Dilema Nganterin Teman Kencing Tengah Malam Saat KKN di Desa. Situasi Serba Salah nih :(

Nganterin teman kencing

Malam hari di masa KKN selalu seru. Momen berkumpulnya anak-anak di mana satu sama lain saling bercerita—yang paling mengguncang adrenalin tentu saja saat sesi horor dimulai, sebab situasinya mendukung banget. Seperti yang kita tahu tempat tinggal KKN biasanya menyeramkan. Dekat hutan, rumah kosong, pencahayaan remang, banyak suara-suara hewan, macam-macam masalahnya.

Advertisement

Semua keseruan itu lenyap ketika ada salah satu teman yang kebelet kencing atau BAB. Momen yang cukup dilematis, sebab biasanya letak WC daerah terpisah dari rumah. Kita mesti jalan dulu bawa senter untuk bisa ke kamar mandi. Mereka yang kebelet nggak mungkin berani sendirian ke kamar mandi. Dia pasti ngajak teman untuk jagain kalau ada sesuatu terjadi. Hmm.

Punya teman KKN yang penakut itu nggak enak. Dia yang kebelet, kita yang repot

Susah punya temen penakut | credit: sehatq.com via www.sehatq.com

Yang paling males dari sesi cerita hantu di malam hari itu ketika si penakut tiba-tiba kebelet kencing. Dia nggak berani kencing sendiran lalu minta ditemenin. Mending kalau letak WC-nya di rumah yang sama, di beberapa daerah masih ada WC yang terpisah dari rumah lo. Kiri-kanan pepohonan, gelap, dan sepi. Harus bawa HP sebagai tambahan cahaya penerangan. Ngerepotin aja nih.

Advertisement

Bukannya nggak mau, kitanya juga sama-sama takut lo. Orang takut ketemu orang takut, sama aja bohong! 🙁

Kalau tiba-tiba ada yang nari gimana? | credit: cnnindonesia.com via www.cnnindonesia.com

Kadang suka heran sama teman yang suka minta ditemenin. Kenapa dari sekian teman yang dipilih kita yang notabenenya penakut juga? Kenapa nggak milih orang lain yang pemberani? Lagian buat apa minta temenin orang yang sama-sama penakut, malah nambah beban nggak sih? Orang penakut pasti lari duluan kalau ada peristiwa janggal di tengah jalan. Mereka nggak takut ditinggal di WC sendirian apa, ya?

Pemandangan di luar WC jauh lebih nyeremin daripada di dalam. Di luar, kanan-kiri gelap dan sepi

Kalau jalannya gini mau apa lo? | credit: abadikini.com via www.abadikini.com

Menemani teman kencing itu bukan perkara yang mudah. Pasalnya sering kali suasana di luar jauh lebih seram daripada WC-nya itu sendiri. Di WC pandangan mata terhalangi pembatas dinding, sementara di luar segala arah terbuka lebar. Mata bisa dengan mudah melihat sekitar. Seperti yang kita tahu di daerah KKN masih sepi, gelap, kanan-kiri isinya hutan. Nggak lucu aja kalau tiba-tiba ada bayangan putih sekelebat lewat.

Kalau takut banget kadang suka masuk bareng sampai ke dalam. PR banget kalau keperluannya BAB :((

Advertisement

Kamar mandi yang cocok buat berdua. | credit: bimbingankonselingsmpn3bagor.blogsp0t.com via bimbingankonselingsmpn3bagor.blogspot.com

Orang yang pada dasarnya penakut nggak akan seketika berani hanya karena dipercaya menemani. Dia akan tetap deg-degan saat menunggu di luar WC. Ketika suasana sekitar terasa menyeramkan, kadang ada yang sampai ikutan masuk ke dalam WC. Nggak jadi masalah jika yang ditungguin cuma kencing, sayangnya kadang keperluan dia buang air besar. Ada yang begini?

Selalu ada cerita menarik yang bisa dibawa pulang dari penugasan KKN. Cerita-cerita yang nggak akan kamu dapatkan jika memilih KKN di kota atau daerah lain yang masih terbilang maju. KKN akan lebih seru jika dilakukan di luar daerah. Jauh dari kenyamanan bikin kamu punya banyak cerita yang aneh-aneh. Salah satunya saat menemani teman yang takut ke kamar mandi malam hari.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE