“Benci, tapi cinta,” begitulah kira-kira perasaan mahasiswa ke dosennya. Benci kalau revisi, tapi suka bangga kalau bisa akrab. Hmm, klasik. Pokoknya mahasiswa yang dekat dengan dosen itu dianggap keren. Tapi lebih keren mahasiswa yang satu ini nih, berani minta pinjaman uang ke dosen.

Ceritanya saat itu masa-masa mudik, seorang mahasiswa ini kepalang bokek untuk sekadar pulang kampung. Nah, simak cerita lengkapnya di uraian Hipwee Hiburan berikut.

Minta ongkos ke dosen saat mau pulang kampung adalah sebuah hal gila untuk dilakukan. Tapi saat sedang butuh, mau gimana lagi? :”)

Namanya juga kepepet. via twitter.com

Advertisement

Kisah ini diceritakan oleh Bukhori L. Maha lewat Quora. Cerita ini bahkan sempat viral di Twitter karena menarik banget. Ketika itu Bukhori bingung karena nggak punya uang saat mendekati masa libur lebaran. Orang tua yang cuma bisa kirim seadanya, sementara beasiswanya sudah melewati batas, membuat Bukhori cuma punya sisa uang buat makan. Bukhori bahkan sudah punya rencana untuk menjual ponselnya dan mencari pijaman dari teman-teman, namun hasilnya nihil.

Sebelum sempat menjual ponsel, dia pun bertemu dengan dosennya untuk membahas skripsi. Dengan penuh keberanian pun dia menanyakan apakah boleh meminjam uang pada sang dosen. Memang sih, waktu lagi butuh banget kita nggak akan peduli pencitraan macam apa pun. Keinginan buat pulang kampung lebih menggebu.

Nggak disangka-sangka, dosennya justru memberikan lebih dari apa yang dia minta. Bahkan katanya, uangnya ngak perlu dikembalikan, wow!

Dosen memang baik pada waktu yang tepat. via twitter.com

Segalak apa pun dosen, dia juga manusia yang nggak tegaan sama mahasiswanya sendiri. Alhasil dosen memberi Bukhori uang lebih dari nominal yang diminta sebelumnya. Terlebih lagi sang dosen juga nggak ingin uangnya untuk dikembalikan, alias diberikan cuma-cuma. Baik banget!

Tentu kalau kisah ini diceritakan kepada sesama teman mahasiswa, Bukhori bakal dikasih tepuk tangan saking nekatnya

Dosenku baik, tapi galak. via socialtextjournal.com

Advertisement

Perbuatan nekat Bukhori memang antara hidup dan mati, antara berani dan ngawur. Yang jelas, keberaniannya patut diacungi jempol. Belum tentu ada mahasiswa yang senekat itu untuk minta uang ke dosen bahkan menceritakan kesulitan pribadinya. Untungnya, dosen Bukhori bukanlah tipe yang cuek dan nggak peduli. Siapa tahu dipinjami uang, tapi nilainya malah dikurangi, kan, berabe tuh~

Bokek dan mahasiswa itu setali tiga uang. Maka nggak usah gengsi dan sungkan jika memang keadaan dompetmu tipis. Tapi jangan lalu ngawur dan minta-minta orang tua terus dong. Cobalah berusaha dulu, kalau suatu saat kepepetnya sampe nggak karuan kayak Bukhori, baru cari pinjaman. Bokek boleh, tapi tanggung jawab harus.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya