Panduan Menulis – Penulisan Kata Depan di-, ke-, dan dari. Awas, Jangan Keliru Lagi, ya!

Penulisan kata depan

Bagaimana perasaanmu ketika melihat gebetan jalan dengan teman seindekosmu, sementara kamu nggak bisa marah karena dia nggak tahu kalau kamu juga naksir dengan orang yang sama? Marah, KZL, dan sebagainya, bukan? Sama halnya dengan saya yang setiap baca tulisan “RUMAH INI DI KONTRAKAN” atau “DI LARANG KENCING DISINI”!!!11

Advertisement

Sebagai orang yang sering dianggap sebagai polisi bahasa (meski saya lebih suka disebut suster bahasa), saya acap kali menemui bentuk tulisan seperti itu. Sayangnya, saya nggak bisa berbuat banyak dengan kasus di atas. Pasalnya, saya nggak tahu siapa oknum yang membuat tulisan itu, kecuali penulis Hipwee. *marah*

Nah, daripada energi saya habis untuk memikirkan oknum tersebut, mending saya mengingatkan kembali padamu bagaimana penulisan kata depan di-ke-, dan dari yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia. Mata pelajaran zaman SD, kan?

1. Penulisan kata depan di-

  • Penulisan di- ditulis serangkai atau digabung, jika:

1) di- yang berfungsi sebagai imbuhan.

Contoh: dibaca, dinilai, dikontrakkan

Advertisement

2) di- diikuti dengan pembentukan kata kerja pasif. Sederhananya, di- digabung jika kata tersebut bisa diubah menjadi kata kerja aktif.

Contoh: dimakan (bisa diubah jadi memakan), dirusak (bisa diubah jadi merusak), diubah (bisa diubah jadi mengubah)

  • Penulisan di- ditulis terpisah, jika:

1) di- yang berfungsi sebagai kata depan

2) di- diikuti dengan kata keterangan, nama tempat, orang, waktu, penunjuk waktu

Contoh: di depan, di mana, di balik, di Jakarta

2. Penulisan kata depan ke-

Sementara untuk penulisan ke- yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia, bisa dilihat dari fungsinya.

  • Penulisan ke- yang dipisah, apabila ia berfungsi sebagai kata depan penunjuk arah atau tujuan.

Contoh: ke mana, ke kamar, ke hatimu, ke Lima

  • Penulisan ke- yang berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat atau kumpulan, ditulis serangkai.

Contoh: kelima, ketujuh, kesepuluh

[CATATAN]

Kalau awalan ke- diikuti dengan angka, harus ditulis menggunakan tanda hubung (-).

Contoh: ke-3, ke-5, ke-9

3. Penulisan kata depan dari

Apa yang membuatmu bingung dengan penulisan kata depan dari?

  • Kata depan dari yang berfungsi untuk menyatakan tempat, penulisannya harus dipisah.

Contoh: Ibu pulang dari Jogja.

  • Kata depan dari yang merupakan imbuhan, penulisannya harus digabung atau serangkai.

Contoh: Besar pasak daripada tiang.

Pada dasarnya, kalau di-, ke-, dan dari digunakan sebagai kata depan, penulisannya harus dipisah. Nah, sesederhana itu. Jadi, tolong ingatkan lagi pada siapa pun di luar sana yang masih sering salah dalam menggunakan kata depan di-, ke-, dan dari, ya!

Semoga kamu juga bisa menyalahkan ketika ada orang yang bilang, “Main kekosanku, yuk!” 🙂

Dirangkum dari berbagai sumber.

_______________

Tentang penulis:

Penulis merupakan seorang bekas guru lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta yang kerap dijuluki polisi bahasa oleh masyarakat setempat.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senois.

CLOSE