t right ~~~

Tetap Dalam Jiwa-nya Isyana VS Payphone-nya Maroon 5. Ini kayanya cuma dikit sih, tapi si Isyana sendiri malah mengakui kok.

Siapa nggak kenal Isyana Sarasvati? Lagunya yang berjudul Tetap Dalam Jiwa ini menjadi lagu yang sering kamu dengar di mana-mana kan? Nah, katanya nih lagu plagiat dari Payphone-nya Maroon 5. Coba deh simak bagian refrain-nya, katanya ada kemiripan nada dengan bridge lagunya si Maroon 5. Isyana sendiri, seperti dilansir dari Liputan6.com mengakui kalau memang ada bagian-bagian dari lagunya yang mirip dengan lagu Adam Levine dkk itu.

“Di jaman sekarang, nggak ada yang benar-benar original. Mau apapun itu, pasti mempunyai kemiripan dengan yang lainnya. Itu sih normal-normal aja menurut aku,” komentar Isyana.

Setuju sih mbak!

Seluruh Nafas-nya Last Child VS Two Is Better Than One milik Boys Like A Girl. Apa iya dari intro sampai beberapa bagian akhir sama? eh mirip?

Kalau yang ini cuma terinspirasi atau gimana ya? Yang disebut plagiat itu bukan yang terinspirasi, tapi yang proses pembuatannya benar-benar meniru. Karena sama sekali nggak ada kreativitasnya, gitu. Coba putar keduanya barengan deh. Apalagi pas refrain-nya. Ya kamu berhak menilainya sendiri kok…

Di saat ku tertatih tanpa kau di sini

Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

Jika memang kau terlahir hanya untukku ~~~

Jadi, gimana? Ada pendapat juga, kalau nggak ada yang namanya plagiarisme di bidang seni. Semirip-miripnya sebuah lagu atau seni, tetap saja akan menciptakan lagu atau seni yang lain. Ada banyak syarat yang harus terpenuhi untuk sebuah karya musik dianggap sebagai tiruan atau plagiasi dari karya musik lain. Nggak cuma sekedar terdengar mirip di beberapa bagian lagu, lalu kita bisa serta merta menuduhnya plagiat.

Sepakat deh sama legenda blues dunia, B.B King: “Saya pikir seorang musisi tak akan mencuri. Yang mereka lakukan hanya meminjam.”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya