Media sosial sering kali menjadi tempat pembahasan atau perbincangan sebuah topik. Cukup satu orang saja yang melemparkan isu atau topik diskusi, maka yang lain bisa ikut memberikan pendapatnya masing-masing. Diskusi ini memang sering berakhir dengan pelajaran atau hikmah positif yang bisa diambil, namun nggak sedikit pula yang berujung pada debat kusir dan perpecahan.

Ketika membahas sebuah hal, pengguna media sosial bertanggung jawab sepenuhnya dengan apa yang dia tulis. Apakah itu nantinya akan berujung pada pro kontra, dia harus mempertanggungjawabkan apa yang diutarakannya. Seperti sebuah thread Twitter yang sempat viral beberapa waktu lalu. Seorang pengguna Twitter bernama @arangga_aria memberikan sudut pandangnya sebagai perokok aktif tentang merokok, hak, dan kesehatan. Namun sepertinya, dibanding mendapat dukungan, thread ini justru menuai cibiran dari warganet lain.

1. Aria membanggakan dirinya yang merokok dan membandingkan dengan temannya yang nggak ngerokok saat melakukan perjalanan ke air terjun

thread tentang merokok dari perokok aktif via twitter.com

2. Bagi Aria, kematian nggak tergantung dokter yang memberi saran soal merokok, melainkan urusan Tuhan

ngasih bukti via twitter.com

3. Dia bahkan membuktikan kalau tetangganya yang divonis hidup tinggal tiga bulan lagi nyatanya masih hidup sampai sekarang dan dia seorang perokok. Bahkan dia bilang kalau orang yang nggak merokoklah yang suka rese sama perokok

perokok pasif dibilang rese via twitter.com

4. Bahkan Aria menyinggung soal SPG rokok

malah bahas SPG via twitter.com

5. Tentu saja hal tersebut membuat geram warganet. Apalagi ketika dia menyinggung soal SPG rokok

miris via twitter.com

6. Ketika warganet lain memberi saran, Aria malah membandingkan permasalahan rokok dengan asap kendaraan

perbandingannya bikin ngakak via twitter.com

7. Warganet menegaskan kalau hanya karena hal ini (dampak buruk rokok) nggak terjadi sama dia, bukan berarti hal ini juga nggak terjadi sama perokok lainnya

kepedulian sih via twitter.com

8. Aria bahkan disebut sebagai tipe perokok yang egois. Karena perokok lain malah menghargai temannya yang nggak merokok

perokok egois via twitter.com

9. Nggak sampai di situ, warganet juga memberi bukti nyata tentang bahaya rokok yang benar-benar terjadi

bukti nyata via twitter.com

10. Perokok aktif lain malah merasa malu dengan thread ini karena takut publik bakal mengira kalau semua perokok seperti Aria

perokok lain nggak setuju via twitter.com

11. Screenshoot sebuah berita tentang kematian seorang bayi akibat radang paru-paru yang disebabkan ayahnya yang merokok juga dilampirkan warganet agar Aria melihat bahaya rokok secara nyata, bukan hanya bagi perokok aktif

dikasih bukti oleh warganet via twitter.com

12. Akhirnya, thread ini pun mendapat cibiran dari warganet

dicibir warganet via twitter.com

13. Mereka menjadikan thread ini sebagai “pelajaran”

jadi pelajaran via twitter.com

14. Nggak lupa, warganet mengingatkan agar Aria mengingat thread-nya ini, agar ketika nanti dia sakit, Aria membaca kembali tweet-nya ini

diingatkan warganet via twitter.com

Advertisement

Memang nggak ada yang salah dengan memberikan pendapat. Tapi tentu ada aturannya. Jika pengen pendapat kita diterima, tentu harus ada alasan logis atau fakta yang bisa menguatkan sudut pandang tersebut. Sehingga ketika ada penyangkalan dari pihak lain, maka kita bisa menjawabnya dengan alasan yang tepat. Dan satu lagi, agar pendapat kita didukung oleh orang lain, kita nggak harus merendahkan atau meremehkan pihak yang berseberangan dengan kita.

Mungkin akan beda jadinya, kalau Aria mengawali atau mengakhiri thread-nya dengan alangkah baiknya jika yang perokok aktif dengan mereka yang nggak merokok bisa saling menghargai. Merokok adalah hak masing-masing, tapi udara bersih juga menjadi hak bagi semua manusia di muka bumi ini. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya