Lomba makan donat dalam siaran langsung Dahsyat pada Jum’at, (19/1) yang menuai komentar miring warganet kini menemui babak baru. Meskipun pihak RCTI sudah meminta maaf, juga dengan sang presenter Felicia Angelista, namun masalah nggak serta merta selesai sampai di situ. Felicia dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Minggu malam (21/1) atas dugaan melecehkan anggota TNI.

Terlepas dari itu semua, masalah program TV semakin lama semakin meresahkan. Selain Dahsyat, beberapa acara di bawah ini juga layak untuk diboikot biar nggak tayang lagi. Selain saya masih bingung dengan faedahnya, mereka juga kerap memberi contoh yang nggak baik kepada pemirsa layar kaca—khususnya anak-anak, bukan?

1. Inbox. Acara musik yang terkikis oleh lawakan receh yang nggak berfaedah untuk ditonton. Jadi kangen MTV Ampuh?

nggak murni lagi acara musik via www.dailymotion.com

Advertisement

Setali tiga uang dengan acara Dahsyat, awalnya acara Inbox adalah program televisi yang menyajikan perkembangan musik populer terkini di Indonesia.

Keduanya sama-sama dipandu dengan host yang menggunakan pendekatan komedi dalam setiap penayangannya. Namun, sayangnya meski sudah berusia 10 tahun lebih, semakin ke sini Inbox lebih sering diisi dengan lawakan receh (kadang malah bergosip sampai cela-mencela) para host dan tingkah konyol penonton alay daripada menyuguhkan musik dan pengisi acara yang berkualitas.

2. Pesbukers. Dari program menunggu buka puasa berubah menjadi program komedi yang kerap menyajikan unsur cela-mencela

becandaan kelewat batas via www.youtube.com

Pesbukers merupakan akronim dari Pesta Buka Bareng Selebritis. Pesbukers adalah sketsa realitas yang dibalut oleh guyonan-guyonan semacam pantun kocak dan rayuan gombal dengan selingan kuis berhadiah sebagai teman menunggu berbuka puasa di stasiun ANTV.

Advertisement

Namun, semakin ke sini, guyonan-guyonan yang digunakan kerap kali berlebihan. Saling cela atau menyinggung aib pribadi tiap host atau bintang tamu adalah hal yang seakan lebih ditonjolkan sekarang. Pesbukers pernah ditegur KPI dan dilarang tayang secara live sehubungan dengan candaan salah satu host yang menyinggung umat Islam. Sekarang Pesbukers masih tayang dengan format siaran tunda. 🙁

3. Sinetron-sinetron nggak mendidik seharusnya dihilangkan saja dari televisi karena terbukti membawa pengaruh buruk

Sinetron meresahkan via belitung.tribunnews.com

Hampir mayoritas sinetron di Indonesia nggak layak untuk tayang. Pertama, karena secara kualitas; baik ide cerita maupun akting pemain terbilang cukup buruk. Kedua, secara konten yang disuguhkan kerap kali memberikan contoh yang buruk kepada penonton; seperti kekerasan dan perilaku kurang terpuji.

Mulai dari kisah asmara remaja yang nggak relevan dengan norma masyarakat sampai kisah ibu tiri yang kerap berkata kasar dan berlaku kejam. Sayangnya masalah ini seperti selalu menemui jalan buntu. KPI kerap kali kecolongan dan nggak konsisten dalam melakukan pekerjaannya.

4. Rumah Kuya. Membicarakan hal-hal yang nggak semestinya dibicarakan di televisi dan dikonsumsi oleh publik

Gosip dan setingan via www.vidio.com

Rumah Uya adalah talk show yang dibawakan oleh Uya Kuya yang tayang perdana pada 7 september 2015. Acara ini banyak menuai kritikan dari warganet karena dinilai nggak mendidik dengan menampilkan masalah pribadi, keluarga, dan hal-hal lainnya yang nggak seharusnya ditayangkan di televisi. Selain kerap mengumbar aib, acara ini juga dikritik karena cerita yang ditampilkan terbaca seperti kisah settingan.

5. Pagi Pagi Pasti Happy. Acara gosip yang menjadikan masalah para artis menjadi komoditasnya

Anji marah-marah via belitung.tribunnews.com

Pagi Pagi Pasti Happy atau biasa disingkat dengan P3H adalah talk show pagi yang disiarkan langsung di Trans TV. Acara ini dipandu empat host: Uya Kuya, Nikita Mirzani, dan Lee Jeong Hoon. Sama seperti Rumah Kuya, acara ini banyak menampilkan aib artis dan seringkali menimbulkan perselisihan baru bagi bagi bintang tamu.

Baru-baru ini mungkin kamu ingat ketika Ayu Ting Ting menjadi bintang tamu, kejulidan pembawa acara P3H membuat Ayu menangis. Akibat hal itu Ruben Onsu, selaku teman Ayu sampai marah-marah kepada acara P3H. Kemudian di waktu yang berdekatan, Anji Drive dirugikan dan merasa ditipu lantaran siaran telponnya ditayangkan secara live sedangkan dalam perjanjian ia sudah mengatakan nggak bersedia jika live. Saat itu memang Anji sedang ramai diberitakan.

Nah, untuk kasus Dahsyat ini, rasanya nggak adil kalau presenternya yang disalahkan. Masih ada pihak yang harus bertanggung jawab

RCTI yang harusnya lebih dipersalahkan via twitter.com

Melihat polemik buntut dari permainan makan donat yang melibatkan presenter Dahsyat, Felicia Angelista dan Denny Cagur yang dianggap melecehkan TNI ini, seharusnya tim kreatif (pihak RCTI) yang merancang permainan itu lebih dipersalahkan. Kalau hanya sang presenter barangkali nggak adil, sebab sebagai presenter, keduanya yang membawakan permainan tersebut tentu hanya mengikuti perintah dari tim kreatif.

Hal ini seharusnya dijadikan pelajaran bagi para pemangku kepentingan dunia hiburan layar kaca untuk nggak asal dalam membuat program TV. Acara-acara seperti yang sudah disebutkan di atas seharusnya ditinggalkan karena sudah melenceng jauh dari kaidah hiburan.

Bagi para artis—entah itu pembawa acara ataupun bintang tamu—wajib mengevaluasi diri lagi apakah setiap tindakan yang mereka lakukan di layar kaca patut dikonsumsi oleh penonton.  Oleh karena itu untuk para penonton, rasanya sudah waktunya kita berhenti menonton acara nggak bermutu semacam ini. Daripada buang-buang waktu untuk mendengar aib orang, kata-kata kasar, atau becandaan yang kelewat batas, mending tinggalkan. Jauhkan adik-adikmu dari acara macam ini, ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya