5 Orang Berbagi Lika-liku LDR Saat Kuliah Beda Kota. Fokuslah Cari Ilmu dan Kuat-Kuat, Sheyeng~

LDR saat kuliah kocak

Memutuskan untuk merantau dan menimba ilmu di luar kota adalah kegamangan remaja masa kini. Kadang, butuh banyak hal yang perlu dikorbankan. Mulai dari kebersamaan bareng keluarga, hingga soal asmara. Uh, pasti susah, ya, menahan kangen dan ketemuan kalau pas liburan doang!

Advertisement

Dari sekian banyak kisah LDR yang terpisah karena diterima di tempat kuliah yang berbeda, berikut tim Hipwee Hiburan mengumpulkan intisarinya. Mulai dari kisah yang kandas sampai yang masih bertahan mungkin bisa memotivasimu sekaligus meyakinkanmu pada sesuatu. Simak nih!

1. Kunci LDR itu sama-sama komitmen. Kalau komitmen nggak berhasil dibangun sama kalian sendiri, maka runtuhlah sudah

“Intinya LDR itu butuh komitmen memang, gue salut sama orang-orang yang bisa komitmen lama kemudian bersatu. Sayangnya LDR gue gagal dong tentu! Hahaha” Fiameta, pernah LDR Jatinangor-Semarang.

LDR itu banyak banget cobaannya. Faktor yang paling sering menyebabkan kesalahpahaman adalah soal komunikasi. Bukan berarti harus komunikasi dan laporan 24 jam per 7 hari lo, ya. Tapi lebih kepada bagaimana kalian mengatur waktu kebersamaan yang efektif memperbaiki kualitas hubungan.

Advertisement

2. Bagi kalian yang punya sikap posesif, mudah kangen, sensitif, dan menyukai duduk plus ngobrol bersama pasangan, mendingan sadar diri. Kalau nggak kuat nggak usah dipaksa, akhiri saja

Pengorbanan memang kadang sia-sia, akui saja. via unsplash.com

“Pernah LDR Semarang-Salatiga yang meskipun dekat tapi menguras hati juga. Waktu dibela-belain nemuin malah dicuekin. Tiba-tiba dia mention sama teman sekelasnya udah pakai “babab-bebeb” lalu kisah kami pun berakhir. Nah, sejak saat itu aku udah nggak mau lagi LDR. Sadar diri juga aku anaknya kangenan, jadi nggak mungkin bisa deh.” Lea, pernah LDR Semarang-Salatiga dan sudah move on.

Awalnya sih orang-orang yang menjalani LDR bakal semangat. Tapi setelah berbulan-bulan nggak ketemu, pasti ada aja deh dramanya. Mulai dari kangen yang nggak terbendung, sampai soal waktu ketemuan yang susah banget diatur. Mendingan kalau kalian menyadari nggak akan kuat LDR, pikirkan lagi baik-baik.

3. Memang benar sih, yang istimewa bisa kalah sama yang kehadirannya selalu ada. Ketika ada orang lain yang bisa menggantikan posisimu untuk menjaganya, kamu bisa apa?

Dia punya yang lain, di sana. via unsplash.com

Advertisement

“Setelah pacaran 5 bulan, gue harus LDR karena kuliah di kota lain. Awalnya aman-aman aja, tapi lama-lama dia ketemu orang yang lebih bikin nyaman di tempatnya, akhirnya gue harus mengikhlaskan semuanya. Untungya gue nggak trauma buat LDR lagi sih.” Bjarne, pernah LDR beda pulau Jawa-Kalimantan.

Mau diakui atau nggak, kehadiran adalah sebuah momen paling berarti. Itulah kenapa mereka yang LDR sering gagal karena faktor hadirnya orang lain. Namanya juga hidup, seperti roda yang terus berputar. Kalau si dia lebih nyaman bersama orang lain, mungkin memang bukan kamu jodohnya.

4. Sebenarnya orang-orang yang menjalani LDR nggak ada keinginan yang muluk kok. Ketemuan biasa aja pas lagi kangen-kangennya sudah bahagia. Tapi kalau nggak menjaga pola komunikasi ya tetap saja kandas, Bung!

Waktu membuat kita sama-sama berubah. via unsplash.com

“Sebenarnya kalau dipikirin bahagianya LDR itu sederhana. Aku nganterin dia main futsal aja udah bahagia kok. Dia bilang, “..aku pulang tanggal segini ya, nanti kita ketemu ya pas kamu di Lombok, kamu mau dibawakan oleh-oleh apa?” Yang paling aku inget, kalau abis ketemu aku dia pasti pegang pipi aku, dielus-elus gitu… Udah cukup gitu aja… Sebenarnya pengennya sederhana aja. Sayang harus kandas karena kita kesulitan buat komunikasi intensif.” Tami, pernah LDR Lombok-Malang.

LDR itu manis banget, kalau lagi ketemuan. Tapi kalau lagi pisah dan sama-sama sensi, sama-sama punya masalah tapi nggak saling bantu, bubar jalan deh. Tentu kesibukan masing-masing yang nggak lagi sama juga jadi faktor pemicu gagalnya hubungan LDR.

5. Meski begitu, ada juga LDR yang bisa bertahan lama kok. Mereka yang sadar betul soal kendala LDR dan bagaimana mengatasinya bakalan terus terjaga hubungannya. Walaupun putus, nyambung juga!

Ciyeee, yang lagi kangen! via unsplash.com

“Kendala LDR ya biasanya banyak topik baru yang kadang kita berdua nggak lagi nyambung, karena dia punya pengalaman baru aku pun begitu. Tapi menarik banget kalau pas ketemu. Totalitas bgt balas dendamnya karena rindu yang begitu aawwww…” Galih Fajar, sedang menjalani LDR Cilacap-Yogyakarta dan suka histeris kalau ketemuan sama pacar sendiri.

Putus nyambung adalah hal yang biasa. Tapi harus disadari betul kalau kebiasaan minta putus saat ada sedikit masalah itu super nggak bijak. Makanya, mungkin alokasikan emosi kalian buat hal-hal yang bisa diinvestasikan, seperti rindu misalnya. Nanti kalau pas panen, rindunya terbalas habis deh.

Semangat, ya, buat kalian yang bakal menjalani LDR gara-gara harus kuliah di tempat yang berbeda. Putus gara-gara LDR itu wajar kok, tapi bertahan karenanya juga bukan hal mustahil. Makanya, komitmen kalian harus kuat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

Editor

Senois.

CLOSE