Bulan Juli ini ada suguhan film horor seram yang tayang di bioskop. Meski bukan garapan sineas lokal dan bukan termasuk runtutan cerita dari dunia Conjuring dan Insidious, nyatanya film ini banyak menyita perhatian masyarakat. Terutam karena seremnya itu loh yang beda banget dan kemiripan ceritanya dengan Film Pengabdi Setan karya Joko Anwar.

Hereditary merupakan sebuah film karya Ari Aster, sutradara film horor yang sudah nggak diragukan lagi kemampuannya. Di film ini, dia mencoba memberikan cerita horor dengan cara yang sungguh berbeda. Bahkan hampir nggak ada elemen jump scare atau audio yang mengagetkan layaknya film horor lain—tapi tetap seram sih. Banyak yang akhirnya nggak bisa tidur setelah nonton film ini, terutama karena akhir cerita yang dibiarkan jadi misteri. Ari Aster seolah memberi kebebasan pada penonton buat memaknai. Tapi kalau kamu tetap bingung, Hipwee Hiburan bakal memberikanmu pencerahan.

Buat yang belum menonton, kalian mungkin perlu ke bioskop dan balik lagi ke sini deh. Karena nantinya tulisan ini banyak spoiler.

Sudut pandang cerita Hereditary diambil dari perspektif Annie, ibunda Peter dan Charlie. Jadi, kita memang dibuat nggak mengetahui secara pasti apa yang terjadi

Annie sebagai miniatur artist adalah metafora sudut pandang film ini. via horrorfuel.com

Advertisement

Cerita film ini dimulai ketika Ellen Graham, nenek dari keluarga Graham, meninggal dunia. Dari yang muncul di film, keluarga ini memang nggak kelihatan akrab satu sama lain. Peristiwa demi peristiwa terjadi, termasuk meninggalnya Charlie secara sadis, di mana dia tertabrak tiang listrik saat kepalanya keluar dari mobil. Paginya, kepalanya ditemukan sudah dikerumuni semut.

Plot cerita ini sebenarnya cukup runtut, namun karena hanya dilihat dari perspektif Annie yang nggak lain adalah anak Ellen, maka banyak yang nggak diceritakan secara eksplisit.

Singkatnya, keluarga ini memang pemuja setan yang disebut King Paimon atau raja neraka. Pemujaan ini berlangsung secara turun temurun

Meninggalnya Charlie yang cukup mengejutkan. via www.dazeddigital.com

Dalam legenda, Paimon merupakan Raja Neraka yang terjebak dalam tubuh perempuannya. Inilah alasan mengapa banyak keanehan terjadi setelah sang nenek Graham meninggal. Semula Paimon menggunakan tubuh Ellen Graham sebagai wadah. Setelah meninggal, Paimon pun ditransfer ke tubuh Charlie, seorang anak bungsu di keluarga Graham yang juga perempuan. Kenapa ke tubuh Charlie, bukan ke kakaknya Peter yang merupakan laki-laki? Salah satu alasannya adalah kedekatan Charlie dengan neneknya; bahkan Charlie ketika bayi disusui oleh sang nenek. Selain itu, ayah Charlie juga nggak terpilih sebagai wadah, karena nggak memiliki darah keturunan langsung dari sang nenek.

Paimon tetap membutuhkan tubuh laki-laki, untuk itulah Peter terus dikejar hingga bisa dirasuki

Makin dilihat makin serem senyumnya. via nerdist.com

Advertisement

Peter adalah tokoh dari keluarga Graham yang kelihatan ‘paling normal’ dari yang lainnya. Begitu dia—dengan nggak sengaja—menjadi penyebab kematian Charlie, kejadian demi kejadian aneh menghantuinya. Ini bukan berarti Peter dihantui arwah penasaran, namun dia sedang berusaha dirasuki oleh Paimon yang hendak berpindah dari tubuh Charlie ke wadah baru yang sempurna.

Sebelumnya Ellen Graham memiliki seorang anak laki-laki, yang bakal jadi calon wadah Paimon. Sayangnya, kakak Annie tersebut selalu histeris dan divonis terkena penyakit skizofrenia. Kakaknya sering berteriak dan mengatakan bahwa sang ibu sering berusaha memasukkan sesuatu ke kepalanya. Akhirnya dia pun nggak kuat dan gantung diri. Inilah kenapa penantian Paimon harus lebih lama lagi.

Adegan di akhir cerita menunjukkan bahwa Paimon sudah masuk ke tubuh Peter dan tujuan dari sekte penyembah Paimon tercapai

Miniatur Paimon via www.ranker.com

Banyak tubuh tanpa kepala yang ditampilkan sedang menyembah Paimon. Nggak kurang semua mayat tanpa kepala termasuk mayat ibu Peter yaitu Annie, ayah Peter, nenek Peter, hingga Charlie, menundukkan tubuhnya di depan patung bermahkota. Patung tersebut adalah bentuk yang lebih sempurna dari mainan Charlie yang dulu dibuat dari kayu.

Peter kemudian dianugerahi mahkota yang tadinya disematkan di atas kepala patung. Seluruh sekte pun akhirnya serentak berkata ‘Hail Paimon’. Secara nggak langsung ini menjawab seluruh runtutan peristiwa yang ada. Memang ada sebuah kekuatan nggak kasat mata, yaitu Raja Paimon yang membutuhkan keluarga Graham sebagai perantara.

Intinya sih, film ini memang nggak berakhir seperti yang diharapkan layaknya skema film horor lain. Film horor lain seringnya memberikan alternatif ending yang melegakan, misal pengusiran hantu, terbebas dari arwah penasaran, dan lain-lain. Paimon dan sekte penyembahannyalah yang menang, berhasil mencapai tujuan. Sementara seluruh keluarga meninggal secara tragis dan nggak masuk akal.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya